Rabu, 23 Juni 2021

Kamis, 24 Juni 2021 Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Bacaan I: Yes 49:1-6 "Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa."

Mazmur Tanggapan: Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15; Ul: 13b

Bacaan II: Kis 13:22-26 "Kedatangan Yesus disiapkan oleh Yohanes."

Bait Pengantar Injil: Luk 1:76 "Engkau, hai anak-Ku, akan disebut nabi Allah yang Mahatinggi karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan bagi-Nya."

Bacaan Injil: Luk 1:57-66.80 "Namanya adalah Yohanes."


warna liturgi putih


Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari ini kita merayakan Hari Raya Kelahiran St. Yohanes Pembaptis, merayakan saat ketika St. Yohanes Pembaptis, Pewarta Mesias dan Tuhan lahir ke dunia ini, menandai saat ketika Tuhan mulai mengungkapkan kebenaran tentang rencana dan rancangan-Nya bagi kita semua. Melalui St. Yohanes Pembaptis, Tuhan akan menunjukkan diri-Nya dan menggenapi apa yang telah Dia janjikan kepada kita semua, keselamatan dan kehidupan kekal yang Dia rencanakan untuk kita.

St Yohanes Pembaptis memiliki peran yang sangat penting sebagai orang yang akan mengungkapkan Mesias kepada dunia, dan dia telah dinubuatkan sejak zaman nabi-nabi sebelumnya, seperti yang kita dengar dalam bacaan pertama kita hari ini dari Kitab nabi Yesaya. Itulah mengapa perannya begitu penting dan mengapa dia sangat dihormati di Gereja, dihormati sebagai satu-satunya santo selain Maria, Bunda Allah, yang kelahirannya dirayakan.

St Yohanes Pembaptis adalah kerabat Tuhan Yesus, seperti Elizabeth, ibunya adalah sepupu Maria, Bunda Tuhan. Kelahiran dan bahkan pembuahannya, merupakan keajaiban karena Elizabeth sudah memasuki usia tuanya, dan dia tidak dapat mengandung anak sebelumnya. Namun, bagi Tuhan memang tidak ada yang mustahil, sebagaimana Dia telah mampu membuat Sarah, istri Abraham melahirkan seorang anak di masa tuanya, dan bagaimana Hana, ibu Samuel, mampu melahirkannya setelah sekian lama waktu menjadi mandul.

Tetapi bukan hubungan keluarga yang membuat St. Yohanes Pembaptis menjadi sosok yang begitu penting, melainkan komitmennya, keyakinannya dan imannya, upayanya dan semua waktu yang dihabiskannya dalam memenuhi misi terpenting yang telah dia lakukan. dipercayakan kepadanya. Dia mendedikasikan dirinya untuk menjadi orang yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan, menyerahkan dirinya pada pelayanan yang dengannya dia memanggil begitu banyak orang untuk berbalik dari dosa-dosa mereka dan untuk merangkul belas kasihan dan kasih Tuhan.

St Yohanes Pembaptis menyerukan kepada orang-orang untuk meninggalkan jalan mereka yang jahat dan berdosa dan untuk merangkul belas kasihan Allah, dengan memanggil mereka untuk dibaptis dengan hati yang tulus, bahwa melalui baptisan, mereka akan datang untuk memeluk Tuhan dan berkomitmen untuk meninggalkan cara-cara jahat mereka. St Yohanes Pembaptis bahkan menghadapi orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang diutus kepadanya untuk mempertanyakan tindakan dan otoritasnya, dan menegur mereka sebagai pemimpin jahat yang menyesatkan orang.

Saudara dan saudari dalam Kristus, St. Yohanes Pembaptis memberikan segalanya kepada Tuhan, dan menyerahkan dirinya kepada-Nya, bahkan untuk melawan para penguasa dan raja, orang-orang Farisi yang berkuasa dan lainnya, yang mengorbankan kebebasannya, dibawa ke penjara oleh raja Herodes karena tegurannya atas perilaku perzinahan. Yohanes Pembaptis akan mati sebagai martir iman, mempertahankan imannya sampai akhir. Inilah hamba Tuhan yang paling setia, yang memberikan segalanya kepada Tuhan dan Tuannya.

Tidak hanya itu, tetapi dia juga rendah hati dan jujur, ketika dia dengan rela membiarkan murid-muridnya pergi dan mengikuti Tuhan menggantikan dia, karena dia hanyalah pewarta. Marilah kita semua berbalik kepada Tuhan dengan iman, keyakinan dan semangat yang diperbarui, dan dengan keinginan untuk mengasihi Dia dan melayani Dia seperti yang telah dilakukan oleh St. Yohanes Pembaptis dalam hidupnya. Saat kita mengingat kenangan santo agung ini dan bersukacita dalam Kelahirannya hari ini, kita semua dipanggil untuk mengikuti jejaknya dan diilhami oleh iman dan dedikasinya dalam memenuhi misi yang dipercayakan kepadanya oleh Tuhan, komitmen dan keyakinannya untuk melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan yang lebih besar.

Oleh karena itu marilah kita semua saling menginspirasi untuk menghayati iman dan hidup kita sebaik mungkin, dalam bersikap jujur ​​dan adil, dalam setia dan berkomitmen dalam segala hal, sama seperti kita semua memiliki panggilan dan tanggung jawab sendiri dalam hidup sebagai Orang Kristen yang hidup di dunia kita saat ini. Semoga kita semua menjadi teladan dan inspirasi yang baik bagi satu sama lain, agar kita dapat saling membantu dalam perjalanan kita menuju Tuhan. Semoga Tuhan memberkati kita semua, dalam segala hal, sekarang dan selamanya. Amin.



Nativity of John Baptist, 15 c, Hermitage/ Рождество Иоанна Предтечи
GNU Free Documentation License, version 1.2 or later
Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported