Maret 18, 2022

Sabtu, 19 Maret 2022 Hari Raya Santo Yusuf, Suami Santa Perawan Maria

Bacaan I: 2Sam 7:4-5a.12-14a.16 "Tuhan Allah akan memberikan Dia takhta Daud bapa-Nya."
   
Mazmur Tanggapan: Mzm 89:2-3.4-5.27.29; Ul: 37 "Anak cucunya akan lestari untuk selama-lamanya."

Bacaan II: Rm 4:13.16-18.22 "Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, Abraham toh berharap dan percaya."
   
Bait Pengantar Injil: Mzm 84:5 "Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti."

Bacaan Injil: Mat 1:16.18-21.24a "Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan."
 
warna liturgi putih 

bacaan Kitab Suci silakan baca di Alkitab atau klik tautan ini
 
Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, hari ini kita merayakan Hari Raya St. Yusuf, Suami Santa Perawan Maria. Pada hari raya St Yusuf, kita merayakan abdi Allah yang luar biasa ini yang telah dengan setia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pelayanan Tuhan, dan yang telah menunjukkan kepada kita apa artinya bagi kita untuk menjadi murid dan pengikut Tuhan, dengan iman dan tindakan. Sebagai Suami SP. Maria, Bunda Allah, St Yusuf juga adalah Bapa Asuh Tuhan Yesus, dia bukan ayah biologis Tuhan Yesus, tetapi dia adalah ayah sah-Nya, melalui pernikahannya dengan Perawan Maria, Bunda Yesus.

St Yusuf mendedikasikan hidupnya untuk Tuhan dan untuk melakukan kehendak-Nya. Dia selalu hidup dengan bajik dan terhormat, seorang model Kristen dalam segala hal. Meskipun dia hanyalah seorang tukang kayu sederhana di sebuah desa kecil di pinggiran dunia Yahudi pada waktu itu, St. Yusuf memang seorang pria besar, yang telah dipilih Tuhan untuk menjadi alat yang melaluinya Dia akan masuk ke dunia dan melakukan pekerjaan-Nya. St Yusuf juga adalah orang yang jujur ​​dan berani yang selalu menunjukkan kasih kepada Tuhan dan sesamanya.

St Yusuf yang pestanya kita rayakan hari ini adalah Pelindung Agung Gereja dan kita semua umat Kristiani sebagaimana dia adalah Pelindung Keluarga Kudus yang setia, berkomitmen dan setia. Dan kita ingat semua yang telah dia lakukan dalam merawat Keluarga Kudus, yang pertama dan terutama dalam bagaimana dia bekerja keras untuk melindungi Anak Yesus yang rentan dari tangan musuh-musuh-Nya, semua orang yang mencari kematian-Nya. Dia melindungi Yesus dan Maria dari bahaya bahkan sebelum Yesus lahir, merawat Maria dan membantunya menemukan tempat tinggal saat dia dan St. Yusuf pergi ke Betlehem untuk sensus Kaisar Agustus.

Dan kemudian St Yusuf membawa Maria dan Yesus ke Mesir melarikan diri dari tangan Raja Herodes, yang ingin Anak Yesus untuk dibunuh,  St Yusuf mengikuti kata dan nasihat dari Malaikat Tuhan yang menyuruhnya untuk membawa keluarganya keluar ke Mesir. Dia merawat mereka di sana dan membawa Maria dan Yesus kembali ke Nazaret setelah musuh-musuh Tuhan berlalu. Dia benar-benar ayah yang hebat dan orang yang saleh, mendedikasikan dirinya dan hidupnya untuk misi yang telah dipercayakan kepadanya. Dia mungkin hanya seorang tukang kayu rendahan yang sering dipandang rendah oleh orang lain, tetapi kebajikan dan kebesarannya jauh melampaui apa pun.

Melalui St Yusuf, Tuhan kita Yesus lahir secara sah sebagai Pewaris dan Anak Daud, sesuai dengan silsilah yang kita dengar hari ini dari Injil St Matius, Yusuf adalah ahli waris sah Daud, lahir dari garis keturunan dan keturunannya dan oleh karena itu, sama seperti Tuhan berjanji kepada Daud bahwa pemerintahannya, rumah dan kerajaannya akan kokoh selamanya, semua ini digenapi di dalam Kristus. Melalui Yesus Kristus, Tuhan telah datang ke dunia ini, untuk memerintah sebagai Raja kita, dan membangun kembali Kerajaan Tuhan yang sejati di dunia ini.

Tetapi seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, kita merayakan memori mulia St. Yusuf lebih dari sekedar karena dia adalah ayah angkat Tuhan Yesus dan Juruselamat kita. Karena kebajikan dan kebenarannya yang luar biasa, kami bersukacita memiliki panutan dan inspirasi yang begitu besar dalam kehidupan kami sendiri. St Yusuf adalah teladan yang luar biasa yang dapat kita ikuti dalam hidup kita sendiri, saat kita memandangnya sebagai pemandu kita dalam perjalanan iman kita sendiri melalui hidup menuju Tuhan. Kita selalu diingatkan bahwa kita juga harus benar, baik dan berkomitmen dalam hidup kita, berjalan dengan Tuhan dan membantu untuk membimbing satu sama lain dalam iman kepada-Nya.

Itulah sebabnya, di masa Prapaskah ini, kita semua dipanggil untuk melihat teladan baik yang diberikan oleh St Yusuf dan kita dipanggil untuk meniru dia dalam hidup kita sendiri, mengingatkan diri kita untuk menjadi lebih benar dan adil, lebih berkomitmen untuk ikuti Tuhan dengan mengikuti teladan St. Yusuf, yang bekerja keras dalam hidup dengan kejujuran dan keadilan, tidak memikirkan keinginan, ambisi, ego, atau keserakahan pribadinya sendiri. Dia menempatkan Tuhan di atas segalanya dan misi yang telah Dia percayakan kepadanya, dia telah melakukan dengan kesabaran dan kebajikan.

Kita semua harus ingat bahwa kita harus menunjukkan kebajikan ini dalam hidup, dalam setiap momen dan tindakan kita, dalam apa pun yang kita katakan dan lakukan. Marilah kita benar-benar memanfaatkan waktu dan kesempatan yang diberikan kepada kita pada masa Prapaskah ini untuk menemukan kembali iman kita kepada Tuhan, menghubungkan kembali hidup kita dengan-Nya, mengarahkan kembali cara, pikiran dan semua hal yang kita katakan dan lakukan, agar semua itu selaras dengan Tuhan dan jalan-Nya. Mari kita semua melakukan yang terbaik dan semakin dekat dengan Tuhan dan keselamatan-Nya, agar kita dipenuhi dengan kasih karunia dan kasih-Nya, setiap saat.

Semoga Tuhan menyertai kita semua, dan semoga Dia memberi kekuatan kepada kita masing-masing agar kita dapat selalu berjalan dengan setia di hadirat-Nya, dan semoga Dia memberkati semua tindakan dan pekerjaan kita. St. Yusuf, Pelindung Keluarga Kudus dan Pelindung Gereja, doakanlah kami.
 
 
Image Credit: A Catholic Life - The Solemnity of Joseph, Husband of Mary