November 10, 2022

Jumat, 11 November 2022 Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours, Uskup

Bacaan I: 2Yoh 4 - 9 "Barangsiapa setia kepada ajaran, dia memiliki Bapa maupun Putra."
       
Mazmur Tanggapan: Mzm 19:1.2.10.11.17.18 "Berbahagialah orang yang hidup menurut hukum Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Luk 21:28b "Angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah mendekat."

Bacaan Injil: Luk 17:26-37 "Kapan Anak Manusia akan menyatakan diri?"
 
 warna liturgi putih

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
       
Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, hari ini ketika kita merenungkan Tuhan yang terkandung dalam bagian-bagian Kitab Suci, kita semua diingatkan akan kedatangan akhir zaman, dan akhir dari keberadaan duniawi kita sendiri seperti tahun liturgi saat ini akan segera berakhir. Kita juga diingatkan untuk berjalan di jalan yang telah Tuhan tunjukkan kepada kita, untuk menjadi orang benar, adil dan baik seperti yang telah Dia ajarkan untuk kita lakukan. Dan itulah misi dan kewajiban Kristiani kita yang telah dipercayakan kepada kita masing-masing, dan kita tidak boleh melupakan itu, sementara kita terus menjalani hidup kita mulai sekarang dan seterusnya. Kita harus menjadi teladan yang baik bagi satu sama lain dan menunjukkan kepada orang lain bagaimana kita harus mengikuti Tuhan Allah kita.

Dalam bacaan pertama kita hari ini, kita diingatkan bahwa Allah mengasihi kita masing-masing, dan kasih yang sama itu harus ditunjukkan oleh kita semua sebagai murid Kristus. Itu adalah kasih yang Tuhan miliki bagi kita yang membuat segalanya menjadi mungkin, dan kita memiliki harapan persis karena cinta ini. Kita seharusnya pantas menerima kehancuran dan kutukan karena dosa dan ketidaktaatan kita terhadap Tuhan, namun, dengan belas kasih, cinta dan belas kasihan Tuhan, kita telah diberi harapan keluar dari teka-teki dan masalah kita saat ini, dan kita telah menerima jaminan pembebasan dan keselamatan dari kejahatan, dosa dan kematian, semua hal yang berusaha mendominasi dan menyeret kita ke jalan menuju kutukan.

Rasul Yohanes berbicara kepada umat Allah melalui Suratnya mengenai perintah-perintah dan hukum-hukum yang telah Allah berikan kepada mereka masing-masing. Hukum-hukum dan perintah-perintah itu mengajarkan kita untuk mengasihi sebagaimana Allah telah mengasihi kita terlebih dahulu, bagi kita untuk mengasihi orang lain dengan murah hati, memperhatikan kebutuhan terutama bagi mereka yang membutuhkan lebih banyak bantuan dan kasih. Sayangnya, dalam banyak kesempatan sepanjang sejarah manusia kita dan bahkan dalam sejarah Gereja dan iman kita, banyak di antara kita yang belum benar-benar mempraktekkan cara hidup seperti yang Tuhan kehendaki. Kami lebih suka memikirkan diri sendiri dan keinginan egois kami, keserakahan, kebanggaan dan ego daripada merawat orang lain dan mencintai orang-orang di sekitar kami. Inilah yang menjadi kendala serius bagi banyak orang dalam mengikuti Tuhan dengan sungguh-sungguh dan setia, karena mereka menempatkan diri dan keinginan mereka di atas melayani Tuhan.
  
Rasul Yohanes juga memperingatkan umat beriman entah itu klerus atau awam yang menyebarkan pesan-pesan palsu dan ide-ide palsu yang bertentangan dengan apa yang Tuhan sendiri telah ajarkan dan tunjukkan kepada kita, semua orang yang berusaha untuk menumbangkan pesan-pesan kebenaran demi keuntungan dan keinginan mereka sendiri, untuk mencapai tujuan mereka sendiri. Pada waktu itu, ada semua orang yang berusaha untuk mengubah ajaran-ajaran Tuhan seperti yang diturunkan melalui para Rasul, seperti yang juga akan terjadi di sepanjang sejarah Gereja. Ajaran sesat telah bermunculan sepanjang waktu, menyebabkan banyak dari umat Tuhan disesatkan dan berpaling dari Tuhan dan kebenaran-Nya. Mereka menyerah pada godaan mereka dan menolak untuk mendengarkan Tuhan, Kabar Baik dan kebenaran-Nya. Tuhan telah mengingatkan kita semua untuk mengingat kasih-Nya bagi kita, agar kita juga dapat mewujudkan kasih yang sama dalam tindakan kita sendiri.
  
Bagian Injil kita hari ini jelas, bahwa Tuhan sendiri mengingatkan kita semua bagaimana waktu perhitungan dan penghakiman bisa datang kapan saja. Kita mungkin akan jatuh ke jalan ini menuju dosa dan kejahatan, menuju kehancuran dan kutukan. Kecuali kita selalu waspada dan siap, dan berhati-hati dalam bagaimana kita menjalani hidup kita, Kita harus berhati-hati karena godaan keinginan duniawi dan keserakahan memang bisa sangat kuat, dan bahkan banyak di antara orang benar telah dicobai dan jatuh dari kasih karunia karena itu. Semoga Tuhan terus membimbing kita dan menguatkan kita dalam perjalanan kita, sekarang dan selamanya. Amin.