Senin, 03 Mei 2021

Selasa, 04 Mei 2021 Hari Biasa Pekan V Paskah

 
Bacaan I: Kis 14:19-28  "Mereka menceritakan kepada jemaat, segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka."
  
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:10-11.12-13ab.21; R:11a "Orang-orang yang Kaukasihi, ya Tuhan, mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu."
  
Bait Pengantar Injil: Luk 24:46,26 "Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya."  
 
Bacaan Injil: Yoh 14:27-31a  “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu......."
  
warna liturgi Putih     
     
   Ketika Yesus akan meninggalkan murid-murid-Nya, Ia tahu bahwa mereka dihinggapi ketakutan dan kebingungan. Dalam wejangan perpisahan-Nya, Ia menganugerahkan hadiah istimewa berupa damai. ”Damai sejahtera Kuberikan kepadamu.” Ia juga menenteramkan hati mereka yang gelisah. ”Janganlah gelisah dan gentar hatimu!”

    Damai yang ditinggalkan oleh Yesus bukanlah sekadar absensi perang, kekerasan, atau gangguan. Damai-Nya mengandung hal-hal positif dan jauh lebih mendalam serta bersifat abadi dan menetap. Itulah kedamaian batiniah yang berasal dari suatu keyakinan bahwa Allah beserta umat-Nya; damai yang mengalir dari relasi dengan Dia; damai yang mengatasi segala ketakutan dan kebimbangan. Kuasa maut sekalipun tidak mampu mengambilnya.
 
  Para Rasul  memberitakan Injil tanpa rasa takut. Mereka mewartakan kemuliaan Tuhan dengan keberanian dan keyakinan yang besar. Mereka bersaksi tentang pengalaman kasih yang Tuhan miliki dengan mereka. Mereka bersaksi tentang kebaikan-Nya yang luar biasa.   
   
   "Dunia" tidak dapat memberikan kedamaian dalam situasi seperti itu tetapi Yesus dapat dan melakukannya. Itu bagi kita untuk belajar bagaimana menemukan Yesus yang memberi damai dalam suka dan duka, dalam badai hidup kita sendiri. Injil mengatakan kepada kita bahwa kita harus terus percaya kepada Kristus dan Bapa-Nya yang penuh kasih bahkan ketika Tuhan tampaknya telah meninggalkan kita. Dia akan menenangkan, memulihkan kedamaian di dalam diri kita.
         
 Yesus ingin murid-murid-Nya dan kita semua mengalami damai sejahtera. Yesus menunjukkan kepada kita bahwa bahkan ketika, dari sudut pandang manusia, ada banyak masalah bagi kita dan membuat kita takut, kita masih bisa berdamai di dalam diri kita sendiri karena kita tahu di dalam hati kita bahwa, seperti dalam kata-kata Santo Paulus, tidak ada yang bisa pisahkan kita dari kasih Tuhan di dalam Kristus Yesus Tuhan kita.   
   
  Dalam kehidupan sehari-hari, kita berhadapan dengan berbagai persoalan hidup. Namun kita tidak boleh gegabah dalam hidup ini. Kita mesti berani menyelesaikan persoalan-persoalan itu dengan hati yang lapang. Kita mesti tampilkan kasih yang tulus dalam menghadapi setiap persoalan hidup. Hanya dengan cara itu, kita menemukan ketenangan dalam hidup sehari-hari.
   
Marilah kita berdoa: "Ya Tuhan,  berkat kebangkitan Kristus Engkau telah memulihkan hidup kami. Semoga kami teguh mengharapan hidup abadi, sebab Engkaulah yang menjanjikannya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin."  
 

Orang-orang kudus menunjukkan kepada kita bahwa kita dapat selalu memuji Tuhan, di saat-saat baik dan buruk, karena Dia adalah teman yang setia, dan kasih-Nya tidak pernah gagal. (Paus Fransiskus, twit @pontifex 3 Mei 2021)