Minggu, 15 Agustus 2021

Senin, 16 Agustus 2021 Hari Biasa Pekan XX

Bacaan I: Hak 2:11-19 "Tuhan membangkitkan hakim-hakim, tetapi para hakim pun tidak dihiraukan."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 106:34-37.39-40.43ab.44 "Ingatlah akan kami, ya Tuhan yang Mahamurah."

Bait Pengantar Injil: Mat 5:3 "Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah."

Bacaan Injil:  Mat 19:16-22 "Jika engkau hendak sempurna, juallah segala milikmu dan berikanlah kepada orang-orang miskin."
 
warna liturgi hijau
 
 Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, merenungkan bacaan-bacaan kitab suci hari ini, kita semua diingatkan bahwa kita sebagai umat Allah harus setia pada perintah dan hukum-Nya, menyerahkan hati kita sepenuhnya kepada Tuhan, mengasihi Dia dengan segenap jiwa, kekuatan dan upaya kita, dan melakukan apa pun yang kita bisa untuk menjadi saksi-Nya yang setia dan berdedikasi dalam komunitas kita, di mana pun kita berada. Dan kita harus melakukan ini dengan hati yang tulus dan dipenuhi dengan komitmen yang tulus kepada Tuhan, dalam memberikan diri kita dengan sepenuh hati kepada-Nya.
 
Saudara-saudari di dalam Kristus,  dalam perikop Injil kita hari ini, kita mendengar tentang perjumpaan antara seorang pemuda kaya dengan Tuhan. Pemuda itu ingin mengikuti Tuhan dan bertanya kepada-Nya apa yang seharusnya dia lakukan untuk mengikuti-Nya. Dan Tuhan kemudian bertanya kepadanya apakah dia telah mengabdikan dirinya pada hukum dan memahami perintah-perintah Tuhan. Pemuda itu ahli dalam hukum dan perintah, dan dia dengan yakin mengatakan bahwa dia telah melakukan segala sesuatu seperti yang ditentukan oleh hukum.

Namun, ketika Tuhan kemudian memanggilnya dan memintanya untuk menyerahkan semua yang dia miliki kepada orang miskin dan meninggalkan segalanya untuk mengikuti Tuhan, dia meninggalkan Tuhan dengan sangat sedih. Ini menunjukkan kepada kita semua bahwa manusia tidak benar-benar memiliki Tuhan sebagai fokus dan penekanan hatinya yang sebenarnya, dan itulah sebabnya dia mengalami kesulitan untuk melepaskan diri dari godaan kenyamanan duniawi, harta benda dan kekayaannya, harta dan kekayaannya. sumber daya, yang semuanya telah mencegahnya untuk benar-benar mengikuti kehendak Tuhan.

Sekarang, apakah kita mau mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati, dan tidak mudah tergoda dan terombang-ambing oleh keinginan dan harta duniawi? Janganlah kita semua menjadi seperti orang muda yang kaya, yang masih lebih mencintai harta duniawinya daripada Tuhan. Ini tidak berarti bahwa kita harus menjual segala sesuatu dan memberikan segalanya kepada orang miskin, tetapi sebaliknya, kita tidak boleh menempatkan Tuhan kurang penting daripada hal-hal duniawi itu. 
 
Semoga Tuhan menjadi pembimbing dan kekuatan kita, dan semoga Dia memberdayakan kita semua untuk hidup lebih setia dan dengan dedikasi yang lebih besar untuk melayani Tuhan di setiap saat dalam hidup kita. Semoga Tuhan memberkati kita. Amin.