Maret 07, 2022

Selasa, 08 Maret 2022 Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Bacaan I: Yes 55:10-11 "Firman-Ku akan melaksanakan apa yang Kukehendaki."
   

Mazmur Tanggapan: Mzm 34:4-5.6-7.16-17.18-19; R:18b "Tuhan melepaskan orang benar dari segala kesesakannya."

Bait Pengantar Injil: Mat 4:4b "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Bacaan Injil: Mat 6:7-15 "Yesus mengajar murid-murid-Nya berdoa."
   
     warna liturgi ungu
 
bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 

Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, melalui bacaan Kitab Suci hari ini kita diingatkan akan kasih Allah yang luar biasa dan paling indah yang dengannya Dia dengan murah hati memelihara kita dan menyediakan bagi kita dan kebutuhan kita. Dia telah mengasihi kita semua seperti seorang ayah mengasihi semua anak-anaknya, dan sejauh itu, Dia telah memberi kita jaminan kebahagiaan sejati dan sukacita kekal melalui Putra-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dan Juruselamat kita.

Dan dalam bacaan pertama kita hari ini dari Kitab nabi Yesaya, kita mendengar nubuat tentang kedatangan Kristus, yang sesungguhnya adalah Firman Allah yang disebutkan dalam perikop nabi Yesaya itu. Nabi berbicara tentang Tuhan mengirimkan Firman-Nya ke dunia dan bagaimana Firman tidak akan kembali kepada-Nya sebelum Dia melakukan kehendak Bapa surgawi-Nya, yang membawa keselamatan bagi semua orang dari segala bangsa. Tuhan mengutus Putra-Nya untuk menyatakan kepada kita belas kasihan dan kasih-Nya yang paling indah, dan untuk mengumpulkan kita semua, sebagai Gembala yang mengumpulkan semua domba yang hilang.

Dan dengan demikian, kita telah melihat kemuliaan dan kasih Allah dinyatakan kepada kita melalui Kristus, Putra Allah dan Sabda Ilahi yang menjelma, yang dengan mengambil sifat dan keberadaan manusiawi kita yang rendah hati, mempersatukan kita dengan diri-Nya, dan dengan berbagi dalam kemanusiaan kita, telah menjadikan kita semua sebagai putra dan putri angkat Allah, Bapa surgawi kita. Sama seperti Kristus adalah Anak Allah, dan sebagai Anak Manusia adalah seperti saudara bagi kita, bahwa kita telah berbagi dalam hubungan yang Dia miliki dengan Bapa-Nya di surga, dan dengan demikian, menjadi orang-orang yang Allah kasihi dan panggil menjadi milik-Nya sendiri.

Dan mengumpulkan kita semua, Tuhan Yesus juga mengajari kita apa artinya menjadi murid sejati dan pengikut-Nya, mengabdi kepada Allah, hukum, jalan, dan perintah-Nya. Kemudian, dalam perikop Injil kita hari ini, kita mendengar Tuhan berbicara kepada murid-murid-Nya dan mengajar mereka semua bagaimana berdoa kepada Bapa surgawi mereka, kepada Tuhan, Allah mereka. Inilah doa yang sekarang kita kenal sebagai Doa Bapa Kami, yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri, atau Pater Noster dalam berbagai bahasa, yang berarti 'Bapa Kami'.

Melalui doa yang Tuhan ajarkan kepada kita, Dia ingin mengajari kita bahwa berdoa adalah agar kita berbicara, berkomunikasi dan berinteraksi dengan Bapa kita sendiri yang terkasih, Dia yang telah begitu mengasihi kita. Dan inti dari doa adalah salah satu komunikasi dan kesediaan untuk terlibat dalam percakapan yang bermakna dan menghabiskan waktu dengan Tuhan, untuk memuji-Nya dan bersyukur kepada-Nya untuk semua hal indah yang telah dilakukan-Nya bagi kita, dan untuk memohon pengampunan-Nya bagi kita. banyak kesalahan dan kesalahan.

Semua itu tertuang dalam Doa Bapa Kami, sebuah doa yang berisi ucapan syukur, permohonan, pemuliaan Tuhan dan komunikasi menjadi satu. Melalui doa itu, Tuhan Yesus ingin mengajar kita berdoa dengan cara yang benar, bukan berdoa seolah-olah kita sedang mencari hal-hal yang ajaib dan ajaib terjadi pada kita dengan meminta Tuhan melakukan sesuatu untuk kita. Tuhan bukanlah pemberi keajaiban atau pemberi harapan bahwa kita hanya bisa meminta sesuatu atau lebih buruk lagi, menuntut sesuatu.

Dan dengan ini, kita semua diingatkan dan diminta untuk merenungkan iman dan kehidupan kita sendiri selama ini. Apakah cara hidup kita sejauh ini benar-benar mencerminkan pemuridan Kristen yang sejati? Sudahkah kita memiliki hubungan yang baik dan sehat dengan Tuhan, kehidupan doa yang teratur dan komunikasi yang konstan dengan Tuhan? Atau apakah kita telah membiarkan iman kita layu dan sia-sia, berdiam diri dan tidak memiliki komitmen yang tulus untuk mengasihi Tuhan?

Sudahkah kita mengingat Tuhan hanya pada saat putus asa dan sangat membutuhkan, saudara-saudari di dalam Kristus? Atau apakah kita secara konsisten dan terus-menerus telah berupaya untuk memperkuat hubungan kita dengan-Nya melalui doa dan amal, dengan mendengarkan Dia di lubuk hati kita dan dalam berbicara kepada-Nya, untuk mengetahui apa yang Dia telah memanggil kita untuk lakukan dengan hidup kita? Hari ini kita semua dipanggil untuk merenungkan ini dengan hati-hati saat kita melihat bagaimana bergerak maju dalam hidup.
  
Saudara-saudari terkasih, melalui masa Prapaskah ini kita telah diberi kesempatan yang sangat baik ini untuk mengevaluasi kembali hidup kita dan untuk mempertimbangkan kembali bagaimana cara kita menjalani iman Kristen kita. Apakah kita bersedia untuk menyerahkan diri kita secara baru kepada Tuhan, dengan memperdalam keberadaan spiritual kita melalui doa, melalui kemurahan hati dan kasih dalam semua urusan hidup kita? Marilah kita semua memperdalam hubungan kita dengan Tuhan, dan memanfaatkan masa Prapaskah ini dengan sebaik-baiknya untuk membawa diri kita semakin dekat kepada Tuhan, untuk menjadi anak-anak-Nya yang terkasih dan layak.

Semoga Tuhan memberkati kita selalu, dan semoga Dia menguatkan iman kita dan semoga Dia membimbing kita semua ke jalan menuju kehidupan abadi, kebahagiaan sejati dan sukacita bersama-Nya. Semoga Tuhan selalu bersama kita, sekarang dan selamanya. Amin.