| Halaman Depan | Bacaan Sepekan | Renungan Pagi| Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Juni 05, 2024

Kamis, 06 Juni 2024 Hari Biasa Pekan IX

Bacaan I: 2Tim 2:8-15 "Jika kita bertekun, kita pun akan memerintah dengan Kristus."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4bc-5ab.8-9.10.14 

Bait Pengantar Injil: Mzm 119:34 "Berilah aku pengertian, maka aku akan mentaati hukum-Mu, aku akan menepatinya dengan segenap hati, ya Tuhan."

Bacaan Injil: Mrk 12:28b-34 "Inilah perintah pertama. Dan yang kedua sama dengan yang pertama."


warna liturgi hijau 

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
Credit: JMLPYT/istock.com
 
  Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, pada hari ini kita merenungkan Sabda Tuhan yang berbicara kepada kita tentang seperti apa iman dan pengabdian yang sejati kepada Tuhan. Pada dasarnya, seperti yang telah kita dengar dari Kitab Suci, menaati Tuhan adalah hal yang pertama dan terutama tentang kasih. Kita tidak bisa menjadi murid Tuhan Yesus yang sejati tanpa kasih, dan jika kita tidak mengasihi Tuhan dengan segenap kekuatan kita, kita tidak bisa menyebut diri kita sebagai orang Kristen.

Inilah yang Tuhan harapkan dari kita, untuk mengasihi sama seperti Dia mengasihi. Pertama-tama tentu kita harus mencintai-Nya terlebih dahulu, karena jika kita tidak mencintai Tuhan, maka sesungguhnya kita tidak mengetahui apa itu kasih. Semua kasih pada dasarnya berasal dari Tuhan, dan kapan pun kita mengasihi, mencintai, kita telah menunjukkan kasih, cinta yang sama yang datang dari Tuhan, dan yang Dia sendiri telah tunjukkan kepada kita. Ya, Tuhan telah menunjukkan kepada kita kasih-Nya yang besar, sehingga, seperti yang ditulis St. Yohanes dalam Injilnya, Dia mengirimkan kepada kita Putra terkasih-Nya, Yesus Kristus.


Dalam Suratnya kepada St. Timotius, Rasul Paulus menulis bahwa meskipun kita tidak setia kepada Tuhan, Tuhan akan selalu tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. Apa artinya ini? Artinya, meskipun kita telah berdosa terhadap Tuhan dan melakukan hal-hal yang tidak layak dan jahat di hadirat-Nya, namun Tuhan tetap mengasihi kita, dan Dia tetap ingin kita masing-masing berdamai dengan-Nya.

Itulah sebabnya Dia mengirimkan kepada kita Putra-Nya sendiri, Yesus Kristus, untuk menjadi Pribadi yang melaluinya keselamatan dapat datang kepada kita semua umat manusia. Kita seharusnya layak menerima kehancuran dan pemusnahan karena ketidaktaatan dan dosa-dosa kita, namun Allah menahan murka dan penghakiman-Nya, dan memberi kita satu harapan terakhir di dalam Kristus. Betapa besarnya kasih Allah kepada kita, sehingga Dia rela memberi kita segala yang Dia mampu, termasuk bahkan menyerahkan hidup-Nya demi kita di kayu salib, agar kita dapat hidup.

Saudara-saudara dalam Kristus, salib itu sendiri adalah lambang kasih, kasih yang sempurna dan tanpa pamrih, kasih yang harus kita tiru dan miliki dalam kehidupan kita masing-masing. Dan dengan melihat salib itu sendiri, kita dapat langsung melihat apa yang perlu kita lakukan dalam hubungan kasih kita dengan Tuhan dan dengan satu sama lain, seperti apa yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan, dan yang diulangi oleh Tuhan kita Yesus dalam bacaan Injil hari ini.

Ada dua perintah yang paling penting dalam Taurat, yaitu pertama-tama, "Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu", yang dilambangkan dengan salib dengan garis vertikal, yang mengarah dari kita di bumi ke surga, sebagai Tuhan Yesus mempersembahkan diri-Nya untuk menjadi Pribadi yang menjembatani kesenjangan antara kita dan Tuhan Bapa-Nya. Jadi, melalui Kristus, kita telah menerima kasih Allah, dan kita juga harus membalas kasih-Nya dengan cara yang sama.

Lalu, kita semua juga harus ingat untuk saling mengasihi, sesama manusia, sebagaimana Tuhan Yesus mengulurkan kasih-Nya kepada semua orang. Dia bahkan mengasihi semua orang yang membenci dan menganiaya Dia, dan mengampuni mereka dari salib, berdoa kepada Bapa-Nya, agar tidak mempertanggungjawabkan dosa-dosa yang telah mereka lakukan karena ketidaktahuan mereka akan kebenaran. Salib horizontal mengingatkan kita akan kewajiban ini, untuk menjadi pembawa cinta kasih satu sama lain.

Oleh karena itu, saudara-saudara seiman dalam Kristus, dengan dibimbing oleh kasih Kristus yang diwujudkan dalam salib, marilah kita semua, sebagai umat Kristiani yang beriman kepada-Nya dan kasih-Nya, menjadi teladan dalam sikap kasih kita terhadap, pertama-tama, kepada Allah kita, yang mengasihi sesama. dan kita semua, dan kemudian, terhadap sesama saudara dan saudari kita, bahkan kepada mereka yang tidak mengasihi atau memperlakukan kita dengan buruk.

Semoga Tuhan menyertai kita semua, agar iman kita dan kasih kita semakin bertumbuh, baik terhadap Dia maupun terhadap satu sama lain. Semoga salib Kristus menjadi penuntun hidup kita, sehingga hari demi hari, kita bisa mencintai dengan lebih murah hati dan lebih lembut. Semoga Tuhan memberkati kita semua, sekarang dan selamanya. Amin.

lumenchristi.id 2023 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.