Mei 11, 2022

Kamis, 12 Mei 2022 Hari Biasa Pekan IV Paskah

Bacaan I: Kis 13:13-25 "Allah telah membangkitkan Juruselamat dari keturunan Daud."
    

Mazmur Tanggapan: Mzm 89:2-3.21-22.25.27 "Kasih setia-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selama-lamanya."

Bait Pengantar Injil: Why 1:5ab "Ya Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati; Engkau mengasihi kami dan telah melepaskan kami dari dosa kami oleh darah-Mu."

Bacaan Injil: Yoh 13:16-20 "Barangsiapa menerima orang yang Kauutus, ia menerima Aku."
 
warna liturgi putih
 
Injil hari ini merupakan kelanjutan dari Injil kemarin. Yesus menyadari bahwa waktu-Nya di dunia ini sangat terbatas. Dia perlu mempersiapkan para murid untuk keberangkatan-Nya. Yesus ingin murid-murid-Nya melanjutkan pelayanan-Nya. Dia ingin agar mereka saling melayani, bahkan jika itu berarti saling membasuh kaki yang kotor dan berdebu. Mereka harus melakukan apa yang telah Yesus lakukan. Yesus mengajar mereka, melayani mereka dan sangat mengasihi mereka! Sekarang para murid harus saling mengasihi, melayani, mengajar dan juga saling membasuh kaki! Panggilan mereka adalah untuk terus melayani sebagaimana Yesus melayani orang-orang.

Yesus menekankan pentingnya melayani orang lain. Ia memberi tahu mereka, "Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.” Yesus ingin murid-murid-Nya mengasihi Allah. Namun, mereka juga harus mengasihi setiap orang yang mereka temui, bahkan jika mereka tidak terlalu menyukai orang itu. Mereka harus mengasihi dan melayani semua orang, sama seperti yang Yesus lakukan. Tidak seorang pun boleh dikecualikan dari pelayanan dan kasih mereka.

Betapa ini merupakan tantangan bagi kita! Sangat menggoda untuk memilih dan memilih orang yang ingin kita bantu atau layani. Kita secara alami merasa lebih nyaman dengan teman-teman kita dan orang-orang yang kita sukai. Namun, jika kita benar-benar ingin mengikuti Yesus, kita juga perlu menjangkau setiap individu yang membutuhkan perhatian, perhatian, kesabaran, dan dukungan kita. Ketika kita peduli pada orang lain, dalam arti kita sedang membasuh kaki mereka. Yesus tidak ingin kita mengecualikan siapa pun dari karunia ini, tetapi betapa sulitnya itu! Marilah kita semua menjadi inspirasi dan teladan yang hebat bagi satu sama lain dalam iman, dan berusaha untuk membawa lebih banyak orang lagi kepada Tuhan dan keselamatan-Nya melalui kehidupan teladan kita. Semoga Tuhan memberkati kita selalu, sekarang dan selamanya. Amin.