Agustus 16, 2022

Rabu, 17 Agustus 2022 Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia

Bacaan I: Sir 10:1-8 "Para penguasa bertanggung jawab atas rakyatnya."
     

Mazmur Tanggapan: Mzm 101:1ac.2ac.3a.6-7; R: Gal 5:13 "Kamu dipanggil untuk kemerdekaan; maka abdilah satu sama lain dalam cinta kasih."

Bacaan II: 1Ptr 2:13-17 "Berlakulah sebagai orang yang merdeka. "
    

Bait Pengantar Injil: Luk 20:25 "Berikanlah kepada kaisar yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah yang menjadi hak Allah."

Bacaan Injil: Mat 22:15-21 "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
 
warna liturgi putih  

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
 Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, merayakan hari ulang tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia pada hari ini kita mendengar dari perikop Injil ketika Tuhan Yesus berbicara kepada Rasul Petrus dan para Rasul-Nya, tentang masalah mematuhi hukum-hukum manusia yang diciptakan oleh para penguasa saat itu, khususnya hukum Kekaisaran Romawi pada waktu itu, yang mengumpulkan pajak dari semua orang yang berada di bawah kekuasaannya. Masalahnya adalah apakah seseorang harus mematuhi hukum manusia dan hukum sipil seperti itu atau apakah seseorang harus mematuhi hanya Hukum Tuhan.

Dalam kesempatan lain yang terpisah, orang-orang Farisi dan ahli Taurat mencoba menjebak  dengan menggunakan contoh yang sama, untuk menjebak-Nya dengan kata-kata-Nya sendiri dan mudah-mudahan membiarkan mereka mendiskreditkan atau menangkap-Nya. Mereka menguji Tuhan Yesus dengan bertanya kepada-Nya apakah seseorang harus membayar pajak kepada Kaisar atau tidak. Dengan cara ini, seandainya Tuhan Yesus berkata kepada mereka bahwa mereka tidak boleh membayar pajak, maka itu sama saja dengan pernyataan pemberontakan.
 
Di sisi lain, seandainya Tuhan Yesus menyuruh mereka membayar pajak kepada Kaisar Romawi, maka para tua-tua juga dapat mendiskreditkan Yesus, atas pemerintahan Romawi pada saat itu, dan khususnya pajak yang dikenakan orang Romawi kepada orang-orang Yahudi. menjadi sangat berat, sangat tidak populer. Hal itu juga menjelaskan mengapa pemungut cukai sangat dicaci dan dibenci oleh masyarakat pada umumnya, karena masyarakat melihat mereka sebagai pengkhianat terhadap bangsa dan negaranya.

Jadi, jika Yesus berkata kepada orang-orang Farisi dan orang-orang bahwa mereka harus membayar pajak kepada Kaisar, maka musuh-musuh Tuhan Yesus itu akan segera mendiskreditkan Dia dan membuat orang-orang membenci Dia dengan cara yang sama seperti mereka membenci pemungut cukai. Tetapi Tuhan Yesus mengetahui apa yang telah direncanakan oleh orang-orang itu di dalam hati mereka, dan Dia malah memberikan jawaban yang sempurna, yang juga merupakan panduan bagi kita dalam bagaimana kita sendiri sebagai orang Katolik harus menjalankan hidup dan tanggung jawab kita.

Yesus mengatakan kepada mereka bahwa seseorang harus memberikan kepada Kaisar apa yang menjadi milik Kaisar, dan memberikan kepada Tuhan apa yang menjadi milik Tuhan. Itu adalah jawaban yang sempurna, yang tidak dapat dijawab oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Itu karena, memang benar, bahwa semua kekayaan, semua harta benda duniawi, dan semua emas, perak, dan barang-barang dunia ini adalah milik dunia ini, dan karena itu memang milik penguasa dunia ini. Itulah mengapa sangat baik untuk mematuhi persyaratan seperti itu, jika itu adil dan masuk akal.

Namun, itu tidak berarti bahwa kita harus mematuhi aturan dunia dalam segala hal. Mengapa begitu? Itu karena kita harus ingat bahwa, kita semua wajib memberikan kepada Tuhan apa yang menjadi milik Tuhan, sama seperti kita harus memberikan kepada dunia apa yang menjadi milik dunia. Dan apakah yang kita miliki yang merupakan milik Tuhan? Itu adalah yang pertama dan terutama, hidup kita, yang kudus dan diberikan kepada kita oleh Tuhan.

Oleh karena itu, kita semua sebagai orang Katolik harus pertama dan terutama, menjaga semua kehidupan yang suci. Ketika ada ancaman terhadap kesucian hidup, melalui hal-hal seperti menyebabkan hilangnya nyawa dengan sengaja, baik itu pembunuhan, atau aborsi bayi - anak-anak yang belum lahir, atau apakah itu pelecehan anak-anak atau dewasa, penghancuran kesucian perkawinan dan kehidupan keluarga, kita semua sebagai orang Katolik harus siap membela apa yang menjadi hak Tuhan, bahwa apa yang benar-benar milik Tuhan, adalah milik-Nya dan tidak diambil alih oleh dunia. 
 
Saudara-saudari terkasih, kita semua sebagai warga negara Indonesia memiliki kewajiban terhadap bangsa kita, yaitu menunjukkan iman kita melalui tindakan kita, sehingga kasih Tuhan dapat menjadi nyata bagi bangsa kita dan bagi kita semua bersama-sama. Marilah kita semua mulai sekarang menyatakan iman kita melalui tindakan, merawat orang lain di sekitar kita yang kurang beruntung, mereka yang tidak memiliki pekerjaan, mereka yang sakit dan sekarat, dan mereka yang tidak memiliki siapa pun.

Saudara dan saudari dalam Kristus, dalam terang iman kristiani dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara marilah kita semua melakukan yang terbaik untuk berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan  untuk mewartakan kepada semua kebenaran Allah, dan memberikan kepada Tuhan yang terbaik dari komitmen dan pengabdian kita. Mari kita semua terinspirasi oleh orang-orang kudus yang telah mendahului kita, dalam komitmen dan kerja keras mereka, untuk memastikan bahwa segala sesuatu yang menjadi milik Tuhan, yaitu kita semua, hidup dan jiwa kita, akan benar-benar milik Tuhan dan tidak dirampas, disingkirkan oleh Iblis ke dalam kutukan.
 
Jika mereka semua mampu menjalani kehidupan yang diabdikan kepada Tuhan, kita semua harus dapat melakukan hal yang sama juga. Maukah kita menyerahkan diri kita? Akankah kita semakin dekat dengan Tuhan, dalam semua cara kita? Akankah kita berusaha untuk lebih mengasihi Dia dan melakukan yang terbaik untuk melayani Dia dengan kasih. Semoga Tuhan memberkati negara kita Indonesia, memberkati semua rakyatnya kita dan  semoga rahmat dan berkat-Nya terus menyertai kita saat kita melangkah ke masa depan. Amin. 
 
Sikap negarawan macam apa yang layak dipupuk dan disuburkan di tanah air ini? Berikanlah kepada negara apa yang wajib kamu berikan kepada negara, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah. Kita rakyat Indonesia dipanggil untuk kemerdekaan, mari saling membantu dan melayani satu sama lain, menghadirkan damai sejahtera dalam cinta kasih. Dengan berbuat baik kita dapat membungkam kepicikan orang-orang yang berpikiran bodoh. Hidup sebagai orang merdeka tidak lagi menyelubungi kejahatan-kejahatan kaum perancang dosa yang merusak bangsa, tetapi hidup sebagai hamba Allah yang saling menghormati, mengasihi saudari-saudaranya, setia kepada kebenaran dan mendukung setiap rancangan yang benar-benar baik. Merdeka berarti tak lagi “menghamba”, “memperhamba”, melainkan bersatu, bersahabat, bersaudara dengan semua warga negara. (Mgr. Johannes Pujasumarta, 15 Agustus 2014)

lldikti13.kemdikbud.go.id