Mei 04, 2022

Kamis, 05 Mei 2022 Hari Biasa Pekan III Paskah

Bacaan I: Kis 8:26-40 "Jika Tuan percaya dengan segenap hati, Tuan boleh dibaptis."
     

Mazmur Tanggapan: Mzm 66:8-9.16-17.20; R:1 "Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!"

Bait Pengantar Injil: Yoh 6:51 "Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan. Barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Bacaan Injil: Yoh 6:44-51 "Akulah roti hidup yang telah turun dari surga."
     
warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau silakan klik tautan ini
 
 Hari ini, kita diingatkan bahwa bukan kita yang menemukan Yesus. Yohanes menulis bahwa Tuhan, Bapa, akan menarik kita. Tuhan selalu datang kepada kita terlebih dahulu, jauh sebelum kita berpikir untuk datang kepada Tuhan. Tuhan telah bersama kita selalu, bahkan sebelum kita berada di dalam kandungan. Tuhanlah yang terus-menerus mencari kita dan menemukan kita ketika kita tersesat.
 
Apakah Anda ingat saat dalam hidup Anda ketika Anda benar-benar mengalami ditemukan oleh Tuhan Yesus? Apa yang terjadi dalam hidup Anda saat ini? Seperti apa pengalaman ini? Apakah itu damai, menyenangkan, atau meresahkan? Apakah Anda mengalami berbagai emosi dan pikiran?
 
Yesus berkata kepada kita bahwa hanya Dia adalah roti hidup. Ya, kita bisa makan roti. Namun, tak lama kemudian, kita lapar lagi. Makanan duniawi tidak benar-benar memuaskan rasa lapar kita. Luangkan waktu sejenak dan tanyakan pada diri Anda: apa pengalaman Anda ketika Anda menerima roti kehidupan? Apakah Anda hanya mengkonsumsinya tanpa berpikir atau berdoa atau apakah Anda mengerti dan percaya bahwa pada saat itu Anda benar-benar menerima Yesus, Tuhan dan Allah kita? Apakah Anda mengalami momen itu sebagai hal yang suci dan sakral atau apakah itu sesuatu yang Anda lakukan tanpa berpikir?
 
Tuhan memberikan kepada kita semua Tubuh dan Darah-Nya yang Berharga melalui Ekaristi, yang Dia berikan kepada kita semua melalui Gereja-Nya dan para Rasul-Nya. Dia menyelesaikan persembahan dan pengorbanan-Nya melalui sengsara, penderitaan dan kematian-Nya di kayu Salib, dan oleh luka-luka-Nya dan oleh Tubuh dan Darah-Nya yang dibagikan kepada kita, kita telah dijadikan bagian dari Perjanjian Baru dan Kekal-Nya, dimeteraikan oleh Darah-Nya sendiri, dan yang Dia sendiri persembahkan sebagai Imam Besar Kekal kita. 
  
  Yesus datang ke dunia untuk kita. Yesus mati untuk kita, untuk Anda dan untuk saya, agar kita benar-benar hidup. Yesus memberi kita sakramen tubuh dan darah-Nya untuk menopang dan memberkati kita. Hari ini, mari kita luangkan waktu sejenak dan duduk dengan hadiah yang Yesus berikan kepada kita dalam Ekaristi. Ketika kita menerima Komuni Suci, kita menerima Yesus. Apakah kita mengalami kehadiran Yesus di dalam diri kita pada saat itu? Semoga Tuhan beserta kita dan semoga Dia terus membantu kita menjalani hidup kita dengan iman dan seperti Kristus. Amin. 

Credit: wideonet/istock.com