| Halaman Depan | Bacaan Sepekan | Renungan Pagi| Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Juni 23, 2024

Senin, 24 Juni 2024 Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

 

Bacaan I: Yesaya 49:1-6 "Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15; Ul: 13b "Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku."
 
Bacaan II: Kis 13:22-26 "Kedatangan Yesus disiapkan oleh Yohanes."

Bait Pengantar Injil: Luk 1:76 "Engkau, hai anak-Ku, akan disebut nabi Allah yang Mahatinggi karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya."

Bacaan Injil: Luk 1:57-66.80 "Namanya adalah Yohanes." 

warna liturgi putih

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab Deuterokanonika atau klik tautan ini
 
 
Gambar oleh DEZALB dari Pixabay
 
 
 Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, pada hari ini kita merayakan kelahiran St. Yohanes Pembaptis, yang diutus Tuhan untuk berjalan di hadapan-Nya, untuk mempersiapkan jalan. untuk kedatangan-Nya sendiri ke dunia dalam Yesus Kristus.  St Yohanes Pembaptis diceritakan sebagai kembalinya nabi Elia ke dunia, sebagaimana Elia diangkat oleh Tuhan dengan kereta milik Tuhan Sendiri, dan sama seperti nabi Elia diutus kepada bangsa Israel untuk memanggil mereka untuk bertobat dari dosa-dosanya dan berbalik melawan kejahatan yang telah mereka dan nenek moyang mereka lakukan, demikian pula Santo Yohanes Pembaptis datang ke dunia, dipanggil dan dipilih oleh Tuhan sejak dalam kandungan ibunya, untuk menjadi orang yang mengajak umat Tuhan untuk bertobat dan mengampuni Tuhan.

Dan Tuhan menyertai dia saat dia tumbuh dewasa dan menjadi kuat dalam iman. Dia mengembara di padang gurun, mempersiapkan dirinya untuk pelayanan yang kepadanya dia dipanggil, yaitu pelayanan untuk memberitakan Mesias, Tuhan Sendiri yang menjadi Manusia demi keselamatan kita. Ia berkhotbah kepada orang-orang, banyak di antara mereka yang hidup dalam ketidaktahuan akan Tuhan dan jalan-jalan-Nya, menyerukan mereka untuk bertobat dari dosa-dosa mereka dan kembali kepada Tuhan dalam penyesalan.


Banyak yang datang mengikutinya dan mendengarkannya. Mereka menyerahkan diri mereka untuk dibaptis oleh St. Yohanes melalui baptisan air, agar mereka dapat mempersiapkan diri mereka untuk kedatangan Tuhan Yesus pada akhirnya. Dia juga menegur orang-orang Farisi, tua-tua dan ahli Taurat karena kemunafikan mereka dalam iman dan kesombongan, menyebut mereka keturunan ular beludak, mereka yang mengabaikan tugas mereka dalam membimbing umat Tuhan demi keuntungan mereka sendiri.

Namun ketika orang-orang berpikir bahwa dia adalah Mesias dan Juruselamat Tuhan, dia dengan rendah hati menolak pendapat tersebut, dan dia mengatakan kepada murid-muridnya secara terbuka bahwa dia bukanlah Mesias. Dia mengatakan kepada mereka semua bahwa ketika Tuhan dan Mesias datang, yang akan segera terjadi pada saat itu, dia yang merupakan nabi terbesar di antara para nabi Allah dan paling dihormati di antara semuanya, bahkan tidak layak untuk melepaskan tali kasut-Nya.

Dalam semua contoh ini, kita dapat melihat contoh seorang hamba Tuhan yang hebat, yang mengabdi dan berkomitmen total terhadap misi yang dipanggil oleh Tuhan, namun tetap dipenuhi dengan kerendahan hati dan kasih kepada Tuhan dan Tuannya. Ketika umat manusia menurut kodratnya menyerah pada kesombongan dan keinginan manusiawinya, serta kecenderungan mereka untuk mengikuti keinginan hati mereka, St. Yohanes Pembaptis menunjukkan kepada kita semua bagaimana menjadi pengikut Tuhan yang berkomitmen dan baik.

Apa artinya ini, saudara dan saudari dalam Kristus? Artinya kita sebagai umat Kristiani harus menjadi murid Tuhan yang sejati, dalam segala perkataan, perbuatan dan tindakan kita. Kita tidak bisa menyebut diri kita sebagai orang Kristen, namun tindakan kita terbukti sebaliknya. Jika demikian halnya, maka kita sedang menimbulkan skandal besar baik terhadap iman kita maupun terhadap Tuhan kita sendiri.

Marilah kita semua merenungkan hari raya kelahiran St. Yohanes Pembaptis, yang memberitahukan kepada seluruh dunia bahwa Allah akan datang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. umat manusia, agar kita dapat memberikan diri kita kepada Tuhan dengan cara yang sama seperti St. Yohanes Pembaptis sendiri yang mengabdikan dirinya kepada Tuhan.

Semoga Tuhan membantu kita dalam usaha kita dan dalam ketekunan dan komitmen kita untuk hidup dalam kasih karunia-Nya, sehingga kita dapat terinspirasi untuk mengikuti dan berjalan di jejak St. Yohanes Pembaptis, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan dan tetap rendah hati dan penuh kasih pada-Nya. Semoga kita semua sebagai umat Kristiani menjadi terang bagi dunia, dan mengungkapkan kebenaran tentang Kristus kepada dunia yang gelap seperti yang pernah dilakukan oleh St. Yohanes Pembaptis. Semoga Tuhan memberkati kita semua, sekarang dan selamanya. Amin.

lumenchristi.id 2023 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.