Februari 17, 2022

Jumat, 18 Februari 2022 Hari Biasa Pekan VI

Bacaan I: Yak 2:14-24.26 "Sebagaimana tubuh tanpa roh itu mati, demikian pula iman tanpa perbuatan."
   
Mazmur Tanggapan: Mzm 112:1-2.3-4.5-6; R:1 "Berbahagialah orang yang suka akan perintah Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Yoh 15:15b "Kalian Kusebut sahabat-sahabat, sebab kepada kalian Kusampaikan apa saja yang Kudengar dari Bapa."

Bacaan Injil: Mrk 8:34-9:1 "Barangsiapa kehilangan nyawa demi Aku dan Injil, akan menyelamatkan nyawanya." 
 
bacaan kitab suci dapat dibaca pada tautan berikut ini
   
warna liturgi hijau
 
 Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari ini kita mendengar dari Kitab Suci sebuah pengingat bagi kita tentang perlunya kita aktif dalam iman kita, dalam cara kita menjalani hidup kita. Kita semua telah dipanggil untuk menyumbangkan apa pun yang kita bisa untuk upaya dan pekerjaan Gereja. Itulah yang dimaksudkan bagi kita untuk berjalan dengan setia dalam hidup dan mengikuti jalan Tuhan, dan tentang apa menjadi orang Katolik yang sejati. Kita harus melakukan yang terbaik di setiap momen kehidupan kita, bahkan dalam hal-hal terkecil yang kita lakukan dan katakan.

Dalam bacaan pertama kita hari ini, kita mendengar dari Surat Rasul Yakobus kata-kata Rasul Yakobus tentang masalah iman dan perbuatan baik yang berhubungan dengan iman itu. Ini adalah kelanjutan dari apa yang telah dikatakan Rasul Yakobus dalam beberapa hari terakhir, tentang masalah iman dan perbuatan, yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Tanpa iman, perbuatan tidak ada artinya, begitu juga sebaiknya. 
   
Melalui bacaan ini kita diingatkan, bahwa kita sebagai umat Tuhan yang setia, kita tidak boleh bermalas-malasan dan berpikir bahwa setelah kita menerima baptisan, maka kita sudah baik-baik saja dan tidak membutuhkan apa pun. usaha, hanya perlu menunggu Tuhan memberikan kita keselamatan dan kehidupan kekal yang telah Dia janjikan kepada kita. Bukan itu yang Tuhan maksudkan bagi kita. Yang terpenting, kita juga harus menyadari bahwa Tuhan selalu menyuruh kita untuk berbuat baik, menaati hukum dan perintah-Nya, dan menjadi orang benar dalam segala hal, dan semua itu tidak dapat dilakukan dengan kemalasan dan ketidaktahuan.

Dalam satu kesempatan kita mendengar perkataan nabi Yehezkiel bahwa bahkan orang benar yang melakukan dosa harus bertanggung jawab atas dosa-dosa yang dilakukan dan harus menanggung akibatnya dan binasa jika tetap tidak bertobat dan tidak diampuni, dan sebaliknya, orang-orang berdosa yang berusaha untuk bertobat akan diampuni, dosa-dosa mereka akan diselamatkan. Ini selanjutnya menunjukkan betapa iman kita kepada Tuhan tidak menjamin keselamatan kita tanpa kita menjalani iman itu dalam hidup dengan keinginan yang tulus untuk mengasihi Tuhan dan tanpa usaha untuk mencari Tuhan setiap saat.

Memiliki iman kepada Tuhan tidak mencegah kita dari berbuat dosa, dan bahkan setelah dibaptis, kita masih bisa berbuat dosa terhadap Tuhan. Memang, banyak dari dosa-dosa besar yang dilakukan di dunia kita dulu dan sekarang adalah dosa-dosa yang dilakukan oleh orang-orang Kristen yang dibaptis. Pencobaan dan tekanan untuk melakukan dosa akan tetap ada di tengah-tengah kita, dan jika kita tidak menjaga kewaspadaan dan tetap waspada dalam melawan godaan itu, kita mungkin akan jatuh lagi dan lagi ke dalam dosa. Itulah sebabnya iman kita harus aktif dan penuh dengan kontribusi dan upaya sehari-hari. Baptisan bukanlah akhir dari perjalanan melainkan awal dari kehidupan baru di dalam Tuhan.

Dalam perikop Injil kita hari ini, Tuhan Yesus berbicara tentang sesuatu yang serupa ketika kita mendengarkan Dia memberi tahu para murid dan pengikut-Nya apabila mereka ingin mengikuti Dia, maka mereka harus memikul salib mereka dalam hidup dan memikulnya, bersama-sama dengan Dia. Karena itu Tuhan mengingatkan kita akan kata-kata yang sama yang dikatakan St. Yakobus, bahwa iman tanpa perbuatan baik sama saja dengan mati. Tidak akan ada iman yang sejati tanpa dedikasi dan tidak akan ada keselamatan kecuali iman kita murni dan benar.

Oleh karena itu marilah kita semua saling membantu untuk melakukan yang terbaik dalam menjalani hidup kita dengan kepenuhan keinginan untuk melakukan kehendak Tuhan, untuk menempatkan Dia dan kebenaran-Nya di atas segalanya, mendedikasikan diri kita dan setiap momen hidup kita untuk memuliakan Dia dan membawa menyampaikan keselamatan dalam Tuhan kita kepada lebih banyak orang. Karena melalui kita dan teladan hidup, tindakan dan perbuatan kita sendiri, kita dapat melakukan apa yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan, dalam memanfaatkan bakat dan karunia kita, untuk membawa Tuhan dan terang-Nya kepada kita masing-masing.

Semoga Tuhan menyertai kita semua saat kita terus berjalan melalui perjalanan hidup ini sehingga kita dapat ditemukan layak di akhir semua itu. Semoga Tuhan terus menjaga kita, menguatkan kita dengan tekad dan keberanian untuk melawan godaan untuk berbuat dosa, dan pada saat yang sama, memberi kita keberanian dan kekuatan untuk hidup saleh mulai sekarang, jika kita belum melakukannya. Semoga Tuhan memberkati kita semua dan setiap perbuatan baik dan usaha kita, penuh iman kepada-Nya, sekarang dan selamanya. Amin.