November 22, 2022

Rabu, 23 November 2022 Hari Biasa Pekan XXXIV

Bacaan I: Why 15:1-4 "Mereka melagukan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba."

Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1.2-3ab.7-8.9 "Besar dan ajaiblah segala karya-Mu, ya Tuhan, Allah yang mahakuasa!"
 
Bait Pengantar Injil: Why 2:10 "Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan."

Bacaan Injil: Luk 21:12-19 "Karena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang tetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang."
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
  
 Saudara-saudari terkasih di dalam Kristus, merenungkan Sabda Tuhan hari ini kita semua disajikan kenyataan menjadi orang Kristen di mana kita mungkin menghadapi kesulitan, penganiayaan, dan bahkan mungkin kehilangan hidup kita di tengah-tengah kita menjalani hidup kita. Kita masing-masing diingatkan bahwa sementara penganiayaan dan penderitaan mungkin ada di jalan kita, dan kita mungkin harus menanggungnya untuk sementara waktu, tidak ada jalan bagi mereka yang terus menolak untuk percaya kepada Tuhan dan mereka yang menganiaya umat-Nya, mereka akan dihancurkan dan dikalahkan oleh Tuhan yang menang, Allah kita dan Juruselamat kita, yang akan datang kembali di akhir zaman, pada waktu yang dipilih-Nya, untuk mengumpulkan kita semua yang setia kepada-Nya, dan dilemparkan ke dalam kegelapan dan kehancuran abadi, semua orang yang menolak Dia sampai akhir.

Dalam bacaan pertama kita hari ini, kita mendengar cerita dari Kitab Wahyu, melanjutkan kisah dua minggu terakhir saat kita terus maju melalui hari-hari terakhir tahun liturgi saat ini, sebagai pengingat untuk kita semua bagaimana hal-hal akan berubah pada akhirnya. Rasul Yohanes menyaksikan dalam penglihatan surgawinya Tujuh Malaikat Tuhan menanggung malapetaka terakhir dan terakhir yang akan bangkit melawan orang-orang jahat dan semua orang yang terus berpihak pada Setan dan orang-orang jahat lainnya, dan terus memberontak melawan Dia. Mereka yang benar akan diingat oleh Tuhan, dan saat kedatangan-Nya akan dekat dengan semua manifestasi murka Tuhan, karena Dia akan datang seperti yang telah Dia janjikan, untuk mengumpulkan setiap dari kita yang tetap setia kepada-Nya, yang hidup dan yang mati, untuk bangkit bersama-sama dengan Dia ke dalam hidup dan keberadaan baru, sepenuhnya dan sepenuhnya bebas dari belenggu dosa dan kejahatan.

Dalam perikop Injil kita hari ini, Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya tentang semua hal yang akan mereka alami di masa depan, ketika mereka terus menjalankan pelayanan, misi dan panggilan mereka, sebagai Rasul, murid, hamba dan misionaris-Nya di antara orang-orang dari berbagai bangsa. Dia menunjukkan kepada mereka dengan terus terang dan jujur ​​tentang bagaimana dunia yang telah menolak Dia dan menganiaya Dia kemungkinan besar akan menganiaya mereka juga. Sama seperti mereka memang akan menikmati buah yang kaya dari usaha mereka dalam misi dan penginjilan, menyebabkan banyak jiwa dan orang untuk mengenal Tuhan dan diselamatkan, mereka juga harus menghadapi banyak tantangan, penganiayaan dan penolakan dari semua orang yang menolak untuk percaya kepada Tuhan dan kebenaran-Nya.

Dan semua hal itu memang menjadi kenyataan ketika Gereja perdana dan orang-orang Kristen berada di bawah penganiayaan yang intens pertama-tama dari otoritas Yahudi, Sanhedrin, dan kemudian dari gubernur lokal dan akhirnya negara dan pemerintah Romawi sendiri, yang mengakibatkan selama bertahun-tahun, puluhan tahun dan berabad-abad penganiayaan yang mengerikan terhadap Gereja dan semua orang Kristen. Dan bahkan tiga abad kemudian, ketika penganiayaan Kristen berakhir dan iman akhirnya ditoleransi dan diterima, penganiayaan, tantangan, cobaan dan penolakan masih terus terjadi, dari waktu ke waktu, lagi dan lagi sepanjang dua milenium terakhir sejarah Gereja dan kehadirannya serta karya-karyanya di dunia kita, bahkan sampai hari ini.

Di seluruh dunia, masih ada berbagai macam kesulitan, tantangan dan penganiayaan yang dihadapi umat Tuhan di mana-mana, karena mereka menghadapi kesulitan dan pencobaan hanya untuk menjadi orang yang percaya kepada Kristus dan untuk menunjukkan iman mereka kepada-Nya. Banyak yang harus mempraktikkan iman mereka secara rahasia, dan banyak yang, dan masih menderita setiap hari, bahkan di penjara dan siksaan karena kepercayaan dan iman mereka yang berkelanjutan kepada Tuhan, Allah dan Juruselamat mereka. Namun, banyak dari mereka tetap teguh dalam iman mereka, dan mereka tidak menyerah meskipun berbagai tekanan, paksaan dan upaya membuat mereka berpaling dari iman mereka dan mengkhianati Tuhan. Dan masih di tempat lain, sementara mempraktekkan iman Katolik tidak apa-apa, orang Katolik menghadapi tantangan, cobaan dan juga pertentangan terhadap kepercayaan dan cara hidup mereka, dan banyak yang dipaksa untuk memilih antara iman mereka atau cara dan pemikiran yang modis dunia saat ini.
   
Oleh karena itu marilah kita semua terus bekerja keras dalam melakukan kehendak Tuhan, dan waspada bahwa setiap kali Tuhan datang kedua kali, kita akan selalu siap untuk menyambut-Nya ke dunia ini, dan menerima dari-Nya mahkota kemuliaan kekal, dan untuk nikmati selamanya warisan dan sukacita sejati yang selalu Dia rencanakan untuk kita, anak-anak dan umat-Nya yang terkasih, permata dan puncak ciptaan-Nya. Semoga Tuhan memberkati kita selalu, dan semoga Dia terus membimbing kita dalam perjalanan iman kita sepanjang hidup, sekarang dan selamanya. Amin.
 
 
SiouxFall Diocese