Maret 22, 2022

Rabu, 23 Maret 2022 Hari Biasa Pekan III Prapaskah

Bacaan I: Ul 4:1.5-9 "Lakukanlah ketetapan-ketetapan itu dengan setia."
   
Mazmur Tanggapan: Mzm 147:12-13.15-16.19-20; Ul: 12a "Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem!"

Bait Pengantar Injil: Yoh 6:64b,69b "Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal."

Bacaan Injil: Mat 5:17-19 "Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi."
 
warna liturgi ungu 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
    
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, pada hari ini kita mendengar tentang Tuhan yang telah memberikan kepada kita semua hukum dan perjanjian-Nya, perintah dan petunjuk tentang bagaimana kita harus menjalani hidup kita, dalam keselarasan penuh dengan jalan-jalan-Nya dan dalam ketaatan yang penuh dan sempurna. kepada hukum dan ketetapan-Nya. 
 
Dalam Injil hari ini, Yesus menantang para ahli Taurat, orang-orang Farisi dan para tua-tua Israel atas penyimpangan mereka dan mengikuti dan menaati Hukum Allah dengan cara yang menyimpang. Orang-orang ini menyebut diri mereka sebagai orang-orang yang saleh dan suci, dan mereka mempertahankan bahwa mereka telah patuh dan taat pada hukum dan tata cara Tuhan, dengan memelihara pengamatan dan pelestarian hukum menurut Musa.

Tetapi mereka tidak taat seperti yang dikehendaki Allah. Mereka berpikir bahwa Yesus mencoba untuk menghancurkan dan mengubah hukum yang telah mereka coba lindungi selama bertahun-tahun dan generasi, tanpa mengetahui bahwa apa pun yang mereka coba lindungi telah diputarbalikkan dan menyimpang dari kebenaran karena bertahun-tahun dirusak oleh kepentingan dan ego manusia. .

Ya, ini berarti bahwa alih-alih benar-benar menggunakan Hukum Taurat untuk mencari Tuhan dan lebih mengasihi Dia dalam segala hal, mereka telah menggunakan Hukum Taurat untuk menindas orang-orang, memaksakan adat istiadat, perayaan dan ritual yang dilakukan demi kepentingan mereka. melakukannya, dan yang tidak membantu membawa umat Tuhan lebih dekat kepada Tuhan. Dalam semua upaya mereka, mereka hanya berusaha untuk memuaskan kebutuhan manusiawi mereka, kebutuhan akan pujian dan pujian untuk 'iman' mereka daripada cinta sejati kepada Tuhan.

Tuhan kita Yesus menunjukkan kepada mereka kesalahan cara mereka, dan dengan demikian, Dia juga menunjukkannya kepada kita semua. Bukan dengan memamerkan iman kita, atau dengan menunjukkan doa dan kesalehan di depan umum bahwa kita dapat diselamatkan, tetapi melalui dedikasi nyata dan nyata dari diri kita sendiri, upaya kita untuk cinta dan komitmen yang dapat kita tunjukkan kepada Tuhan.
 
Oleh karena itu, marilah kita semua berdoa,  agar kita dapat menjadi murid Tuhan yang lebih baik dan lebih setia melalui tindakan nyata, dan semoga kita semua di masa Prapaskah ini sepenuhnya bertobat kepada Tuhan. Marilah kita semua mengalihkan setiap usaha kita, setiap fokus dan perhatian kita kepada Tuhan dan jalan-Nya, dan janganlah kita berbuat dosa lagi, tetapi lakukan kehendak-Nya mulai sekarang dengan pengertian yang benar, dan dengan kasih yang tulus kepada-Nya dan untuk sesama saudara kita. Amin.