September 01, 2022

Jumat, 02 September 2022 Hari Biasa Pekan XXII

Bacaan I: 1Kor 4:1-5 "Tuhan akan memperlihatkan apa yang direncanakan dalam hati."

Mazmur Tanggapan: Mzm 37:3-4.5-6.27-28.39-40 "Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12 "Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya."

Bacaan Injil: Luk 5:33-39 "Apabila mempelai diambil, barulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa."
 
warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
     
     Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan pertama hari ini, St Paulus mengingatkan umat Allah yang setia untuk tidak terpecah atau bermusuhan satu sama lain karena perbedaan mereka, dan alih-alih menghakimi satu sama lain, bermusuhan dan marah satu sama lain, mereka harus bekerja untuk menyelesaikan perbedaan mereka, mengingatkan mereka bahwa setelah semua pada akhirnya, mereka semua adalah umat Allah, anggota dan bagian dari Gereja-Nya yang sama.
 
   Sementara dalam bacaan Injil, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus,"Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang. Demikian pula murid-murid orang Farisi. Tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." .Di mata mereka, Yesus seharusnya lebih seperti Yohanes Pembaptis, makan belalang dan madu hutan. Kita semua memiliki standar kita sendiri tentang apa yang menurut kita terbaik dan bagaimana orang lain harus bertindak.
  
   Bagi para murid ada waktu untuk bersukacita di hadirat Tuhan dan merayakan kebaikan-Nya dan ada waktu untuk mencari Tuhan dengan kerendahan hati dan berpuasa dan untuk meratapi dosa. Puasa adalah salah satu dari tiga kewajiban agama yang paling penting, bersama dengan doa dan sedekah. Yesus memberikan penjelasan sederhana. Ada waktu untuk berpuasa dan ada waktu untuk berpesta (atau merayakan).  
 
   Yesus mengundang para pendengarnya untuk melihat situasi dengan cara yang berbeda. Dia mengatakan kepada mereka bahwa dia sedang melakukan sesuatu yang baru.  Apakah kita terbuka terhadap hal baru yang mungkin diundang oleh Yesus? Ini mungkin undangan yang tidak nyaman. Seperti orang-orang Farisi, saya bisa merasa nyaman dengan keadaan yang selalu ada. Kita mungkin tergoda untuk mengkritik orang lain yang tidak melakukan sesuatu dengan cara yang menurut saya seharusnya dilakukan. Yesus menantang orang-orang Farisi, dan kita, untuk terbuka terhadap cara-cara lain dalam melakukan sesuatu.  

  Pada zaman Yesus, anggur disimpan dalam kantong kulit, bukan botol. Anggur baru yang dituangkan ke dalam kulit masih berfermentasi. Gas yang diberikan memberikan tekanan. Kulit anggur baru cukup elastis untuk menahan tekanan, tetapi kulit anggur lama mudah pecah karena keras. Apa yang Yesus maksudkan dengan perbandingan ini? Apakah kita harus menolak yang lama menggantikan yang baru? Sama seperti ada tempat yang tepat dan waktu yang tepat untuk berpuasa dan berpesta, demikian juga ada tempat yang tepat untuk yang lama maupun yang baru. 
 
 Tuhan memberi kita kebijaksanaan sehingga kita dapat memanfaatkan yang lama dan yang baru dengan sebaik-baiknya. Dia tidak ingin kita berpegang teguh pada masa lalu dan menolak pekerjaan baru Roh Kudus-Nya dalam hidup kita. Dia ingin pikiran dan hati kita menjadi seperti kantong anggur yang baru — terbuka dan siap untuk menerima anggur baru dari Roh Kudus. Apakah kita ingin bertumbuh dalam pengetahuan dan pemahaman akan firman dan rencana Tuhan untuk hidup kita?
 
  “Tuhan, penuhilah aku dengan Roh Kudus-Mu, agar aku bertumbuh dalam pengetahuan akan kasih dan kebenaran-Mu yang besar. Bantu aku untuk mencari-Mu dengan sungguh-sungguh dalam doa dan puasa agar aku dapat berpaling dari dosa dan kesengajaan dan menyesuaikan hidupku lebih sepenuhnya dengan kehendak-Mu. Semoga aku selalu menemukan sukacita dalam mengenal, mencintai, dan melayani-Mu. Amin."
SiouxFall Diocese