Rabu, 10 November 2021

Kamis, 11 November 2021 Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours, Uskup

Bacaan I: Keb 7:22-8:1 "Kebijaksanaan merupakan pantulan cahaya kekal, dan cermin tak bernoda kegiatan Allah."

Mazmur Tanggapan: Mzm 119:89.90.91.130.135.175 "Ya Tuhan, untuk selama-lamanya firman-Mu tetap teguh."

Bait Pengantar Injil: Yoh 15:5 "Aku inilah pokok anggur, kamulah rantingnya. Tinggallah beserta-Ku, maka Aku tinggal besertamu, dan kamu akan berbuah banyak."

Bacaan Injil: Luk 17:20-25 "Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu."
 
warna liturgi putih 
 
  
Injil ini dimulai dengan orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus kapan kerajaan Allah akan datang. Yesus menjawab, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Tidak dapat dikatakan, ‘Lihat, ia ada di sini’, atau ‘ia ada di sana’. Sebab juga tidak akan ada yang mengumumkan kepada kita: "Inilah Kerajaan Allah." Yesus memberi tahu orang-orang Farisi bahwa “Kerajaan Allah ada di antara kamu.”

   Yesus juga memberi tahu kita “kerajaan Allah ada di antara kita.” Apakah kita percaya apa yang Yesus katakan? Apakah kita benar-benar percaya bahwa kerajaan Allah ada di antara kita? Jika jawaban Anda adalah ya, bagaimana dan kapan Anda mengalami kerajaan Allah? Siapakah seseorang yang menjadi perantara Kerajaan Allah bagi Anda? Beberapa orang dalam hidup kita memancarkan kebaikan dan kasih Tuhan.
 
   Dalam bacaan pertama kita hari ini, kita mendengar eksposisi dan penjelasan yang indah tentang apa itu Hikmat Tuhan, dan bagaimana Hikmat Tuhan itu dan telah hadir di sekitar kita, dikirim oleh Tuhan ke tengah-tengah kita, untuk tinggal di dalam kita dan tinggal di dalam kita. Kepada kita, telah dinyatakan bahwa Hikmat Allah telah diturunkan kepada kita melalui Roh Kudus, yang hadir dalam semua kehidupan dan ciptaan, tetapi kita telah menerima kepenuhan karunia-Nya melalui Sakramen Pembaptisan dan Penguatan.
 
  Kebijaksanaan Tuhan telah masuk ke dalam hati kita, tetapi seperti yang disebutkan dalam bagian Kitab Kebijaksanaan, bahwa Hikmat Tuhan hanya berdiam di hati orang-orang yang suci dan adil, yang berarti bahwa mereka yang membiarkan Tuhan memimpin hidup mereka dan mempercayakan diri mereka sendiri. kepada-Nya, mendengarkan dengan penuh perhatian firman dan kebenaran-Nya, maka Kebijaksanaan Tuhan akan menjadi nyata melalui kita dan tindakan kita, dan dengan Kebijaksanaan Tuhan membimbing kita di jalan kita, kita akan dapat berjalan lebih setia di jalan Tuhan.
 
  Melalui Hikmat Tuhan, tindakan, perkataan dan perbuatan kita dapat disucikan dan dibuat sesuai dengan kehendak Tuhan. Dan jika kita lebih memilih untuk mengikuti jalan kita sendiri atau mempertimbangkan hal-hal dengan menggunakan kecerdasan, kekuatan, dan pemahaman kita sendiri, maka dengan sangat cepat kita mungkin berakhir di jalan yang salah, karena kemungkinan besar kita akan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan jalan Tuhan , seperti yang dilakukan oleh banyak orang Farisi dan ahli Taurat pada saat pekerjaan dan pelayanan Tuhan.
 
  Saudara dan saudari dalam Kristus, marilah kita semua merenungkan teladan dan kehidupan yang diberikan kepada kita oleh St. Martinus dari Tours, hamba Allah yang setia. Marilah kita semua terinspirasi oleh kemurahan hati, iman, cinta dan keberaniannya untuk menghidupi imannya sesuai dengan kebenaran Tuhan, dan membiarkan diri kita dibimbing oleh Kebijaksanaan Suci Tuhan, melalui Roh Kudus yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita. Semoga Tuhan memberkati kita semua, sekarang dan selalu, selamanya. Amin.
 
 
Author High Contrast (CC)