Oktober 25, 2022

Rabu, 26 Oktober 2022 Hari Biasa Pekan XXX

Bacaan I: Ef 6:1-9 "Laksanakan pelayananmu seperti orang yang melayani Kristus dan bukan manusia."

Mazmur Tanggapan: Mzm 145:10-11.12-14 "Tuhan itu setia dalam segala perkataan-Nya."

Bait Pengantar Injil: 2Tes 2:14 "Allah telah memanggil kita untuk memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus."

Bacaan  Injil: Luk 13:22-30 "Mereka datang dari timur dan barat, dan akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah."
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
       
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari ini ketika kita merenungkan bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini, kita diingatkan akan panggilan kita semua untuk mematuhi Hukum dan perintah Tuhan, dan untuk mengikuti jalan yang telah Dia tetapkan di hadapan semua orang.

Dalam bacaan pertama kita hari ini, Rasul Paulus mengingatkan semua umat beriman di sana untuk melakukan kehendak Allah, dan bahwa setiap anggota Komunitas Kristen harus memainkan peran mereka dalam menjalani hidup mereka dengan setia sebagaimana seharusnya. Rasul Paulus menasihati setiap orang untuk hidup saleh, dalam berbagai posisi dan kewajiban mereka, di bagian komunitas masing-masing, untuk mengikuti jalan yang telah Allah nyatakan dan tetapkan di hadapan mereka.

Dalam perikop Injil kita hari ini, kita kemudian mendengar tentang Tuhan Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya dan orang-orang tentang masalah keselamatan dan siapa yang akan diselamatkan. Tuhan menggarisbawahi bahwa jalan menuju keselamatan dan kehidupan kekal Tuhan sebenarnya adalah jalan yang sulit dan menantang, dan banyak yang pada kenyataannya tidak akan bisa masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Dan Dia menyoroti berapa banyak dari mereka yang telah mengaku percaya kepada-Nya dan kepada firman-Nya, akan ditolak masuk meskipun mereka mengaku setia, semua karena mereka sebenarnya tidak memiliki iman yang sejati kepada-Nya, dan mereka tidak sungguh-sungguh mengasihi Dia dengan segenap kekuatan dan hati mereka.

Ini juga mengacu pada banyak orang Farisi dan ahli Taurat yang pada waktu itu menentang Tuhan dan pekerjaan-Nya. Mereka semua bersikeras dalam penolakan keras kepala mereka untuk mengakui kebenaran Tuhan, dan terus melawan dan menolak Dia, menyebarkan keraguan dan informasi yang salah tentang Dia, menganiaya Dia dan murid-murid-Nya dan mempersulit mereka untuk melakukan pekerjaan dan misi mereka. Dan itulah yang Tuhan sebut sebagai iman orang-orang munafik, mereka yang secara lahiriah mengaku setia namun dalam tindakan dan cara hidup mereka, membawa skandal bagi iman mereka dan Tuhan.

Saudara dan saudari di dalam Kristus, oleh karena itu sama seperti kita telah diingatkan terus-menerus melalui bacaan Kitab Suci ini, kita harus melakukan bagian kita dalam menjalani hidup kita sepenuhnya dalam melakukan kehendak Tuhan dan mematuhi perintah-perintah-Nya. Kita harus benar-benar tulus dalam iman kita dan dalam mengasihi Dia. Setiap kita sebagai orang Katolik harus mengutamakan Tuhan dan terutama dalam hidup kita, dan tidak terpengaruh atau tergoda oleh banyak keinginan dan semua hal yang sering menggoda begitu banyak dari kita, seperti bagaimana orang Farisi dan ahli Taurat yang menyerah pada godaan kesombongan dan ego mereka, dalam pemikiran bahwa mereka memiliki pengetahuan dan posisi yang lebih tinggi, hanya karena mereka berpikir bahwa mereka sendirilah yang layak mendapatkan rahmat Tuhan.

Karena itu marilah kita semua mengindahkan kata-kata Rasul Paulus dan apa yang Tuhan Yesus sendiri telah katakan kepada murid-murid-Nya dan orang-orang dalam Injil kita hari ini, bahwa jalan menuju Kerajaan Allah bukanlah jalan yang mudah dan merupakan jalan yang dipenuhi dengan banyak tantangan dan rintangan. Kita harus selalu waspada dan melakukan apa pun yang kita bisa untuk melawan godaan itu, dan sebaliknya saling membantu dan menginspirasi untuk menjalani hidup kita dengan cara yang telah Tuhan tunjukkan dan ajarkan untuk kita lakukan. Tuhan telah mengajar kita melalui Gereja-Nya bagaimana kita hendaknya bertindak, dalam mengasihi Dia dan saling mengasihi dengan kemurahan hati dan ketulusan terbesar dari hati kita.

Karena itu marilah kita semua melakukan yang terbaik untuk memuliakan Tuhan melalui hidup kita, dan melakukan apa pun yang kita bisa untuk melayani Dia dan berjalan di jalan-Nya. Semoga Tuhan terus membimbing dan menguatkan kita dalam perjalanan kita, sehingga kita dapat selalu bersedia untuk bertahan dan bertekun melalui tantangan dan pencobaan yang mungkin menghadang kita, dan terus melakukan yang terbaik untuk melayani Tuhan setiap saat. Semoga Tuhan memberkati setiap niat dan usaha kita, setiap saat, untuk kemuliaan-Nya yang lebih besar. Amin.

SiouxFall Diocese