Selasa, 25 Mei 2021

Rabu, 26 Mei 2021 Peringatan Wajib St. Filipus Neri, Imam

Bacaan I: Sir 36:1.4-5a.10-17 "Semoga bangsa-bangsa mengakui bahwa tiada Allah selain Dikau."

Mazmur Tanggapan: Mzm 79:8.9.11.13; R: Sir 36:1b "Tunjukkanlah kepada kami, ya Tuhan, cahaya belas kasih-Mu."

Bait Pengantar Injil: Mrk 10:45 "Putra Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang."

Bacaan Injil: Mrk 10:32-45 "Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan."
 
warna liturgi putih
 
 
  Pernahkah Anda mendengar seseorang mengatakan sesuatu, tetapi tidak benar-benar memahami dampak sepenuhnya dari apa yang mereka katakan? "Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" (Mrk 10:35). Yesus dengan jelas menggambarkan nasib-Nya di Yerusalem, tetapi mereka tidak memahami makna pesan-Nya. Yang mereka anggap hanya kepentingan diri sendiri. 
  
     Dua bersaudara dari anak-anak Zebedeus, Yakobus dan Yohanes mengekspresikan ambisi para Rasul yang lain, bahkan masyarakat zaman ini. Dalam kepemimpinan dunia, jabatan secara berangsur-angsur melahirkan kuasa. Orang yang berkuasa hampir selalu tidak bisa menolak godaan untuk menimbun harta. Jika ketiganya sudah didapatkan, segera akan mencuatkan ambisi-ambisi bawah sadar yang lain dengan aneka skandal publik. Namun Yesus mengingatkan para pemimpin Gereja, "Tidaklah demikian di antara kamu" (Mrk 10:43).
  
      Ini adalah kisah yang terkenal, dan rangkuman yang bagus tentang bagaimana menjadi pengikut Kristus bukanlah tentang memiliki keinginan yang terpenuhi, atau tentang menempatkan posisi Anda di atas orang lain - bahkan jika posisi Anda adalah sebagai pengikut Kristus yang saleh!
 
     Seorang pemimpin pada hakikatnya adalah pelayan. Semakin tinggi jabatan seorang pemimpin Gereja, semakin besar tanggung jawab pelayanannya. Tidak ada pelayanan dalam Gereja yang terpisah dari pewartaan Injil, yang pada intinya merupakan keselamatan melalui jalan penghayatan cinta kasih yang tuntas. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih orang yang menyerahkan nyawa sebagai tebusan bagi banyak orang (Bdk. Yoh 15:13). Hal itu berarti, suatu tuntutan untuk tidak main kuasa atas umat yang dipercayakan kepada pemimpin Gereja (Bdk. 1Ptr 5:3). Sebab, umat yang dipimpinnya bukanlah milik si gembala, melainkan milik Kristus (lih. Yoh 21:15-19). 
  
   Kita diingatkan bahwa setiap saat kita perlu memurnikan kemuridan dan motivasi kita mengikuti Yesus. Konsekuensi mengikuti Yesus adalah menghadapi tantangan yang tidak ringan. Memang Ia akan melimpahkan berkat-Nya bagi kita karena kita telah mengikuti-Nya, tetapi kita juga harus siap siaga untuk memanggul salib karena iman kepada-Nya. Nilai sebagai manusia di mata Yesus bukan terletak pada kedudukan, kehormatan, harta dan kekuasaan, melainkan pada sikap seorang hamba yang melayani sesama.


Foto: pexels-vanderlei-longo-2081128/CC0