Senin, 16 Agustus 2021

Selasa, 17 Agustus 2021 Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia

Bacaan I: Sir 10:1-8 "Para penguasa bertanggung jawab atas rakyatnya."

Mazmur Tanggapan: Mzm 101:1ac.2ac.3a.6-7; R: Gal 5:13, PS 862  "Kamu dipanggil untuk kemerdekaan; maka abdilah satu sama lain dalam cinta kasih."

Bacaan II: 1Ptr 2:13-17 "Berlakulah sebagai orang yang merdeka. "

Bait Pengantar Injil: Luk 20:25 "Berikanlah kepada kaisar yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah yang menjadi hak Allah."

Bacaan Injil: Mat 22:15-21 "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
 
warna liturgi putih
 

”Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” 
 
 Inilah pertanyaan yang bermaksud menjerat Yesus. Jika Yesus menjawab ”boleh” tentulah Ia akan ditentang oleh orang-orang Yahudi. Sebaliknya, kalau Yesus menjawab ”tidak boleh”, tentu pula Ia akan dicap pemberontak oleh pemerintah Romawi. 
 
  Menghadapi jeratan itu, Yesus malah bertanya, gambar siapa yang terdapat pada mata uang untuk membayar pajak. ”Gambar Kaisar” ujar orang-orang itu. 
 
  Lalu Yesus berujar: ”Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” 
 
  Nah, kalau begitu, kita harus ingat, diri kita memuat gambar Allah karena telah dicipta secitra dengan-Nya. 
 
 Artinya, hidup manusia adalah hak Allah. Apakah kita juga sudah memberikan hak Allah dari hidup kita? 
 
 Sebagai manusia, kita menginginkan kemerdekaan dan kebebasan. Bahkan sebagai bayi, kita ingin mengambil langkah pertama sendiri menuju arah mana pun yang ingin kita tuju.

Dan dengan itu kita ingin merasakan kebebasan yang kita peroleh dari kemerdekaan kita.

Padahal jika kemerdekaan dan kebebasan dipahami dengan cara yang menyimpang, maka itu akan menghasilkan tindakan yang menyimpang.

Karena dengan kemandirian dan kebebasan datang tanggung jawab dan akuntabilitas yang lebih besar. Tidak akan ada orang yang berjuang untuk kita dan kita tidak bisa menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kita lakukan.

Ya harga kemerdekaan dan kebebasan adalah kewaspadaan yang konstan jika kita tersesat dan akhirnya melakukan sesuatu yang keliru.
   
Ketika Kristus membebaskan kita, Dia bermaksud agar kita tetap bebas. Tetap bebas berarti kita tetap tinggal di dalam Kristus dan menjadi milik-Nya dan berkomitmen kepada-Nya.

Tanpa Kristus, kita tidak dapat melakukan apa-apa dan kita juga akan berakhir sebagai bukan apa-apa.

Kita telah melihat cukup banyak tanda untuk memberi tahu kita bahwa orang yang ingin pergi tanpa Tuhan tidak akan dapat menemukan kedamaian dan sukacita dengan mudah.
 
Semoga Tuhan melindungi negara kita dan menjaganya tetap aman dalam kasih-Nya.