Agustus 13, 2022

Minggu, 14/15 Agustus 2022 Hari Raya SP Maria Diangkat ke Surga

Bacaan I: Why 11:19a; 12:1-6a.10ab "Seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya."
    
Mazmur Tanggapan: Mzm 45:10-12.16 Ul:10d "Di sebelah kananmu berdiri permaisuri, berpakaian emas dari Ofir."

Bacaan II: 1Kor 15:20-26 "Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya."

Bait Pengantar Injil: Maria diangkat ke surga, para malaikat bergembira.

Bacaan Injil: Luk 1:39-56 "Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan meninggikan orang-orang yang rendah."
 
warna liturgi putih 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 


Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, hari ini kita bersama-sama merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Maria Diangkat ke Surga mengacu pada saat Santa Perawan Maria tak bercela, ibu Tuhan, setelah menyelesaikan hidup di dunia, telah diangkat pada kemuliaan surgawi dengan jiwa dan tubuhnya {Munificentissimus Deus atau Tuhan yang Mahamurah). Melalui dogma (Munificentissimus Deus atau Tuhan yang Mahamurah) yang menyatakan Maria diangkat ke surga, Gereja mau menunjukkan bahwa Tuhan ingin menyelamatkan semua orang. Oleh sebab itu Ia mengutus Putra-Nya yang lahir oleh Roh Kudus melalui rahim Maria. Tuhan tentu tidak asal memilih perempuan, tetapi Ia menetapkan pilihan kepada Maria yang hidup pada zaman itu. Peristiwa pemilihan ini menunjukkan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
 
Melalui peristiwa Bunda Maria diangkat ke surga, pertama-tama, kita memiliki kepastian bahwa Maria ada di Surga, di sisi Tuhan, Putranya yang terkasih, Bunda Maria membantu kita semua untuk lebih dekat dengan Tuhan dan membantu membuka gerbang rahmat Tuhan yang selalu murah hati kepada kita. Dia sendiri juga muncul dalam banyak kesempatan terkenal, di Guadalupe, Lourdes, Fatima dan di tempat lain, menyerukan semua anak Allah yang setia untuk kembali kepada Tuhan dan bertobat dari dosa-dosa kita.

Kemudian, iman Maria sendiri kepada Tuhan, komitmen dan penyerahan totalnya kepada Tuhan, kesediaannya untuk mengikuti Tuhan dan menaati kehendak-Nya sepenuhnya dalam hidupnya, melaksanakan panggilannya dari awal sampai akhir sebagai Bunda Allah, merawat untuk Putranya dan mengasihi Dia, mengikuti Dia bahkan sampai ke kaki Salib, semua dedikasi ini harus menginspirasi kita masing-masing dalam iman kita sendiri kepada Tuhan. Melalui teladan Maria, kita harus diilhami untuk menjalani kehidupan yang selalu layak yang penuh dengan iman dan pengabdian kepada-Nya. Kita harus melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa setiap tindakan, perkataan, dan perbuatan kita, setiap saat dalam hidup kita, layak bagi Tuhan.

Diangkatnya Maria ke Surga juga memberi kita semua pandangan sekilas tentang nasib kita sendiri pada akhirnya, jika kita memilih untuk tetap setia kepada Tuhan, seperti yang ditunjukkan oleh Transfigurasi Putranya sendiri beberapa hari yang lalu kepada kita. Di akhir zaman, setelah Penghakiman Terakhir, kita semua akan bangkit jiwa dan raga untuk dipersatukan kembali dengan Tuhan, dan menikmati kebahagiaan sejati selamanya. Namun, kita harus setia kepada Tuhan atau kita akan berakhir dalam penderitaan abadi, bukan dalam kutukan abadi. Tuhan telah memberi kita banyak kesempatan-kesempatan, dan Dia telah menjangkau kita dengan murah hati dengan cinta, sehingga kita dapat menemukan jalan kita kepada-Nya, dan Bunda Maria yang terberkati telah menunjukkan kepada kita jalan yang paling langsung dan pasti menuju-Nya.

Semoga kita semua semakin dekat dengan Tuhan, di setiap momen dan kesempatan yang tersedia bagi kita. Semoga Dia memberdayakan kita masing-masing untuk hidup semakin setia dan dengan keyakinan dan komitmen yang lebih besar mulai sekarang, mengikuti teladan Maria, Bunda Allah yang Terberkati, yang kita ingat hari ini dalam kenaikannya yang mulia ke Surga. Santa Maria, Bunda Allah, yang diangkat dengan mulia dan diangkat ke Surga, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan pada saat kami mati. Amin.
Titian | Public Domain