Agustus 04, 2022

Jumat, 05 Agustus 2022 Hari Biasa Pekan XVIII

Bacaan I: Nahum 1:15; 2:2; 3:1-3, 6-7 "Celakalah kota penumpah darah."
   

Kidung Tanggapan: Ul 32:35cd-36ab.39abcd.41 "Tuhanlah yang mematikan, Tuhan pulalah yang menghidupkan."

Bait Pengantar Injil: Mat 5:10 "Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah."

Bacaan Injil: Mat 16:24-28 "Setiap orang akan dibalas setimpal dengan perbuatannya."

warna liturgi hijau

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
    
Untuk sebuah kerajaan yang bertahan sekitar tahun 1500 dapat dikatakan sangat luar biasa menurut standar modern. Tetapi bahkan di dunia kuno, untuk sebuah kerajaan bertahan selama itu tentu saja mengesankan.

Kekaisaran Asyur berlangsung selama lebih dari 1500 tahun dan ibukotanya Niniwe berada di Irak modern. Kekaisaran mulai runtuh pada 612 SM dengan munculnya kekaisaran Babilonia.

Bacaan pertama diambil dari Nabi Nahum. Namanya berarti "penghibur". Dia bernubuat tentang akhir kerajaan Asyur dan kehancuran ibukotanya Niniwe.

Dia menyatakan perdamaian ke Yehuda dan untuk merayakan pesta mereka karena Asyur akan jatuh dan dihancurkan, seperti yang dia nubuatkan dalam bacaan pertama.

Tetapi bagi orang Yehuda, dibutuhkan banyak iman dan keberanian untuk mempercayai nubuatan itu karena mereka telah melihat bagaimana Asyur menghancurkan Samaria pada tahun 722 SM dan mendeportasi semua penduduknya sehingga Kerajaan Israel Utara tidak ada lagi. Maka Kerajaan Selatan Yehuda sedang menunggu dengan takut akan giliran mereka.

Seperti halnya kebangkitan dan kejatuhan kerajaan dan kerajaan, kerajaan Asyur jatuh dan apa yang tersisa darinya sekarang adalah beberapa artefak dari kerajaan masa lalu.

Itu hanya mengulangi apa yang Yesus katakan tentang apa yang mendapatkan keuntungan utama dengan memenangkan seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya dan apa yang dapat diberikan seseorang sebagai ganti nyawanya.

Segala pencapaian-pencapaian serta penghargaan kita tidak akan ada artinya dan tidak berarti apa-apa jika tidak dilakukan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Kehendak Tuhan adalah agar kita meninggalkan diri kita sendiri dan memikul salib kita dan mengikuti Yesus. Di salib ada penghiburan kita dan juga kemuliaan kita. Tidak ada keuntungan materi yang dapat ditawarkan sebagai gantinya. Di dalam salib kita menemukan kedamaian dan keselamatan kita.

SiouxFall Diocese