Selasa, 16 November 2021

Rabu, 17 November 2021 Peringatan Wajib St. Elisabeth dari Hungaria

Bacaan I: 2Mak 7:1.20-31 "Pencipta alam semesta akan memberi kembali roh dan hidup kepadamu."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 17:1.5-6.8b.15 "Pada waktu bangun aku menjadi puas dengan hadirat-Mu, ya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16 "Aku telah menetapkan kalian supaya kalian pergi dan menghasilkan buah yang takkan binasa, sabda Tuhan."

Bacaan Injil: Luk 19:11-28 "Mengapa uangku tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang?"
 
warna liturgi putih
 
 
   Perumpamaan yang Yesus ceritakan hari ini adalah tentang Kerajaan Allah. Banyak orang yang mengikuti Yesus berharap bahwa Kerajaan Allah segera tiba! Yesus mengetahui hal ini dan Ia menanggapi kesalahpahaman mereka dengan menceritakan perumpamaan lain kepada mereka.

Perumpamaan ini adalah kisah seorang bangsawan yang melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan "raja" untuk dirinya sendiri! Setelah dia dinobatkan sebagai raja, rencananya adalah kembali ke rumahnya. Namun, ketika dia pergi, dia ingin memastikan bahwa uang dan kerajaannya akan terus berkembang. Dia memutuskan untuk mempercayakan sepuluh pelayannya yang paling tepercaya dengan masing-masing sepuluh mina. Harapannya yang tak terucapkan adalah bahwa mereka harus menggunakan uang ini untuk berdagang saat dia pergi. Bangsawan itu secara alami berasumsi bahwa para pelayan ini akan mendapat untung dari perdagangan mereka dan dengan demikian uangnya akan meningkat. Kemudian dia melanjutkan perjalanannya.

Ketika bangsawan itu kembali, dia memanggil masing-masing pelayan dan meminta masing-masing untuk menghitung uangnya. Setiap pelayan dengan patuh melaporkan bagaimana mereka menggunakan uangnya dan apa hasilnya. Seperti yang kita ketahui, dua pelayan pertama telah meningkatkan jumlah uang yang telah dipercayakan kepada mereka. Jumlah peningkatannya bervariasi tetapi tuannya sangat senang dengan kedua pelayan itu. Dia menghadiahi mereka dengan memberi masing-masing lebih banyak tanggung jawab dan lebih banyak wewenang.

Pelayan ke-3 (yang telah menerima satu mina) mendatangi bangsawan itu dan menyerahkan satu mina itu kepada tuannya. Pelayan ini adalah orang yang menakutkan. Dia takut tuannya akan marah jika dia mempertaruhkan uangnya dengan menginvestasikannya dan kemudian kehilangannya! Pelayan ini memutuskan bahwa yang terbaik adalah “menyimpan uang dengan aman” daripada mengambil risiko dan mungkin kehilangannya.

Ketika tuannya meminta pembukuan kepada pelayan ke-3, pelayan itu yakin tuannya akan sangat senang dengannya. Pelayan itu terkejut ketika tuannya marah padanya dan mencaci-maki dia! Tuan mengambil uang itu darinya dan memberikannya kepada pelayan yang memiliki sepuluh mina.

Akankah Tuhan senang dengan kita ketika tiba saatnya kita “pulang” kepada Tuhan? Sudahkah kita menjadi penatalayan yang baik dari banyak karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita? Sudahkah kita menggunakan karunia kita untuk kepentingan orang lain?

Kita semua memiliki karunia (bakat) untuk dibagikan! Hari ini semoga kita merenungkan dan kemudian bertanya pada diri sendiri: bagaimana saya menggunakan karunia saya? Apakah saya membagikan hadiah saya kepada orang lain? Atau apakah saya menimbun mereka? Apakah saya percaya bahwa saya memiliki karunia yang layak untuk dibagikan? 

Hari ini semoga kita bersyukur atas banyak karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita!