Maret 03, 2022

Jumat, 04 Maret 2022 Hari Jumat sesudah Rabu Abu (Hari Pantang)

Bacaan I: Yes 58:1-9a "Berpuasa yang Kukehendaki ialah engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman."
     
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.5-6a.18-19 "Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah."

Bait Pengantar Injil: Am 5:14 "Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup, dan Allah akan menyertai kamu."

Bacaan Injil: Mat 9:14-15 "Mempelai itu akan diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa."
    
warna liturgi ungu
 
bacaan kitab suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik disini

Saudara-saudari terkasih,  dalam bacaan pertama kita hari ini, kita mendengar dari nabi Yesaya, firman Tuhan menghukum umat-Nya di kerajaan Yehuda, tempat Yesaya melayani. Tuhan menghukum umat-Nya karena mereka tidak benar-benar setia kepada-Nya, dan mereka yang mengaku setia, tidak benar-benar mengikuti Dia dengan cara yang seharusnya, karena mereka hanya berbasa-basi melalui tindakan mereka. Disebutkan bagaimana mereka berpuasa namun pada saat yang sama, mereka menindas yang lemah dan miskin, membawa kesedihan dan kesulitan kepada orang lain, semua untuk keuntungan dan kemuliaan pribadi mereka sendiri.
  
Saudara-saudari terkasih, tidak ada orang yang suka diberitahu bahwa "kamu/mereka berdosa". Tapi itulah tugas nabi dan kita temukan dalam bacaan pertama hari ini. Tuhan memberi tahu Nabi Yesaya, Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka, dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!
 
Ya, kita adalah orang berdosa. Kita semua membutuhkan pengampunan. Untuk itulah Tuhan menegur umat-Nya, yang merupakan sikap mereka yang tidak mencerminkan iman dan komitmen sejati kepada Tuhan dan jalan-Nya. Dia mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak dapat mengaku percaya kepada-Nya, namun bertindak dengan cara yang bertentangan dengan apa yang mereka percayai. Jika tidak, mereka akan menjadi orang munafik dan tidak memiliki iman yang benar. Mereka harus benar-benar setia dan tidak hanya melakukan sesuatu dan mematuhi aturan dan hukum hanya demi mematuhinya. Jika mereka berpuasa, tetapi mereka bertengkar dan menindas orang lain yang kurang beruntung, maka kebajikan dan kebaikan apa pun yang mereka peroleh akan dibatalkan oleh kejahatan yang mereka lakukan.

Kita harus melakukan pemeriksaan hati nurani pada akhir setiap hari. Apa yang saya perlukan untuk meminta Tuhan mengampuni saya atas apa yang saya lakukan di siang hari baik dalam pikiran, perkataan, atau perbuatan? Untuk apa saya perlu meminta orang lain untuk memaafkan saya? Dan kemudian meminta rahmat Tuhan untuk menjadi murid yang lebih baik besok ketika saya bangun.
 
Melalui bacaan Injil hari ini kita diingatkan salah satu alasan berpuasa adalah untuk mengungkapkan kesedihan atas dosa-dosa kita dan memohon kepada Tuhan untuk menggantikan rasa lapar kita dengan kepuasan mengetahui pengampunan-Nya yang penuh kasih. Kita tidak boleh hanya berbasa-basi dalam iman kita, dan Prapaskah ini harus menjadi kesempatan besar bagi kita untuk mengikuti dan melaksanakan perintah Tuhan dan belas kasihan dan kasih-Nya. Masa Prapaskah ini seharusnya menjadi waktu bagi kita untuk lebih bertumbuh dalam kerendahan hati dan dalam hubungan kita dengan Tuhan daripada untuk memamerkan iman kita dengan bangga atau lebih buruk lagi, untuk membandingkan satu sama lain yang lebih layak dan lebih suci dalam jalan hidup kita di hadapan Tuhan. Bagaimanapun, semoga puasa kita mengingatkan kita, tidak hanya kebutuhan kita untuk menahan diri dari segala sesuatu yang kita inginkan untuk mendisiplinkan diri kita sendiri, tetapi juga kebutuhan kita untuk menahan diri dari dosa untuk menjalani kehidupan yang baik.

Mari kita semua memanfaatkan waktu Prapaskah ini untuk mengarahkan kembali hidup kita kepada Tuhan, untuk kembali kepada-Nya dan untuk memeluk-Nya dengan cinta sejati sekali lagi. Marilah kita semua berpaling kepada-Nya dengan iman, dan mengikatkan diri kita pada kehidupan baru kebajikan dan iman, diperbarui dengan semangat dan keberanian, untuk memikul salib kita dalam hidup dan mengikuti Tuhan, berjalan di jalan yang telah Dia tunjukkan kepada kita semua. Semoga Tuhan terus membimbing dan menguatkan kita, dan semoga Dia memberdayakan kita semua untuk dapat melayani Dia setiap saat, melalui hidup dan teladan kita. Amin.
 
 
Credit:ThamKC/istock.com