Maret 28, 2022

Selasa, 29 Maret 2022 Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Bacaan I: Yeh 47:1-9.12 "Aku melihat air mengalir dari dalam Bait Suci; ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup."

Mazmur Tanggapan: Mzm 46:2-3.5-6.8-9 "Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub."

Bait Pengantar Injil: Mzm 51:12a.14a "Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu."

Bacaan Injil: Yoh 5:1-16 "Orang itu disembuhkan seketika."
   
    
    warna liturgi ungu


Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, melalui bacaan-bacaan Selasa Hari Biasa Pekan IV Prapaskah kita diingatkan bahwa di dalam Dia saja terletak kesembuhan, kebahagiaan dan sukacita sejati. Karena di dalam Tuhan ada harapan dan pembebasan sejati kita, jalan kita keluar dari kegelapan, terang yang menghilangkan keputusasaan dan masalah yang menghadang kita. Jika saja kita memiliki cukup iman kepada-Nya dan mau berbalik kepada-Nya dengan keyakinan dan komitmen yang diperbarui, kita pasti akan diberkati dan benar-benar bahagia.

Dalam bacaan pertama kita hari ini, kita mendengar dari Kitab nabi Yehezkiel di mana penglihatan Yehezkiel tentang Bait Allah surgawi diceritakan kepada kita. Nabi Yehezkiel melihat visi Bait Suci surgawi yang agung dan tempat kudus di mana Tuhan Sendiri bersemayam, dan melihat aliran air yang deras yang datang dari Bait Suci. Air itu adalah air pemberi kehidupan yang menyembur dari hadirat Tuhan, aliran pemurnian besar yang memurnikan segala sesuatu. Air membuat segalanya menjadi sehat kembali, memurnikan lautan air kotor dan memberi kehidupan ke mana pun ia pergi, dan semua ini adalah pengingat simbolis dari Tuhan akan semua yang akan Dia lakukan untuk kita.

Melalui Dia, kita telah menerima janji kesembuhan dan pemurnian, pembersihan dari kerusakan dan dosa kita, kesembuhan dari penyakit dan masalah kita. Melalui Tuhan kita, kita telah menerima jaminan dan harapan yang pasti akan hidup yang kekal, dengan kedatangan Putra-Nya di tengah-tengah kita, Tuhan dan Juruselamat kita, yang melalui Dia kasih Allah telah dinyatakan. Melalui Dia, Tuhan telah memperbarui Perjanjian dan janji yang telah Dia buat bersama kita sejak dahulu kala, mengingatkan kita lagi akan kasih dan kebaikan-Nya yang abadi.

Kemudian, kami mendengar bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang sakit dan kemungkinan besar lumpuh dan tidak bisa bergerak selama tiga puluh delapan tahun. Dia merasa kasihan pada pria yang telah menunggu selamanya untuk memiliki kesempatan untuk disembuhkan oleh air ajaib dari Kolam Bethesda. Tidak ada yang membantunya untuk mendekati air setiap kali Malaikat Tuhan datang untuk menyentuh air dan menyebabkan orang-orang yang datang lebih dulu disembuhkan. Tuhan telah menunjukkan kepada-Nya kasih yang telah Dia tunjukkan berulang kali kepada kita, dan Dia menjadi air yang memberi kehidupan, memperbarui kehidupan dan harapan pada orang sakit itu.

Demikianlah, Tuhan menolong dan membuat orang sakit itu kembali utuh, memungkinkan dia untuk berjalan sekali lagi. Dia menyembuhkan dia dari masalahnya dan memberinya kekuatan. Ini terjadi setelah penderitaan selama tiga puluh delapan tahun yang telah dia alami. Pada akhirnya, ia dipuaskan dan ditebus oleh Tuhan, yang dengan kuasa-Nya yang besar membebaskannya dari cengkeraman penyakit dan kecacatannya. Jadi, kita mendengar bagaimana Tuhan menyelamatkan kita di masa pencobaan dan masalah terbesar kita, yang Dia lakukan bagi kita semua melalui persembahan dan pengorbanan yang Dia buat di kayu Salib, yang dengannya penebusan dosa-dosa kita telah dilakukan dan diselesaikan.

Saudara dan saudari dalam Kristus, kita semua diingatkan bahwa di masa Prapaskah ini, kita harus mengarahkan kembali perhatian kita kepada Tuhan sekali lagi. Kita semua dipanggil untuk mengikuti Dia dan kembali kepada-Nya dengan iman. Apakah kita mau dan mampu melakukannya? Apakah kita bersedia untuk berpaling dari jalan dosa dan kejahatan kita, dan memeluk Tuhan kita lagi dengan cinta dan pengabdian yang tulus dan sejati? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita sendiri saat kita terus melakukan perjalanan melalui masa Prapaskah ini semakin dekat dengan Pekan Suci dan Paskah.

Kita telah lama dikuasai dan dikuasai oleh dosa, yang merusak kita dan membuat kita lemah, sakit dan berpenyakit, karena dosa memang kerusakan jiwa kita yang disebabkan oleh ketidaktaatan kita terhadap Tuhan dan penolakan untuk mendengarkan firman, perintah, dan kehendak-Nya. Dan tidak ada obat untuk dosa kecuali pengampunan, kasih karunia dan rahmat dari Allah. Namun, kita sering menolak untuk membiarkan belas kasihan dan kasih Tuhan bekerja secara ajaib dengan kita karena kita hanya dengan bangga mengakui bahwa kita bisa saja salah atau keliru dalam cara hidup kita.
 
Apakah kita mau merendahkan diri dan memohon kepada Tuhan untuk menyembuhkan kita dari dosa-dosa ganas di dalam diri kita? Apakah kita mau berusaha untuk berjalan bersama Tuhan dan mengikuti Dia dengan sepenuh hati mulai sekarang? Kita semua dipanggil untuk minum dari mata air belas kasihan Tuhan, dan untuk menerima dari-Nya air yang memberi kehidupan, mata air kehidupan yang datang dari Tuhan sendiri. Marilah kita semua mencari Dia dan mengarahkan diri kita kepada-Nya, melihat belas kasihan, kebaikan dan kasih-Nya, dan mempercayakan diri kita kepada-Nya mulai sekarang. Semoga ibadah Prapaskah kita bermanfaat dan membantu kita untuk semakin dekat dengan Tuhan. Semoga Tuhan memberkati kita dan tindakan kita, upaya kita untuk berjalan semakin setia di jalan-Nya, sekarang dan selamanya. Amin.