April 27, 2022

Kamis, 28 April 2022 Hari Biasa Pekan II Paskah

Bacaan I: Kis 5:27-33 "Kami adalah saksi dari segala sesuatu dan Roh Kudus."
     

Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2.9.17-18.19-20; R: 7a "Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkan."

Bait Pengantar Injil: Yoh 20:29 "Karena telah melihat Aku, engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya."

Bacaan Injil: Yoh 3:31-36 "Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya."
 
warna liturgi putih

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

     
 Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan pertama kita hari ini, kita mendengar tentang konfrontasi antara para Rasul Tuhan dan Imam Besar, para anggota Sanhedrin. Sanhedrin yang dipimpin oleh Imam Besar telah menangkap dan mengumpulkan para Rasul, yang sebelumnya telah ditangkap karena memberitakan tentang Tuhan Yesus di antara orang-orang Yerusalem, dan ketika mereka secara ajaib lolos dari penjara dan sekali lagi mewartakan kebenaran dan kebangkitan Tuhan, Sanhedrin menangkap mereka lagi dan mencoba menekan dan memaksa mereka untuk tidak berkhotbah lagi dalam Nama Tuhan di bawah kata-kata keras dan ancaman penganiayaan. Namun, tidak seorang pun dari mereka yang dapat membujuk para Rasul untuk melakukan sebaliknya, karena mereka percaya kepada Tuhan dan pemeliharaan-Nya.
 
  Mereka menolak untuk mematuhi perintah Imam Besar dan Sanhedrin, dan juga menolak untuk dipaksa atau ditekan oleh ancaman mereka, karena mereka adalah hamba Allah dan diberi tugas oleh Tuhan untuk menginjili seluruh dunia. Mereka diutus oleh Tuhan dan telah dikuatkan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi-Nya di antara bangsa-bangsa, dan mereka tidak akan mundur atau dibungkam oleh ancaman penguasa dunia atau siapa pun yang menentang Tuhan dan pekerjaan-Nya di antara mereka. umat Tuhan. Mereka menaati Tuhan daripada perintah manusia, dan mereka menderita dengan bahagia demi Dia, karena melalui mereka banyak yang akan diselamatkan.
 
Dalam perikop Injil kita hari ini, kita mendengarkan firman Tuhan Yesus dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, salah satu anggota Sanhedrin yang bersimpati kepada-Nya dan ajaran-Nya, dan yang menjadi salah satu murid rahasia-Nya. Tuhan mengungkapkan kepada Nikodemus dalam pertemuan malam mereka bahwa Tuhan telah begitu mengasihi dunia sehingga Dia memberi Putra-Nya yang paling terkasih, Diri-Nya sendiri yang ada di sana dan kemudian berbicara tentang kehidupan baru dan kekal yang telah Dia bawa dan janjikan kepada semua orang. kita, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa tetapi akan hidup dengan sukacita sejati bersama Tuhan dalam kebahagiaan yang abadi dan sejati.
 
  Kepercayaan kita kepada Yesus juga disertai dengan tanggung jawab. Kita dipanggil untuk mewartakan Injil dan, yang lebih penting, dengan perbuatan kita. Kita harus menghidupi iman kita, bukan sekadar mengakui iman kita kepada Yesus. Sama seperti Yesus menugaskan murid-murid-Nya untuk “pergi dan memberitakan Injil,” Yesus juga mengutus kita untuk menjalankan Injil dan untuk memberitakan Injil dalam kata dan perbuatan. Ini adalah panggilan kita, tantangan kita dan hadiah kita. Bagaimana kita akan merespon? Akankah kita maju dan menyebarkan Injil melalui perkataan dan teladan? Marilah kita semua melakukan yang terbaik, dalam apa pun yang dapat kita lakukan, bahkan dalam hal-hal terkecil yang dapat kita sumbangkan. Semoga Tuhan menyertai kita selalu, dan semoga Dia menguatkan kita semua agar kita selalu hidup layak di hadirat-Nya, sekarang dan selama-lamanya. Amin.
 
 
Credit: wideonet/istock.com