Sabtu, 15 Mei 2021

Minggu, 16 Mei 2021 Hari Minggu Paskah VII

NOVENA ROH KUDUS HARI KETIGA
 
Bacaan I: Kis 1:15-17.20a.20c-26 "Harus ditambahkan kepada kami satu orang untuk menjadi saksi tentang kebangkitan Tuhan."

Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2.11-12.19-20ab

Bacaan II: 1Yoh 4:11-16

Bait Pengantar Injil: Yoh 14:18 "Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu, maka bersukalah hatimu."

Bacaan Injil: Yoh 17:11b-19 "Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita."
 
warna liturgi putih
 

 Matias dalam bacaan pertama hari ini yang menjadi saksi kebangkitan dipilih untuk mengambil alih pelayanan dan kerasulan yang ditinggalkan Yudas. Dia menjadi milik Tuhan sepenuhnya dengan secara resmi terdaftar sebagai salah satu dari dua belas rasul. Melalui Baptisan kita, kita sepenuhnya milik Tuhan, kita dikuduskan. 
 
  Dalam bacaan kedua hari ini, Yohanes mengajak kita untuk mengasihi. Yohanes menekankan pada tak terpisahkan antara cinta Tuhan dan cinta sesama. Tuhan sangat mengasihi kita sampai Dia memberi kita Putra-Nya untuk mati demi keselamatan kita. Cinta Tuhan tetap menjadi model dan alasan bagi kita untuk mengasihi dengan berlimpah juga. Untuk mengasihi Tuhan terlebih dahulu dan kemudian sesama kita.  Allah adalah kasih dan ketika kita mengasihi Dia tinggal di dalam kita sama seperti Kristus dan Bapa tinggal di dalam satu sama lain dalam persekutuan cinta. Kasih adalah substansi dari persaudaraan baru yang muncul dari ajaran dan kehidupan Kristus. 
 
  Pada hari-hari terakhirnya di bumi ini, Yesus tampaknya curiga bahwa murid-murid-Nya akan terpecah-pecah dan oleh karena itu Dia meminta sang Bapa agar mereka tetap bersatu dan setia pada nama-Nya. Kasih satu sama lain itulah yang menjadi perekat persatuan ini. Yesus, yang Kamis lalu naik ke Surga, akan segera kembali kepada kita. Pada hari Minggu Pentakosta Dia akan masuk ke dalam hati para murid di Ruang Atas, Roh Kudus akan memenuhi kita dengan karunia yang memungkinkan kita untuk hidup selalu bersatu.
    
 Dalam Injil, Tuhan kita berkata bahwa kita dikuduskan dalam kebenaran dan bahwa Firman Tuhan adalah kebenaran. Yesus adalah Sabda yang menjadi daging dan Dia adalah Kebenaran. Kasih-Nya bagi kita ditunjukkan dengan sangat jelas di kayu Salib. Jika kita telah dikuduskan dalam kebenaran, dan di dalam Tuhan kebenaran dan kasih adalah sama, maka kita juga dikuduskan dalam kasih. Ini dimulai dengan penerimaan, tidak hanya bahwa Allah adalah kasih, tetapi yang paling penting, bahwa Dia mengasihi kita. Tuhan mengasihi kita masing-masing secara individu dan pribadi.