| Halaman Depan | Bacaan Sepekan | Renungan Pagi| Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Juli 11, 2024

Jumat, 12 Juli 2024 Hari Biasa Pekan XIV

Bacaan I: Hos 14:2-10 "Kepada buatan tangan kami, kami takkan berkata lagi, 'Ya Allah kami!'"
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.8-9.12-13.17 "Mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu, ya Tuhan."
 
Bait Pengantar Injil: Yoh 16:13 "Roh Kebenaran akan datang dan mengajar kalian segala kebenaran. Ia akan mengingatkan segala yang telah Kunyatakan kepadamu."
 
Bacaan Injil:  Mat10:16-23 "Barangsiapa bertahan sampai kesudahannya, akan selamat."

warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini  
 
Credit: JMLPYT/istock.com
 
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, merenungkan Sabda Tuhan hari ini yang dimulai dengan kitab nabi Hosea, di mana Tuhan berbicara kepada umat-Nya melalui nabi, memanggil mereka untuk bertobat dari cara-cara mereka yang berdosa dan dari perbuatan mereka yang berdosa. Mereka telah meninggalkan Tuhan dan jalan-Nya, dan mereka tidak setia, karena mereka memilih berhala-berhala kafir dan dewa-dewa palsu yang jahat daripada Allah, yang telah mengasihi dan memperhatikan mereka.

Tuhan memang marah kepada umat-Nya, dan karena mereka meninggalkan-Nya dan menaruh kepercayaan mereka pada hal-hal yang tidak berasal dari Tuhan, mereka juga mengalami penderitaan besar dalam hidup, harus menanggung penghinaan dan penganiayaan, pengasingan dan perbudakan di negeri asing. Namun Tuhan tidak melupakan umat-Nya, dan sebenarnya, Dia terus mengasihi mereka terlepas dari ketidaksetiaan dan pemberontakan mereka.

Itulah sebabnya, melalui nabi Hosea, Tuhan ingin agar umat-Nya mengetahui bahwa Dia mengasihi mereka, dan Dia sangat memperhatikan mereka, sedemikian rupa sehingga, jika mereka bertobat dari dosa-dosa mereka, kembali kepada-Nya dan mengikuti-Nya sekali lagi. sebagai Tuhan mereka, Dia akan memberkati mereka lagi, dan mengembalikan kepada mereka semua yang telah hilang, martabat dan penghidupan mereka.


Namun, jika kita membaca keseluruhan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kita dapat melihat betapa umat Allah telah berulang kali tidak menaati Allah, mereka terjatuh ke dalam dosa berkali-kali, lagi dan lagi. Mereka terjatuh karena ketidakmampuan mereka menahan godaan daging dan banyaknya daya pikat keduniawian yang ada di hadapan mereka. Mereka dikuasai oleh keinginan dan kesombongan mereka yang tak terkendali.

Kepada orang-orang inilah Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya, untuk melakukan pekerjaan-Nya di antara mereka dan untuk menegakkan landasan pekerjaan baik keselamatan, yang kini ada di dalam Gereja. Dia mengatakan kepada mereka bahwa Dia mengutus mereka seperti domba yang diutus ke tengah-tengah serigala. Itu adalah sebuah analogi dan metafora untuk jenis penganiayaan, penolakan dan permusuhan yang harus dihadapi para Rasul selama misi dan pekerjaan mereka.

Namun tanpa orang-orang yang berani ini, yang melayani Tuhan Yesus dengan sepenuh hati dan penuh semangat, tidak akan ada keselamatan bagi banyak jiwa yang tersesat dalam menentang pekerjaan Tuhan Yesus. Jiwa-jiwa itu akan dihukum selamanya di neraka, dan lebih banyak lagi jiwa-jiwa lainnya yang akan hilang selamanya di hadapan Tuhan. Berkat kerja keras dan ketekunan para Rasul dan murid Tuhan Yesus yang setia ini, hal ini tidak terjadi.

Saudara-saudara seiman dalam Kristus, pada hari ini kita dipanggil untuk menyadari bahwa pekerjaan para Rasul belumlah selesai. Sebaliknya, ini merupakan proses yang berkelanjutan, karena selalu ada lebih banyak jiwa di luar sana yang menunggu untuk diselamatkan, dengan menerima kebenaan Injil. Dan kita adalah penerus karya baik para Rasul, sehingga melalui kontribusi dan karya kami, kami dapat terus menyebarkan kebenaran Tuhan dan keselamatan-Nya kepada lebih banyak orang.

Dan sebagaimana telah disebutkan, sama seperti para Rasul telah menghadapi hambatan, kesulitan dan pertentangan sepanjang pelayanan mereka, oleh karena itu, kemungkinan besar kita juga akan menghadapi cobaan dan kesulitan yang sama dalam diri kita sendiri. Namun hal ini tidak boleh menghalangi kita untuk terus menjalani hidup kita dengan iman, dan untuk peduli terhadap mereka yang terhilang dan terpisah dari Tuhan. Sebaliknya, hal ini seharusnya menjadi inspirasi bagi kita untuk berbuat lebih banyak lagi demi sesama saudara kita yang membutuhkan bantuan kita.
 
Oleh karena itu, marilah kita semua mengabdikan diri kita kembali kepada Tuhan, dan marilah kita semua berusaha untuk semakin dekat dengan Tuhan dan semakin berkomitmen setiap hari dalam hidup kita, dalam mengabdi kepada-Nya melalui setiap perkataan, tindakan dan perbuatan kita. Semoga Tuhan memberkati kita semua, sekarang dan selamanya. Amin.

lumenchristi.id 2023 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.