September 18, 2022

Senin, 19 September 2022 Hari Biasa Pekan XXV

Bacaan I: Ams 3:27-34 "Orang yang sesat adalah hujatan bagi Tuhan."

Mazmur Tanggapan: Mzm 15:2-3a.3cd-4ab.5; Ul: 1a

Bait Pengantar Injil: Mat 5:16 "Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuji Bapamu yang di surga."

Bacaan Injil: Luk 8:16-18 "Pelita ditempatkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk dapat melihat cahayanya."

warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 

  Saudara-saudari terkasih, Injil hari ini sangat singkat; itu hanya beberapa ayat. Dalam Injil ini, Yesus menginstruksikan murid-murid-Nya bahwa tujuan cahaya adalah untuk menerangi ruangan di mana ia ditempatkan. Dengan demikian lampu harus ditempatkan dengan baik sehingga seluruh ruang diterangi.

  Kemudian Yesus mengubah arahnya. Dia mengatakan bahwa tidak ada yang akan disembunyikan dan semuanya akan terlihat. Yesus mengatakan bahwa semua akan terungkap: semua rahasia akan terungkap dan diketahui oleh orang lain. Tuhan telah meminta kita semua untuk mengikuti jalan-Nya, dan Dia telah mengajari kita semua bagaimana kita harus menjalani hidup kita, sesuai dengan hukum dan ajaran-Nya. Dan begitulah sebagai murid Kristus kita diharapkan menjadi mercusuar kebenaran dan kasih Tuhan, menjauhkan diri dari kegelapan yang sering merusak kita dan menghalangi kita untuk mencari terang-Nya. 
  
  Oleh karena itu, masing-masing dari kita dipanggil untuk meninggalkan cara-cara jahat dan sifat berdosa kita, semua keterikatan yang kita miliki pada hal-hal dan keinginan duniawi, yang semuanya sering menjadi hambatan besar dalam jalan kita menuju Tuhan dan keselamatan-Nya. Kita diingatkan untuk menolak godaan hal-hal duniawi, dan menolak rayuan setan dan sekutunya, yang kesemuanya selalu bekerja keras untuk mencoba membohongi kita dan menjauhkan kita dari Tuhan dan keselamatan-Nya. Kita harus mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati dan melakukan apa yang Dia perintahkan untuk kita lakukan, dan tidak hanya berbasa-basi dan melakukan sesuatu dari penampilan. Kita harus menyerahkan diri kita kepada Tuhan dan mendedikasikan tindakan kita kepada-Nya.
 
  Sementara dalam bacaan pertama kita hari ini, yang diambil dari Kitab Amsal, kita mendengar tentang bagaimana Tuhan mengingatkan umat-Nya bahwa mereka tidak boleh melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan manusia, dan mereka dipanggil untuk bertindak adil terhadap satu sama lain. Masing-masing dari mereka dipanggil untuk jujur ​​dalam tindakan dan urusan mereka, dan tidak menipu atau melakukan hal-hal buruk pada orang lain untuk keinginan egois kita sendiri dan untuk keuntungan kita sendiri. Kita masing-masing dipanggil untuk peduli dan berbelas kasih, untuk peduli dan berkomitmen satu sama lain, kepada sesama saudara dan saudari kita, semua orang yang telah berbagi dengan kita karunia rahmat dan berkat Tuhan yang sama.
 
  Semoga Tuhan terus menguatkan dan membimbing kita semua, dan semoga Dia memberdayakan kita dan mendorong kita untuk selalu berjalan di jalan-Nya, dan memberkati setiap perbuatan baik, niat dan upaya kita. Semoga Tuhan selalu bersama kita, sekarang dan selamanya. Amin.
 
 
Karya: Grzegorz Zdziarski/istock.com