April 11, 2022

Selasa, 12 April 2022 Hari Selasa dalam Pekan Suci

Bacaan I: Yes 49:1-6 "Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."
        

Mazmur Tanggapan: Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15.17 "Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, ya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: "Salam, ya Raja kami yang setia kepada Bapa; Engkau dibawa untuk disalibkan, tidak membuka mulut seperti domba yang dibawa ke pembantaian."

Bacaan Injil: Yoh 13:21-33.36-38 "Salah seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku ... Sebelum ayam jantan berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali."
       
        warna liturgi ungu
 
 Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari ini kita merenungkan Sabda Tuhan yang berbicara kepada kita mengenai pekerjaan Tuhan dalam menebus orang-orang yang dikasihi-Nya. Kita semua telah diingatkan akan segala sesuatu yang telah dilakukan Tuhan demi kita, dengan mengutus Putra-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus, ke dunia ini untuk menjadi Tuhan dan Juruselamat kita. Melalui Kristus kita telah menerima jaminan hidup kekal dan kebahagiaan sejati, dan ketika kita semakin dekat ke puncak Pekan Suci pada Triduum Paskah, kita semua dipanggil untuk mendekat kepada Tuhan dan menjalani hidup kita lebih layak bagi Dia mulai dari sekarang.

Dalam bacaan pertama kita hari ini, dari kitab nabi Yesaya kita mendengar Sabda Tuhan berbicara kepada umat-Nya, sekali lagi tentang nubuatan Mesias atau Juru Selamat dari Allah yang membuat Yesaya terkenal. Tuhan mengingatkan umat-Nya bahwa Dia akan datang ke tengah-tengah mereka dan menyediakan bagi mereka semua yang mereka butuhkan, dan bahwa Dia akan mengumpulkan mereka kembali sekali lagi ke dalam pelukan dan hadirat-Nya, dan mereka tidak akan pernah terpisah dari Dia lagi, karena melalui Kristus, Putra-Nya, Dia telah menunjukkan kepada kita jalan menuju terang dan hidup yang kekal.

Yesaya berbicara dengan jelas tentang Kristus dan kedatangan-Nya ke dunia ini, dan bagaimana Dia akan mengumpulkan semua umat Allah kembali kepada-Nya, dan apa yang Yesaya juga bicarakan adalah bagaimana Juruselamat yang sama ini harus menderita penolakan, penghinaan dan penganiayaan dari mereka yang menolak percaya kepada-Nya dan tetap keras kepala di jalan mereka. Tuhan akan tetap bekerja dan bekerja keras untuk mencapai semua itu karena Dia benar-benar mengasihi kita semua tanpa syarat. Dia ingin kita dipersatukan kembali dengan-Nya dan tidak hilang selamanya dari-Nya.

Itulah sebabnya, Dia rela menerima sengsara-Nya, mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi pada-Nya. Dia tahu bahwa Dia harus menanggung penderitaan yang paling buruk, penghinaan yang paling buruk, harus menanggung kata-kata dan cacian yang kasar, tentangan dan perlakuan yang paling buruk, untuk diperlakukan lebih rendah dari manusia, dan dikhianati oleh salah satu murid terdekat-Nya sendiri, Yudas Iskariot si pengkhianat.

Dalam perikop Injil kita hari ini, itulah yang kita ketahui, ketika kita membaca Injil hari ini bagaimana Tuhan mengungkapkan apa yang harus Dia tanggung, dan mengungkapkan pengkhianatan Yudas Iskariot, yang pada waktu itu sudah memiliki niat untuk mengkhianati Tuhan dan sudah dinaungi Iblis di dalam dirinya, menggodanya dan mendorongnya untuk mengkhianati Tuhan Yesus. Yudas Iskariot menyerah pada godaan dan keinginannya, dan dengan egois mengantongi uang dari perbendaharaan kelompoknya sendiri yang berada di bawah tanggung jawabnya, mungkin tidak akan sulit baginya untuk tergoda untuk mengkhianati Tuhan demi sejumlah uang yang disediakan oleh imam-imam kepala dan tua-tua.

Saudara dan saudari dalam Kristus, saat kita memasuki lebih dalam misteri Pekan Suci, kita semua harus meluangkan waktu untuk merenungkan tindakan kita sepanjang hidup selama ini. Sudahkah kita menjalani hidup kita bertentangan dengan kehendak dan kebenaran Tuhan? Sudahkah kita hidup bertentangan dengan Tuhan dan kesabaran-Nya yang konsisten untuk selalu menjangkau kita? Pernahkah kita seperti anak hilang yang sering menolak mendengarkan orang tua kita? Tuhan selalu baik kepada kita, namun kita selalu menolak dan menolak tawaran kasih-Nya yang murah hati.

Mari kita semua menghabiskan waktu Pekan Suci ini untuk menemukan kembali cinta kita kepada Tuhan, dan melakukan yang terbaik. Janganlah kita lagi mengeraskan hati kita atau membiarkan iblis menyesatkan kita ke jalan pemberontakan dan dosa. Marilah kita berpaling dari cara-cara jahat dunia ini dan semua yang telah menghalangi kita untuk sepenuhnya mengikuti Tuhan dan kasih-Nya. Pekan Suci ini kita berulang kali diingatkan akan segala sesuatu yang telah Tuhan lakukan demi kita, karena Dia benar-benar sangat mengasihi kita, sehingga Dia rela memikul Salib-Nya, untuk menanggung beban dosa-dosa kita ke atas diri-Nya.

Semoga kita semua menjauhkan diri dari kejahatan dunia kita dan berusaha untuk menjadi murid dan pengikut Tuhan yang lebih baik dan lebih setia dalam semua kehidupan kita, dalam semua tindakan kita. Semoga kita menjadi panutan yang baik dan inspirasi bagi satu sama lain dalam bagaimana kita berperilaku. Biarkan perayaan dan tindakan Pekan Suci kita membantu kita untuk memperdalam hubungan kita dengan Tuhan dan mengikuti Dia mulai sekarang dengan semangat dan dedikasi yang semakin besar. Amin. 


Author
Alsace, Haut-Rhin (cc)