Oktober 16, 2022

Senin, 17 Oktober 2022 Peringatan Wajib dari Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir

Bacaan I: Ef 2:1-10 "Tuhan telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus, dan telah memberi kita tempat di surga bersama dengan Dia."  

Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2-5; Ul: lh. 3c "Tuhanlah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita."

Bait Pengantar Injil: Mat 5:3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga."

Bacaan Injil: Luk 12:13-21 "Bagi siapakah nanti harta yang telah kausediakan itu?"
      
 
warna liturgi merah 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari ini ketika kita membaca dan merenungkan kata-kata Kitab Suci, kita semua diingatkan akan belas kasihan Allah yang luar biasa yang melaluinya kita masing-masing telah menerima jaminan hidup dan keselamatan kekal, semua dari kita yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. Kita semua harus ingat bagaimana Tuhan memelihara kita dan bagaimana Dia memperlakukan kita sebagai orang yang benar-benar berharga, sebagai anak-anak-Nya sendiri, sehingga kita akan ingat bahwa kita harus tetap fokus kepada-Nya dan bukan pada hal-hal duniawi dan segala sesuatu yang dapat dengan mudah mengalihkan perhatian kita di jalan dan perjalanan kita menuju keselamatan dan hidup kekal-Nya.

Dalam bacaan pertama kita hari ini, kita mendengar kata-kata St. Paulus mengingatkan semua umat Allah di sana tentang segala sesuatu yang telah Tuhan lakukan bagi mereka, di keberuntungan besar mereka karena telah diselamatkan dan ditebus oleh Tuhan, Guru, Juruselamat dan Penebus mereka. Mereka semua pantas menerima kematian dan kehancuran, kutukan dan neraka, namun, Tuhan mengasihani mereka dan karena Dia begitu penuh kasih, dan bagi kita semua pengingat ini memiliki tujuan yang sama, karena kasih Tuhan adalah meluas kepada kita semua, terlepas dari latar belakang kita dan betapa besar dosa kita dalam kehidupan kita masing-masing.
 
Rasul Paulus sendiri menyoroti betapa jatuh dan celakanya sifat dan keberadaan manusiawi kita, namun, karena kasih dan belas kasihan Tuhan, kita semua telah menerima kesempatan hidup baru, harapan baru dan pembebasan dari jalan turun menuju kehancuran. Rasul Paulus mendorong kita semua seperti yang dia lakukan kepada umat beriman di Efesus, mengingatkan kita betapa besar dan kayanya rahmat dan belas kasihan Tuhan. Tetapi pada saat yang sama, kita juga tidak boleh menerima kasih dan belas kasihan-Nya begitu saja, atau kita akan berakhir dengan menolak kemajuan kasih dan belas kasihan Tuhan ini, seperti yang terjadi pada banyak pendahulu kita, yang tertangkap basah. dalam kesombongan, ego dan keserakahan mereka sehingga mereka mengabaikan Tuhan dan belas kasihan-Nya.

Dalam perikop Injil kita hari ini, kita kemudian merenungkan tentang firman Tuhan yang berbicara kepada murid-murid-Nya dengan menggunakan contoh seorang kaya yang meminta Dia untuk menghakimi dan mendukung dia atas bagian warisannya terhadap saudara-saudaranya sendiri. Tuhan Yesus kemudian juga menyebutkan sebuah perumpamaan tentang seorang kaya yang diliputi kekhawatiran dan disibukkan dengan keserakahan dan keinginannya, memikirkan bagaimana dia dapat mengumpulkan lebih banyak kekayaan apa pun yang telah dia kumpulkan hingga saat itu. Tuhan menyimpulkan perumpamaan dan cerita itu dengan peringatan tentang bagaimana bahkan orang kaya itu akan menemui ajalnya, karena jika Tuhan menghendakinya, hidupnya dapat berakhir di sana dan kemudian, dan tidak ada apa pun dari apa yang telah dia kumpulkan akan menemaninya.

Saudara-saudari terkasih di dalam Kristus, apa yang Tuhan ingin kita pelajari dari petikan-petikan ini hari ini? Melalui Gereja-Nya dan Kitab Suci hari ini, Tuhan ingin kita tahu bahwa kita harus waspada dengan diri kita sendiri dan dengan banyak godaan yang pernah hadir di sekitar kita, jangan sampai kita tergoda untuk meninggalkan Dia dan kasih-Nya demi kemuliaan duniawi, kekayaan materi, ketenaran, harta benda, pujian manusia, status dan banyak hal lain di dunia ini yang sering mengalihkan perhatian kita dan menyeret kita menjauh dari jalan Tuhan dan ke jalan menuju kutukan dan kehancuran. Kita sering terlena dengan keinginan duniawi ini dan akhirnya melupakan Tuhan, tentang kasih-Nya. 

Saudara dan saudari dalam Kristus, semoga Tuhan terus membimbing dan menguatkan kita dalam hidup, agar kita dapat bertahan dalam tantangan dan pencobaan hidup, terutama ketika iman kita kepada-Nya diuji dan ketika kita menghadapi kesulitan dalam hidup. Kita harus tetap teguh dalam iman dan komitmen kita kepada Tuhan, mengingat kesetiaan-Nya pada Perjanjian yang telah Dia buat dengan kita, cinta yang telah Dia berikan dengan murah hati kepada kita dan belas kasihan yang dengannya Dia dengan rela mengampuni dosa-dosa kita. Karena itu marilah kita semua menyerahkan diri kita kembali kepada Tuhan dan selalu berusaha untuk menjalani hidup baru mulai sekarang, tanpa dosa lagi. Semoga Tuhan memberkati kita dan tetap bersama kita selalu, sekarang dan selamanya. Amin.