Mei 06, 2022

Sabtu, 07 Mei 2022 Hari Biasa Pekan III Paskah

Bacaan I: Kis 9:31-42 "Jemaat dibangun, dan jumlahnya makin bertambah besar, oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus."

Mazmur Tanggapan: Mzm 116:12-13.14-15.16-17; Ul: 1Kor 10:lh.16 "Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku?"

Bait Pengantar Injil: lih. Yoh 6:63b.68b "Perkataan-perkataan-Mu adalah roh dan hidup. Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal."

Bacaan Injil: Yoh 6:60-69 "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal."
     
warna liturgi putih

Injil hari ini adalah penyempurnaan dari Injil yang kita baca kemarin. Yohanes menulis,  “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yesus dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, maka berkatalah Ia kepada mereka, “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Lalu bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna! Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.”

Luangkan waktu sejenak dan tempatkan diri Anda pada posisi para murid. Bagaimana tanggapan Anda jika Yesus mengatakan semua ini kepada Anda? Apakah Anda akan bingung, bersemangat, takut, atau gembira? Injil Yohanes memberi tahu kita: “Mulai dari waktu itu banyak murid Yesus mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Bayangkan dampak pengakuan iman Petrus terhadap Yesus. Beberapa menit sebelumnya, sejumlah besar orang yang mengikutinya berpaling dari-Nya. Dia tidak bertindak seperti yang mereka harapkan akan Dia lakukan dan mereka telah menjauh dari-Nya. Namun, di sinilah Petrus dengan berani mengakui kepercayaannya kepada Yesus sebagai Kristus. Iman Petrus yang kuat dan kepercayaan yang dalam kepada Yesus pasti telah mendukung semangat Yesus. Yesus adalah ilahi, namun Dia juga manusia dan dengan demikian Dia mengalami emosi yang sama seperti yang kita alami.

Keyakinan Petrus yang dalam bahwa Yesus benar-benar adalah Tuhan adalah pemberian murni kepada Yesus. Seberapa dalam keyakinan Anda bahwa Yesus adalah Tuhan? Saya mengundang Anda untuk mengambil beberapa saat dan merenungkan pertanyaan itu, kemudian pergi kepada Yesus. Jika Anda benar-benar percaya kepada Yesus, akui keyakinan Anda dan komitmen Anda kepada-Nya. Jika Anda tidak yakin, bawalah ketidakpastian dan keraguan Anda kepada Yesus. Dia akan memegang tangan Anda dan membawa Anda lebih dekat kepada-Nya.

Kita semua memiliki keraguan dalam Yesus pada waktu-waktu tertentu. Seringkali inilah saat-saat kita menjauhkan diri dari Yesus. Namun inilah saat-saat ketika kita perlu mendekati-Nya dan berbicara dengan-Nya. Kita mungkin bertanya kepada-Nya atau mungkin sekadar duduk di hadirat-Nya dan membiarkan Dia membungkus kita dalam kasih dan terang. Kitalah yang acapkali meninggalkan Dia. Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita!