| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Juni 13, 2026

Minggu, 14 Juni 2026 Hari Minggu Biasa XI

Bacaan I: Kel 19:2-6a "Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus."

Mazmur Tanggapan: Mzm 100.2.3.5 "Kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya."


Bacaan II: Rom 5:6-11 "Jika kita diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, apalagi oleh hidup-Nya, pasti kita akan diselamatkan."

Bait Pengantar Injil: Mrk 1:15 "Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil."

Bacaan Injil: Mat 9:36-10:8 "Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka."
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab Deuterokanonika atau klik tautan ini  
 

 
Melihat kerumunan orang banyak, hati Yesus, hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Kata-kata yang baru saja kita dengar dari Injil Suci pagi ini. Sebagai seorang pastor paroki beberapa dekade yang lalu, saya mendapat kehormatan untuk memberikan pengajaran tentang iman Katolik kita kepada seorang pria yang sangat tulus yang kesulitan menerima kepercayaan kita bahwa Yesus Kristus adalah manusia sejati. Anda tahu doktrin Katolik kita, doktrin Kristen, adalah bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati dan manusia sejati. Pria baik ini sama sekali tidak memiliki masalah dalam mempercayai keilahian Yesus, tetapi ia bergumul dengan kemanusiaan Yesus. Nah, suatu malam ketika kami meninggalkan ruang tamu di pintu pastoran, ia terkejut ketika melihat gambar Hati Kudus Yesus yang tergantung di dinding. Dan ia tampak tertarik dengan gambar ini, Anda tahu, Yesus memandang kita tetapi menunjuk ke hatinya. Hati yang benar-benar menyala dengan kasih, dikelilingi oleh mahkota duri, gambar hati-Nya yang paling kudus. Dan dia berkata kepada saya, siapakah itu? Dan saya berkata, itu Yesus. Dan dia berkata kepadaku, tetapi Yesus adalah Allah yang sejati, bukan? Dan aku berkata, tentu saja. Dan dia melihat lagi dan berkata, jadi Allah kita mempunyai hati? Tentu saja. Aku menjawab dengan senyuman. Dan dia tersenyum sebagai balasan. Dan dia berkata, sekarang aku mengerti. Sungguh sebuah karunia. Allah kita mempunyai hati. Melihat kerumunan orang banyak, hati Yesus tergerak oleh belas kasihan kepada mereka. Demikianlah Yesus, Allah yang sejati dan manusia yang sejati, dapat mengatakan kepada kita apa yang sering kita katakan satu sama lain.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.