Sabtu, 22 Mei 2021

Minggu, 23 Mei 2021 Hari Raya Pentakosta

Bacaan I: Kis 2:1-11 "Mereka dipenuhi Roh Kudus dan mulai berbicara."

Mazmur Tanggapan: Mzm 104:1.24.29-30.31.34; Ul: 30 "Utuslah Roh-Mu ya Tuhan dan jadi baru seluruh bumi."

Bacaan II: Gal 5:16-25 "Buah-buah Roh."

Sekuensia: Veni Sancte Spiritus PS 569

Bait Pengantar Injil: Datanglah, hai Roh Kudus, penuhilah hati kaum beriman dan nyalakanlah api cinta-Mu di dalam hati mereka.

Bacaan Injil: Yoh 15:26-27; 16:12-15 "Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran."
 
  Dalam bacaan pertama, Lukas mencoba menggambarkan kuasa Roh yang tak terlukiskan dalam istilah kebisingan, seperti angin yang bertiup dan lidah yang menyerupai api. Dalam sekejap, hiruk pikuk suara dan bahasa yang berbeda berubah menjadi pemahaman dan wawasan yang jelas. Ribuan peziarah yang pergi ke Yerusalem untuk pesta panen menyaksikan Roh dengan berani menyatakan dalam bahasa mereka sendiri. Dengan cara yang sama seperti kematian dan kebangkitan Yesus telah dilakukan untuk penebusan banyak orang; begitu juga karunia Roh Kudus yang tinggal secara universal diberikan kepada semua orang.
 
  Umat ​​manusia tanpa Kristus hanya dapat hidup jika seseorang mengikuti naluri daging yang mengakibatkan kehancuran; sebaliknya orang yang hidup di dalam Kristus didukung oleh Roh Allah (lih.Rm 8:9) Dalam bacaan kedua hari ini kita disajikan dengan buah-buah Roh yakni: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri. Mereka yang hidup menurut daging; buahnya adalah: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, percekcokan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah dan kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Jika didukung oleh kuasa Roh Kudus, kita menjalani hidup berdasarkan nilai-nilai; tetapi ketika diserang oleh naluri daging maka kesatuan, penegasan, keteraturan dan keaslian kita ditelan oleh individualisme, kebingungan dan kekacauan.   
 
 Kehadiran Roh Kudus yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus pertama-tama agar kita menaati perintah-Nya sebagai bukti bahwa kita mengasihi Yesus. Menerima Roh Kudus berarti bekerja sama dengan-Nya ketika Dia berusaha untuk mengajar kita semua hal, membimbing kita ke dalam semua kebenaran, menyatakan kepada kita hal-hal yang akan datang dan mengingatkan kita tentang segala sesuatu yang telah Yesus ajarkan kepada kita. Ini berarti rasa lapar untuk belajar, berdoa, membaca Kitab Suci.
Semoga api Pentakosta menerangi jalan kita untuk memberitakan Injil.
Tuhan memberkati.
 
 
pentecost-5061724_640 Image by Gerd Altmann from Pixabay (CC0)