Maret 08, 2022

Rabu, 09 Maret 2022 Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Bacaan I: Yun 3:1-10 "Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat."
    

Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.12-13.18-19; R:19b "Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah."

Bait Pengantar Injil: Yl 2:12-13 "Sekarang juga, demikian firman Allah, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, sebab Aku ini pengasih dan penyayang."

Bacaan Injil: Luk 11:29-32 "Angkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus."
    
warna liturgi ungu
 
bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
 Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, dalam perikop Injil kita hari ini, Tuhan telah menunjukkan kepada kita semua model doa yang Dia sendiri telah buat, dalam berdoa kepada Bapa surgawi-Nya, model doa yang kita semua pasti tahu dengan baik. Doa adalah cara kita berkomunikasi dengan Tuhan, berbicara dengan Tuhan, Bapa kita yang pengasih, dan mendengarkan firman-Nya di dalam hati dan pikiran kita.
 
Jika Tuhan adalah Bapa kita, lalu mengapa kita ragu untuk berkomunikasi dengan-Nya dan menghabiskan waktu berkualitas dengan-Nya? Melalui apa yang Dia sendiri telah lakukan, Tuhan mengingatkan kita bahwa kita harus meluangkan waktu untuk berdoa kepada Tuhan dan berdoa dengan cara yang benar, dan dengan watak yang benar dalam hati dan pikiran kita.

Pertama-tama, doa pertama-tama harus tentang bersyukur kepada Tuhan, berterima kasih kepada-Nya untuk semua hal indah yang telah kita terima, tidak peduli bagaimana semua itu. Dan yang paling penting, kita harus mengucap syukur kepada-Nya atas karunia hidup yang terus-menerus yang telah Dia berikan kepada kita. Kita harus berterima kasih kepada-Nya atas semua kesempatan yang telah Dia berikan kepada kita, semua orang yang Dia telah memberkati kita, keluarga kita, teman-teman dan orang-orang terkasih lainnya. Kita harus berterima kasih kepada-Nya untuk semua yang Dia anugerahkan kepada kita meskipun kita sering mengkhianati-Nya untuk berhala-berhala palsu dalam hidup.

Kemudian, doa juga tentang mendengarkan Tuhan dan bukan hanya ingin atau bahkan menuntut Tuhan untuk mendengarkan kita. Ini tentang membuka hati, pikiran, dan indera kita untuk memungkinkan komunikasi yang tulus antara kita dan Tuhan. Jika kita hanya ingin Tuhan mendengarkan kita dan kita tidak mau mendengarkan Dia, maka itu sama sekali bukan komunikasi. Doa kita malah menjadi litani tuntutan yang kita ajukan kepada Tuhan dan kita memaksakan kehendak kita pada Tuhan. Bagaimana mungkin, karena kita hanyalah ciptaan belaka, berani menuntut Tuhan Allah dan Pencipta kita?

Dan kemudian, doa juga merupakan sarana yang dengannya kita juga mencari pengampunan dan belas kasihan Tuhan, saat kita meminta Dia untuk mengampuni kita dari banyak dosa kita. Hanya dengan kasih karunia Allah saja kita dapat diampuni, dan kita yang berdosa membutuhkan pengampunan Allah, agar kita dapat diperdamaikan dengan-Nya. Tuhan akan mengampuni dosa-dosa kita, selama kita sendiri belajar untuk saling mengampuni dosa dan kesalahan satu sama lain, seperti yang disebutkan dalam Doa Bapa Kami. Kita merendahkan diri kita sebagai orang berdosa, semua membutuhkan rekonsiliasi dengan Tuhan yang sangat dibutuhkan.

Saudara-saudari di dalam Kristus, kita harus memupuk di dalam diri kita kebiasaan doa yang baik dan benar, doa yang tulus dari hati kita dan bukan doa yang hanya diucapkan tanpa makna atau pengertian. Masa Prapaskah ini adalah waktu bagi kita untuk merenungkan secara mendalam tentang diri kita sendiri dan jalan hidup kita. Kita harus ingat bahwa kita sekarang memiliki kesempatan bagi kita untuk kembali kepada Tuhan dan merebut kembali posisi kehormatan kita, dipenuhi dengan kasih karunia Allah melalui rekonsiliasi kita dengan-Nya. Masa Prapaskah ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk mengarahkan kembali fokus dan perhatian kita sekali lagi kepada Tuhan.
   
  Marilah kita semua memanfaatkan kesempatan yang baik ini selama masa Prapaskah yang penuh berkat ini untuk semakin dekat dengan Tuhan. Tuhan memberkati. Amin.