Juni 13, 2022

Renungan: Selasa, 14 Juni 2022 Hari Biasa Pekan XI

Bacaan I: 1Raj 21:17-29 "Engkau menyuruh orang Israel berbuat dosa." 
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.5-6a.11.16 "Kasihanilah, ya Tuhan, karena kami telah berdosa." 
   
Bait Pengantar Injil: Yoh 13:34 "Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan. Kasihilah sesamamu sebagaimana Aku mengasihi kamu." 
  
Bacaan Injil: Mat 5:43-48 "Kasihilah musuh-musuhmu."
 
warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, dalam bacaan pertama Selasa Hari Biasa Pekan XI Tahun II kita mendengar tentang transisi antara nabi Elia dan Elisa, karena Elisa telah ditunjuk untuk menjadi penerus nabi Elia dalam pelayanan kepada orang-orang di kerajaan Israel utara. Elia telah sampai pada akhir pelayanannya ketika Tuhan telah memanggil dan menunjuk Elisa untuk menjadi penerus Elia. Oleh karena itu, hari ini seperti yang kita dengar dalam bacaan pertama kita, Elisa mengikuti Elia ke tempat di mana Elia tiba-tiba diangkat ke Surga dengan kereta yang menyala-nyala, dan Elisa dibiarkan melanjutkan pekerjaan baik yang telah dimulai Elia.

Elisa dipanggil oleh Tuhan dan dia menanggapi panggilan ini dengan iman. Elisa selanjutnya mendedikasikan dirinya untuk pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya, dalam bekerja di antara orang-orang Israel. Dia terus bekerja untuk kemuliaan Tuhan yang lebih besar, terlepas dari sikap keras kepala rakyat dan raja-raja mereka yang semuanya menolak untuk mendengarkan Tuhan dan terus memberontak melawan-Nya, dalam penyembahan berhala dan dewa-dewa kafir, dan dalam ketidaktaatan mereka yang berkelanjutan. dan dalam semua perbuatan jahat yang telah mereka lakukan. Elisa harus terus bekerja keras melawan tantangan yang harus dia hadapi, tetapi dia mengikuti Tuhan dengan setia dan memberikan segalanya untuk pelayanannya.

Dalam perikop Injil kita hari ini, kita mendengar tentang Tuhan yang berkata kepada murid-murid-Nya tentang bagaimana masing-masing dari mereka harus bersikap dan bertindak sebagai pengikut-Nya. Tuhan Yesus meminta mereka untuk bermurah hati dalam memberi dan bersedekah, dan melakukannya bukan karena mereka ingin dipuji oleh orang lain Tuhan memberi tahu mereka bahwa sebagai murid Kristus, mereka harus melakukannya karena mereka benar-benar ingin memberi, dan memiliki perhatian kepada orang lain yang mereka beri. Mereka juga harus melakukan hal-hal dan amalan-amalan lain seperti puasa dan ketaatan pada aturan-aturan lain, dengan alasan dan niat yang benar. Sebaliknya jika mereka melakukan sesuatu dengan niat yang salah, maka mereka tidak lebih baik dari orang-orang munafik.

Saudara dan saudari dalam Kristus, hari ini kita semua dipanggil melalui firman Kitab Suci untuk menerima panggilan yang telah Tuhan buat kepada kita, dalam memanggil kita untuk menjadi sejati dalam kehidupan kita. Kita tidak boleh seperti orang munafik yang mengaku percaya kepada Tuhan namun tidak melakukan sesuatu atau bertindak dengan cara yang mereka percayai. Kita harus menghabiskan waktu dan upaya untuk mengikuti Tuhan dan berkomitmen pada pekerjaan-Nya, dan kita tidak boleh membiarkan diri kita teralihkan dan terombang-ambing oleh kebohongan dan kepalsuan iblis, atau godaan duniawi lainnya yang membuat kita jatuh semakin dalam ke jalan yang salah dalam hidup.

Kita semua ikut ambil bagian dalam pekerjaan dan upaya Gereja, dipanggil untuk melayani sesama kita pria dan wanita, kepada orang-orang di sekitar kita yang mungkin belum terbiasa dan masih mengabaikan jalan dan kebenaran Kristus. Melalui kita dan tindakan kitalah kita dapat menampilkan kebenaran Tuhan dan kasih-Nya kepada saudara-saudara kita. Kalau tidak, jika kita sendiri tidak bertindak dan melakukan hal-hal dengan cara yang kita percayai, lalu siapa yang akan percaya kepada Tuhan? Bahkan, jika tindakan kita bertentangan dengan apa yang kita yakini, maka itu akan mendorong orang lain semakin jauh dari Tuhan, dan kita akan bertanggung jawab penuh karena telah memimpin dan mendorong mereka menjauh dari jalan keselamatan.

Oleh karena itu, kita semua diingatkan akan kewajiban yang kita miliki ini, bahwa sebagai orang Katolik kita tidak boleh bermalas-malasan lagi dalam menjalankan iman kita. Kita harus aktif dalam menjalani hidup kita dan mempraktekkan semua yang Tuhan telah nyatakan dan perintahkan untuk kita lakukan melalui Gereja-Nya. Dan kita tidak boleh menunggu orang lain untuk mulai melakukannya, karena hal itu dapat menyebabkan tidak ada dari kita yang melakukan apa pun pada akhirnya. Sebaliknya, kita harus memulainya dari diri kita sendiri dan dari setiap hal kecil yang kita lakukan dalam hidup. Begitulah cara kita menjalani hidup kita sebagai orang Katolik yang setia dan bagaimana kita bisa menjadi inspirasi yang baik bagi satu sama lain dan saling membantu di jalan dan perjalanan kita menuju Tuhan dan keselamatan-Nya.

Semoga Tuhan terus membimbing dan menguatkan kita dalam perjalanan kita masing-masing, sehingga kita dapat dengan setia mengikatkan diri untuk memuliakan Tuhan dengan setiap tindakan, perkataan dan perbuatan yang kita lakukan. Semoga Dia memberdayakan kita dan memberi kita keberanian untuk membela iman kita, dan menjadi murid dan pengikut teladan-Nya setiap saat. Semoga Tuhan memberkati kita dan semua upaya baik dan usaha kita, sekarang dan selamanya. Amin.
 
 
Credit: wideonet/istock.com