| Halaman Depan | Bacaan Sepekan | Renungan Pagi| Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Juni 17, 2024

Selasa, 18 Juni 2024 Hari Biasa Pekan XI

 
Diocese of Siouxfall
Bacaan I: 1Raj 21:17-29 "Engkau menyuruh orang Israel berbuat dosa." 
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.5-6a.11.16 "Kasihanilah, ya Tuhan, karena kami telah berdosa." 
   
Bait Pengantar Injil: Yoh 13:34 "Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan. Kasihilah sesamamu sebagaimana Aku mengasihi kamu." 
  
Bacaan Injil: Mat 5:43-48 "Kasihilah musuh-musuhmu."
 
warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, pada hari ini kita mendengarkan kasih dan belas kasihan yang Tuhan tunjukkan kepada kita semua, umat-Nya, yang Dia ciptakan karena kasih. Ini adalah satu fakta yang tidak boleh kita lupakan, terutama ketika kita menjalani kehidupan Kristiani dengan meneladani Tuhan kita Yesus Kristus, yang mengasihi semua orang, meskipun semua orang telah mengkhianati-Nya, tidak menaati-Nya, dan Dia dipenuhi dengan kasih dan belas kasihan terhadap kita.

Pada bacaan pertama hari ini, kita mendengar tentang nabi Elia yang menegur raja Ahab dari Israel karena tindakannya yang sangat jahat dalam membuang Nabot, pemilik kebun anggur, yang tanahnya diinginkan oleh raja. Baik raja maupun ratunya, Izebel, berencana untuk menjebak Nabot dengan tuduhan penghujatan terhadap Allah, dan melempari dia dengan batu. Raja kemudian bebas merampas harta milik Nabot, khususnya kebun anggurnya.


Tindakan ini, termasuk banyak tindakan jahat Ahab dan Izebel lainnya, dan khususnya penganiayaan mereka terhadap umat Tuhan yang setia dan promosi penyembahan Baal dan dewa-dewa kafir lainnya yang menyebabkan Israel berbuat dosa, membuat Tuhan sangat marah terhadap Ahab dan seluruh keluarganya, yang diucapkan nabi Elia hari ini, penghakiman Tuhan atas keluarganya. Ahab dan seluruh keluarganya akan binasa secara tragis.

Saat Ahab mendengar hal ini, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Suci, ia segera merobek jubah kerajaannya, melepasnya dan mengenakan kain kabung sebagai tanda berkabung dan pertobatan. Dan Tuhan memberi tahu Elia bahwa Dia melihat ketulusannya dalam ingin diampuni, dan Dia menarik sebagian kemarahan-Nya terhadap dia dan keluarganya. Namun, Dia tetap akan menjatuhkan hukuman terhadap mereka meski ditunda di lain waktu.

Dalam hal ini, seperti yang kita dengar dari Mazmur 51 yang dinyanyikan hari ini, kita mendengar tentang belas kasihan Allah yang penuh kasih dan keinginan untuk mengampuni dosa-dosa kita jika kita ingin berdamai dengan-Nya. Mazmur itu adalah mazmur yang digubah oleh Daud ketika ia berdosa terhadap Tuhan dan menyesali dosanya, dan sesungguhnya ia bertobat dan menyerahkan diri sepenuh hati kepada Tuhan. Dia diampuni, dan sungguh, janji Tuhan kepadanya ditepati.

Apa perbedaan antara Ahab dan Daud? Dalam kasus Daud, dia benar-benar bertobat, dan melakukan segala upaya untuk kembali kepada Tuhan. Namun dalam kasus Ahab, meskipun ia bertobat, namun kemungkinan besar ia melakukannya karena takut akan murka dan hukuman Tuhan, seperti yang ia alami sebelumnya melalui nabi Elia. Namun, Ahab dan keluarganya terus berbuat dosa dan menolak untuk sepenuhnya bertobat dari kejahatan mereka.

Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus berpesan kepada murid-murid-Nya dan orang-orang yang Dia ajar, bahwa penting bagi kita sebagai pengikut-Nya untuk mengasihi dan mengampuni sebagaimana Dia telah mengasihi kita. Dia mengajari kita untuk mengasihi bahkan musuh kita dan berdoa bagi mereka yang menganiaya dan membenci kita. Inilah kasih Kristiani yang sejati, dan kasih yang harus kita tiru dari Tuhan Yesus, yang telah mengampuni musuh-musuh-Nya dan orang-orang yang menganiaya Dia sejak dari salib.

Namun tentu saja pertobatan penting agar seseorang bisa diampuni, seperti yang telah kita lihat sebelumnya dengan contoh kontras dari raja Ahab dan raja Daud. Namun, sungguh patut bagi kita sebagai umat Kristiani, untuk bermurah hati dalam belas kasihan dan pengampunan kita, karena Tuhan, Allah kita, sendiri yang dengan murah hati memberikan rahmat-Nya kepada kita, dan selalu mengulurkan tangan-Nya untuk menyambut kita kembali ke dalam pelukan-Nya. Semoga Tuhan menyertai kita semua, sekarang dan selamanya. Amin.

lumenchristi.id 2023 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.