| Halaman Depan | Bacaan Sepekan | Renungan Pagi| Pesta Para Rasul | Support Lumen Christi |



April 28, 2023

Sabtu, 29 April 2023 Peringatan Wajib St. Katarina dari Siena

 

Bacaan I: Kis 9:31-42 "Jemaat dibangun, dan jumlahnya makin bertambah besar, oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus."

Mazmur Tanggapan: Mzm 116:12-13.14-15.16-17; Ul: 1Kor 10:lh.16 "Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku?"

Bait Pengantar Injil: lih. Yoh 6:63b.68b "Perkataan-perkataan-Mu adalah roh dan hidup. Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal."

Bacaan Injil: Yoh 6:60-69 "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal."
     
warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau silakan klik tautan ini  
 
 Saudara dan saudari dalam Kristus, pada hari ini, apa yang dapat kita ambil dari apa yang telah Tuhan katakan kepada orang-orang yang mengikuti Dia, adalah kenyataan bahwa Kristus adalah pembawa kebenaran, dan sebagai Dia yang menyatakan kepada dunia, segala sesuatu yang dianggap benar dan baik oleh Tuhan, tetapi dunia telah gagal untuk memahaminya. Mungkin sulit bagi kita untuk menerima kebenaran, tetapi jika kita ingin menjadi murid Kristus yang sejati, dan karena itu sebagai orang Kristen sejati, maka kita harus belajar untuk menerimanya.

Kita mungkin menemukan jalan kita dan cara kita salah, semua yang kita yakini selama ini salah, karena apa yang dibawa Yesus kepada kita melalui firman-Nya, adalah Sabda kebenaran, menghilangkan kebohongan dan semua kegelapan yang dimiliki iblis. dan sekutu-sekutunya telah ditempatkan di dunia ini untuk menipu kita dan memalingkan kita dari Tuhan kita dan dari keselamatan-Nya.

Orang-orang merasa sulit untuk percaya pada kebenaran yang dikatakan Yesus, karena mereka sendiri sudah lama terbiasa dengan cara-cara di mana mereka tidak dihajar atau ditegur karena kesalahan mereka. Bahkan, ini didorong jika tidak ditoleransi. Dan mereka biasa menganggap segala sesuatu sesuai dengan pemahaman dan kecerdasan manusia mereka sendiri, mengabaikan semua yang tampak asing bagi pemahaman mereka.

Tetapi inilah yang justru dibawa oleh Yesus kepada mereka, menghancurkan anggapan mereka dan rasa pembenaran diri mereka, dan membawa kepada mereka kebenaran, betapa sulit dan menyakitkannya membawa kebenaran di dalam diri mereka. Itulah sebabnya banyak dari mereka yang bimbang, dan banyak dari mereka yang pada akhirnya menolak untuk percaya dan meninggalkan Yesus dan ajaran-Nya, melanjutkan hidup mereka seperti sebelumnya.

Tuhan memanggil mereka dan mereka menolak untuk percaya, tetapi ada yang mau mendengarkan, dan ada yang bahkan mencoba melakukan apa yang Tuhan perintahkan untuk mereka lakukan, sesulit apa pun bagi mereka. Para Rasul sendiri berusaha sangat keras dalam usahanya sendiri, dan berkali-kali mereka gagal dan tersendat. Dan Yudas, seorang yang diperhitungkan di antara mereka, pada akhirnya mengkhianati Yesus, hanya karena dia tidak dapat melepaskan diri dari semua kepalsuan dan godaan dunia, dan dengan demikian memilih dunia dan dosa daripada memilih Tuhan dan jalan-Nya. .

Saudara-saudara, ini adalah panggilan bagi kita semua untuk merenungkan diri kita sendiri dan tindakan kita sendiri dalam hidup. Inilah saatnya bagi kita untuk mengingat kembali tindakan kita dan apa pun yang telah kita lakukan, semua hal yang telah kita lakukan, apakah selaras dengan apa yang telah Tuhan ajarkan kepada kita, atau apakah kita telah melakukan hal-hal dengan cara kita sendiri, menolak untuk mengikuti. apa yang telah Tuhan ajarkan kepada kita.

Tidaklah cukup bagi kita sebagai orang Katolik untuk hanya berbasa-basi kepada Tuhan, karena kita harus proaktif dan berkomitmen dalam melayani Dia dengan segala cara kita. Kita tidak bisa mengaku setia kepada Tuhan, namun kita dalam tindakan kita menunjukkannya sebaliknya, karena ini akan menunjukkan kemunafikan kita, dan bagaimana iman kita tidak asli.

Karena itu marilah kita menggunakan kesempatan ini untuk menegaskan kembali komitmen kita untuk melayani Tuhan dengan sepenuh hati dan memberikan upaya terbaik kita kepada-Nya, dan mulai sekarang, jangan lagi kita terbagi dalam tindakan dan perbuatan kita, bahwa semua yang kita katakan dan lakukan mulai sekarang, harus sesuai dengan apa yang telah Tuhan ajarkan kepada kita. Semoga Tuhan menolong dan menguatkan iman kita, agar kita selalu setia kepada-Nya, dan tidak lagi terombang-ambing oleh kepalsuan dunia.

Semoga Tuhan membantu kita dalam usaha kita, sehingga kita dapat selalu berjalan di jalan-Nya dan bertahan melalui semua tantangan dan bahkan penderitaan yang mungkin menghadang jika kita tetap setia kepada-Nya. Tuhan menyertai kita semua. Amin.
 
 
Diocese of SiouxFall