Juli 06, 2022

Kamis, 07 Juli 2022 Hari Biasa Pekan XIV

Bacaan I: Hos 11:1,3-4,8c-9 "Hati-Ku berbalik dari segala murka."

Mazmur Tanggapan: Mzm 80:2ac.3b.15-16

Bait Pengantar Injil: Mrk 1:15 "Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil."

Bacaan Injil: Mat 10:7-15 "Kamu telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berilah pula dengan cuma-cuma."
 
warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
   

Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, 

Dalam bacaan pertama kita hari ini, kita mendengar dari nabi Hosea, firman Tuhan yang meyakinkan umat-Nya akan kasih yang selalu Ia miliki bagi mereka, dan bagaimana Ia akan terus mengasihi mereka dan menyediakan bagi mereka, seperti yang telah Ia lakukan dalam masa lalu meskipun mereka telah durhaka dan durhaka terhadap-Nya. Tuhan menyoroti dosa dan kejahatan yang telah dilakukan orang-orang, dalam menyembah dewa dan berhala kafir, dalam menganiaya para nabi dan hamba yang telah Tuhan utus ke tengah-tengah mereka untuk mengingatkan mereka dan membimbing mereka kembali ke jalan yang benar. Terlepas dari semua ini, Tuhan masih mengasihi mereka dan menginginkan mereka untuk diperdamaikan dengan-Nya.

Namun, dosa dan pelanggaran orang-orang masih harus ditangani dan diselesaikan. Mereka tidak dapat terus berada dalam dosa, dan selama mereka tetap dengan keras kepala tetap berada di jalan mereka, mereka harus menanggung akibatnya. Jika kita ingat apa yang nabi Hosea katakan dalam kesempatan lain sepanjang perikop minggu ini, di bagian lain dari bukunya, maka kita juga harus ingat bahwa Tuhan juga memberi tahu umat-Nya tentang konsekuensi dari dosa dan pelanggaran mereka yang terus berlanjut, bahwa mereka akan dicabut dari tanah nenek moyang mereka, kota-kota mereka hancur dan mereka tersebar di seluruh bangsa.

Melalui apa yang telah kita dengar dalam bacaan pertama kita hari ini, kita dapat melihat bahwa Allah memang seperti Bapa bagi kita semua, umat-Nya. Sebagai Bapa kita, Dia tentu mengasihi kita semua, seperti yang Dia tunjukkan kepada bangsa Israel melalui kata-kata nabi Hosea dan tindakan yang telah Dia lakukan untuk nenek moyang mereka di masa lalu. Tetapi pada saat yang sama, sebagai seorang Bapa yang sangat mengasihi anak-anak-Nya, Dia juga tidak ingin salah satu dari kita anak-anak-Nya terjerumus ke jalan yang salah. Oleh karena itu, seperti yang seharusnya dilakukan oleh setiap ayah dengan benar, kadang-kadang, ada kebutuhan bagi kita untuk didisiplinkan dan untuk memahami dan merasakan, untuk mengalami konsekuensi dari kesalahan kita.

Dan Tuhan tidak melakukannya karena Dia membenci kita. Sebaliknya, justru karena cinta yang Dia miliki untuk kita, Dia telah menjangkau kita dengan cinta yang sama. Dia mengasihi kita sedemikian rupa sehingga Dia ingin kita semua belajar bahwa agar kita benar-benar layak disebut anak-anak-Nya dan umat-Nya, maka kita masing-masing harus melakukan apa yang kita bisa, dalam bidang dan kapasitas kita masing-masing, dalam apapun panggilan dan panggilan yang kita miliki dalam hidup, aktif dalam menghayati iman kita, dan menjadi teladan dalam setiap perkataan, tindakan dan perbuatan kita, dalam interaksi kita satu sama lain sehingga setiap orang memang dapat mengenali Tuhan yang hadir melalui kita.

Itulah sebabnya kita semua dipanggil seperti yang kita dengar dalam perikop Injil kita hari ini, untuk menjadi murid dan saksi-Nya yang setia, seperti orang-orang yang diutus Tuhan Yesus sendiri ke hadapan-Nya, untuk pergi ke banyak tempat di mana Dia sendiri akan pergi. kunjungi, dan lain-lain, sehingga mereka dapat mewartakan Kabar Baik kebenaran kepada lebih banyak orang yang belum mengenal mereka. Tuhan memanggil murid-murid itu untuk melakukan kehendak-Nya, dan mereka pergi, mengabdikan diri mereka untuk pelayanan mereka. Dengan cara yang sama, kita semua juga dipanggil oleh Tuhan dengan cara yang sama, untuk berbalik melawan dosa lama kita, dan dengan sepenuh hati mengikuti jalan dan kebenaran-Nya.

Tuhan telah memanggil kita semua, anak-anak-Nya dan umat-Nya untuk mengikuti Dia dan menjangkau orang lain yang belum mengenal Dia. Dan cara terbaik bagi kita untuk melakukannya, adalah dengan menjalani hidup kita dengan setia dengan cara terbaik yang bisa kita lakukan. Kita harus menjadi teladan yang baik sehingga kita dapat menjadi inspirasi bagi semua orang yang kita temui dalam hidup, atau jika kita tidak melakukannya, atau lebih buruk lagi, melakukan hal-hal yang bertentangan dengan iman kita, maka kita mungkin berakhir berbalik, orang menjauh dari Tuhan dan mencegah mereka menemukan jalan menuju keselamatan dan kasih karunia Tuhan.

Saudara dan saudari di dalam Kristus, marilah kita semua karena itu berusaha untuk menjalani kehidupanyang baik mulai sekarang. Marilah kita semua tidak lagi mudah terombang-ambing oleh kerusakan dosa, dan oleh banyak godaan keinginan duniawi. Semoga Tuhan membantu kita dan menguatkan kita sehingga kita masing-masing dapat semakin dekat kepada-Nya, dan kita dapat bertumbuh semakin kuat dalam iman kita, sekarang dan selama-lamanya. Amin.
        
Robert-Cheaib-CC