September 08, 2022

Jumat, 09 September 2022 Hari Biasa Pekan XXIII

Bacaan I: 1Kor 9:16-19.22b-27 "Bagi semua orang aku menjadi segala-galanya, untuk menyelamatkan mereka semua."

Mazmur Tanggapan: Mzm. 84:3.4-5-6.8.12 "Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam!"

Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17b, 17a  "Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran."

Bacaan Injil: Luk 6:39-42 "Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta?"
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
Apakah kita memiliki pandangan yang jernih, terutama dalam persepsi kita tentang dosa dan kebutuhan setiap dari kita untuk melihat diri kita sendiri dengan benar sebagaimana Tuhan melihat kita - dengan kesalahan, kelemahan, dan kekuatan kita? Apa yang dapat kita pelajari dari ilustrasi pemandu yang buta dan mata yang buruk? Mata yang buruk tidak diobati dan pemandu buta dapat menyebabkan banyak masalah yang hanya akan berakhir dengan kesengsaraan dan bencana bagi kita! Kita hanya dapat membantu dan mengajarkan kepada orang lain apa yang telah kita pelajari dan terima dari guru dan pembimbing yang bijaksana. Dan bagaimana kita dapat membantu orang lain mengatasi kesalahan mereka jika kita dibutakan oleh kesalahan-kesalahan persepsi kita sendiri? Kita semua membutuhkan seorang tabib yang dapat membantu kita mengatasi titik buta dan kegagalan karena dosa, kelemahan, dan ketidaktahuan kita sendiri.
 
Injil Lukas, dengan pemahaman yang tajam, menggambarkan Yesus sebagai tabib yang baik dan gembala jiwa-jiwa yang mencari mereka yang menginginkan kesembuhan, pengampunan, dan pemulihan tubuh, pikiran, dan jiwa. Yesus datang untuk membebaskan kita dari penindasan yang paling buruk - perbudakan dosa, ketakutan, dan penghukuman. Seperti seorang dokter yang lembut dan terampil, Tuhan Yesus mengekspos kanker dosa, kejahatan, dan penindasan dalam hidup kita sehingga kita dapat dibebaskan dan dipulihkan ke keutuhan. Sebuah langkah kunci untuk penyembuhan dan pemulihan mengharuskan kita terlebih dahulu tunduk pada dokter yang dapat menyembuhkan kita. Tuhan Yesus adalah Tabib agung kita karena Dia menyembuhkan seluruh pribadi - jiwa dan tubuh, pikiran dan hati - dan memulihkan kita kepada kehidupan yang berkelimpahan baik sekarang maupun untuk zaman yang akan datang dalam Kerajaan-Nya yang kekal.
   
Tuhan Yesus ingin menyembuhkan dan memulihkan kita kepada keutuhan, bukan hanya untuk kepentingan kita sendiri saja. Dia juga ingin kita menjadi alat penyembuhan, pengampunan, dan pemulihan bagi orang lain juga. Apa yang dapat menghalangi kita untuk membantu orang lain mendekat kepada Yesus Sang Tabib ilahi? Para rabi mengajarkan: "Dia yang menilai sesamanya dengan baik akan dihakimi dengan baik oleh Tuhan." Betapa mudahnya salah menilai orang lain dan betapa sulitnya bersikap tidak memihak dalam memberikan penilaian yang baik. Penilaian kita terhadap orang lain biasanya "melenceng" karena kita tidak dapat melihat ke dalam diri orang lain, atau kita tidak memiliki akses ke semua fakta, atau kita terombang-ambing oleh naluri dan reaksi yang tidak masuk akal terhadap orang lain. Lebih mudah mencari kesalahan orang lain daripada diri sendiri. Semangat kritis dan menghakimi menghancurkan daripada menyembuhkan, menindas daripada memulihkan, menolak daripada menarik. "Memikirkan yang terbaik dari orang lain" diperlukan jika kita ingin tumbuh dalam kasih.   
 
Yesus menyatakan prinsip surgawi yang dapat kita pertaruhkan dalam hidup kita: apa yang kita berikan kepada orang lain (dan bagaimana kita memperlakukan orang lain) akan kembali kepada kita masing-masing (Markus 4:24). Tuhan mengetahui kesalahan kita dan Dia melihat semua, bahkan ketidaksempurnaan dan dosa hati yang tidak dapat kita kenali di dalam diri kita sendiri. Seperti seorang Bapa yang lembut dan dokter yang terampil, dia dengan sabar menarik kita ke kursi belas kasihan-Nya dan menghilangkan kanker dosa yang mendiami hati kita. Apakah Anda percaya pada belas kasihan dan kasih karunia Allah? Mintalah Tuhan untuk membanjiri hati Anda dengan cinta kasih dan belas kasihan-Nya sehingga Anda hanya memiliki ruang untuk amal, kesabaran, dan kebaikan terhadap sesama kita.
Siouxfall Diocese