Kamis, 06 Mei 2021

Jumat, 07 Mei 2021 Hari Biasa Pekan V Paskah

Bacaan I: Kis 15:22-31 "Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu."
   
Mazmur Tanggapan: Mzm 57:8-9,10-12 "Aku mau bersyukur kepada-Mu, Tuhan, di antara bangsa-bangsa."
 
Bait Pengantar Injil: Yoh 15:15b "Aku menyebut kamu sahabat, sabda Tuhan, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku."
 
Bacaan Injil: Yoh 15:12-17 "Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah orang akan yang lain."
 
warna liturgi putih 
   
 "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." (Yoh 15:12).  Tidak ada yang terlalu berlebihan bagi Tuhan kita; kasih-Nya tidak ada habisnya. Dia mengasihi orang-orang yang membenci-Nya. Dia mengasihi orang-orang yang memukuli-Nya. Dia mengasihi orang-orang yang menyalibkan Dia. Lebih jauh, Tuhan kita memberikan perintah "baru" ini kepada kita selama Perjamuan Terakhir, ketika Dia juga memberi kita roti yang telah menjadi Tubuh-Nya dan anggur yang telah menjadi Darah-Nya. Dia memberi kita perintah ini pada saat yang sama Dia memberi kita Ekaristi, sarana untuk melaksanakan perintah yang sangat menuntut ini, tidak hanya untuk saling mengasihi tetapi untuk saling mengasihi seperti Kristus telah mengasihi kita. 
  
  Kasih seorang kepada Tuhan selalu ditandai dengan kerendahan hati, penyesalan dan pertobatan serta ketaatan. Yesus memerintahkan kita untuk saling mengasihi. Dia ingin kita memiliki ikatan kasih yang sama selama kehidupan kita sehari-hari. Orang yang sangat mengasihi satu sama lain, atau memiliki persahabatan yang dekat, tidak ingin menyakiti satu sama lain. Kadang-kadang itu terjadi karena kelemahan manusiawi kita, tetapi kita biasanya menyadari bahwa apa pun ketidaksepakatan itu, tidak ada gunanya kehilangan orang yang kita kasihi. Kita harus bekerja untuk menjaga ikatan kasih dalam hubungan kita, karena apapun yang ada dalam hidup kita, (selain iman kita kepada Tuhan), tidak sepenting kasih yang kita miliki untuk satu sama lain. Waktu, uang, pekerjaan, tenaga, atau harta tidak sebanding dengan kehilangan seseorang yang kita kasihi. Ini benar-benar layak untuk dipikirkan, karena hidup ini sangat singkat dan itu akan berakhir sebelum kita menyadarinya. Kasih kita untuk Tuhan dan sesama akan menjadi satu-satunya hal yang tersisa ketika kita mati. Yang lainnya hanya sementara. Tidak ada hal lain dalam hidup yang memiliki nilai abadi - hanya kasih..
   
Marilah kita berdoa: Allah Bapa Pangkal Keselamatan manusia, kami telah Kautebus dalam misteri Paskah Kristus yang kami rayakan dengan gembira. Semoga kami dilindungi dan diselamatkan oleh daya kekuatan Kristus. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
 
 
Doa merupakan bagian yang terpenting dalam kehidupan kita sebagai manusia, dan khususnya kita sebagai murid- murid Kristus.
(St. Yohanes Paulus II)