Mei 31, 2022

Rabu, 01 Juni 2022 Peringatan Wajib St. Yustinus, Martir (Novena Roh Kudus hari Keenam)

Bacaan I: Kis 20:28-38 "Aku menyerahkan kamu kepada Tuhan yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu suatu bagian yang telah ditentukan."

Mazmur Tanggapan: Mzm 68:29-30.33-35a.35b.36c "Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah!"

Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17b.a "Firman-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran."

Bacaan Injil: Yoh 17:11b-19 "Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita."

    
warna liturgi merah
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini  
Teks Novena Roh Kudus dapat dilihat di Puji Syukur no 147, dan no. 90-94 atau klik tautan ini
Hari ini kita memperingati St. Yustinus the Martir, seorang Bapa Gereja dan filsuf awal yang terkenal yang dulunya adalah seorang pagan tetapi kemudian setelah pertemuan yang menentukan dengan seorang pria Kristen tua yang bijaksana, datang untuk mengenal Tuhan dan keajaiban-keajaiban-Nya yang tak terbatas, dan kemudian ia memilih untuk menjadi seorang Kristen setelah itu. Dia mendirikan sekolah filsafat yang terkenal di Roma, memperoleh cukup banyak pengikut, banyak di antaranya juga memutuskan untuk menjadi orang Kristen. Melalui tulisannya, diceritakan bahwa ia berhasil membuat Kaisar Markus Aurelius, filsuf terkenal lainnya, untuk mengakhiri penganiayaan terhadap orang Kristen oleh negara Romawi.
 
Sementara nanti St Yustinus akan ditangkap dan mati menjadi martir bersama dengan beberapa pengikutnya, setelah perselisihan dengan filsuf lain yang kemudian menghasut pihak berwenang untuk menangkapnya, St Yustinus menunjukkan kepada kita melalui karya dan interaksinya, dengan filsuf pagan dan bahkan dengan Kaisar sendiri, bahwa memang mungkin untuk setia dan berkomitmen penuh kepada Tuhan dan juga hidup dalam harmoni sebagai anggota masyarakat dan negara yang taat hukum. Bahkan, hidup berdampingan yang harmonis inilah yang sering memunculkan berbagai peluang dalam penginjilan iman. 
 
Bulan Juni setiap tahun didedikasikan untuk Hati Yesus Yang Mahakudus. Gereja merayakan Hari Raya Hati Yesus Yesus Yang Mahakudus pada hari Jumat setelah hari Minggu kedua setelah Pentakosta, yang tahun ini jatuh pada 24 Juni. Selain perayaan liturgi, banyak latihan renungan berhubungan dengan Hati Kudus Yesus. Dari semua devosi, devosi kepada Hati Kudus adalah, dan tetap, salah satu yang paling luas dan populer di Gereja.  
     
Dalam perikop Yohanes yang penuh kasih dan lembut hari ini, Yesus berdoa untuk semua orang (termasuk kita) yang telah dipercayakan Tuhan untuk dipelihara-Nya. Yesus menyadari bahwa waktunya di bumi ini singkat dan Dia prihatin dengan orang-orang yang akan ditinggalkan-Nya. Yesus berdoa dan meminta kepada Bapanya untuk melindungi orang-orang ini ”dalam nama-Nya”. Yesus merindukan kawanan domba-Nya untuk tetap aman ketika Dia tidak lagi bersama mereka.

Jelaslah, Yesus mengasihi murid-murid-Nya. Dia merindukan mereka untuk berbagi kegembiraan-Nya sepenuhnya dan sepenuhnya. Yesus tahu bahwa Dia akan meninggalkan mereka dan Dia ingin mereka aman dan terlindungi dalam kasih dan pemeliharaan Tuhan bagi mereka. Yesus juga merindukan murid-murid-Nya untuk berbagi kedalaman sukacita yang Dia alami dalam menjadi satu dengan Tuhan.

Luangkan waktu sejenak dan ingatlah saat ketika Anda mengalami rasa kedekatan atau kesatuan dengan Tuhan atau Yesus. Apakah Anda ingat waktu atau tempat? Apa emosi yang Anda alami? Sukacita? Perdamaian? Cinta? Perasaan kagum?

Yesus rindu untuk membagikan damai sejahtera-Nya, sukacita-Nya, dan kebenaran-Nya dengan kita hari ini. Apakah kita terbuka untuk menerima hadiah-hadiah ini? Jika demikian, saya mengundang Anda untuk duduk dengan tenang di hadapan Yesus dengan pikiran, hati, dan tangan yang terbuka.

Setelah mendengar perikop Kitab Suci hari ini dan teladan yang diberikan oleh St Yustinus, Martir yang kehidupan dan dedikasinya kita ketahui, marilah kita semua oleh karena itu berkomitmenlah dan berusahalah untuk melakukan apa pun yang kita bisa, dalam kapasitas dan kesempatan apa pun yang diberikan kepada kita, agar bahkan dalam hal-hal terkecil yang kita lakukan, kita dapat memuliakan Tuhan melalui hidup kita, dan menunjukkan kepada semua orang kebenaran kasih dan anugerah-Nya, dan bawa lebih banyak lagi sesama saudara kita untuk mengambil bagian dalam keselamatan dan kasih karunia yang sama yang kita nikmati di dalam Kristus. Semoga Tuhan selalu bersama kita dan memberkati kita dalam setiap usaha baik kita, sekarang dan selamanya. Amin.
 
 
Credit: valokuvaus/istock.com