Juni 29, 2022

Kamis, 30 Juni 2022 Hari Biasa Pekan XIII

Bacaan I: Amos 7:10-17 "Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku."  

Mazmur Tanggapan: Mzm 9:8.9.10.11; R:10 "Penghakiman Tuhan adalah benar, dan semuanya adil."

Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19 "Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita."

Bacaan Injil: Mat 9:1-8 "Mereka memuliakan Allah karena telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia."

warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 

  Saudara-saudari terkasih, dalam perikop Matius hari ini, Yesus kembali ke kampung halamannya. Ketika penduduk kota mendengar bahwa Yesus ada di rumah, mereka membawa seorang lumpuh kepada-Nya, sambil menggendong orang itu di atas tandu. Jelas orang-orang ini memiliki iman dalam kuasa Yesus untuk menyembuhkan orang ini. Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, ”Percayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

  Saat itu juga ada ahli-ahli Taurat dengan penduduk kota. Ahli-ahli Taurat mulai bergumam di antara mereka sendiri tentang Yesus. Mereka percaya bahwa Yesus menghujat. Beraninya Yesus berpikir bahwa Ia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa! Namun, Yesus tahu apa yang mereka pikirkan. Meskipun mereka tidak berbicara sepatah kata pun kepada-Nya, Yesus dapat membaca pikiran dan wajah mereka. Dia jelas merasakan ketidaksetujuan dan negativitas mereka.

  Yesus mengkonfrontasi ahli-ahli Taurat tentang pikiran jahat mereka. Dia bertanya kepada mereka: "Manakah yang lebih mudah untuk mengatakan, 'Dosamu sudah diampuni' atau berkata kepada orang itu: 'Bangunlah dan berjalanlah?' Yesus kemudian berbalik kepada orang lumpuh itu dan berkata kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!" Si lumpuh segera berdiri, mengambil tempat tidurnya dan pergi ke rumahnya. Semua orang dipenuhi dengan kekaguman dan orang-orang mulai memuliakan Tuhan yang telah memberikan otoritas seperti itu kepada Yesus.
  
  Persis seperti pada zaman nabi Amos yang harus melawan kefasikan dan kekeraskepalaan orang Israel, yang kesombongan dan keangkuhannya dalam menolak untuk mendengarkan Tuhan menjadi kehancuran mereka. Kejatuhan mereka adalah karena mereka tidak cukup rendah hati untuk mengakui bahwa mereka salah dan keliru di jalan mereka, dan sayangnya banyak di antara orang-orang Farisi dan ahli Taurat jatuh ke jalan yang sama.
 
  Oleh karena itu, bacaan Kitab Suci hari ini harus menyoroti kepada kita bagaimana sebagai orang Katolik kita masing-masing ditantang untuk menerima panggilan Tuhan bagi kita semua untuk menjadi misionaris besar dan saksi iman kita di tengah-tengah berbagai komunitas kita. Di antara keluarga dan lingkaran teman dan kenalan kita. Kita masing-masing dipanggil untuk menjadi seperti nabi Amos, dan menjadi seperti Tuhan sendiri dalam berdiri dengan berani demi iman kita di tengah-tengah pertentangan dan tantangan yang mungkin kita hadapi dalam perjalanan iman kita. Namun, bukan hanya itu, karena kita juga dipanggil untuk selalu waspada terhadap ancaman dari kesombongan, ego, keserakahan dan keinginan kita, yang semuanya dapat membawa kita ke jalan yang salah menuju kehancuran.
 
 Marilah kita semua berusaha untuk menjadi contoh yang baik dan inspirasi satu sama lain melalui hidup dan tindakan kita, sepanjang hidup ini, sekarang dan selalu, selama-lamanya. Amin.
 
 
Wellcome Collection Gallery | Wikipedia CC BY 4.0