Bacaan I:Yes 26:7-9.12.16-19 "Hai kalian yang sudah dikubur dalam tanah, bangkitlah dan bersorak-sorailah."
Mazmur Tanggapan: Mzm 102:13-14ab.15.16-18.19-21 "Tuhan memandang ke bumi dari surga."
Bait Pengantar Injil: Mat 11:28 "Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu."
Bacaan Injil: Mat 11:28-30 "Aku ini lemah lembut dan rendah hati."
Mazmur Tanggapan: Mzm 102:13-14ab.15.16-18.19-21 "Tuhan memandang ke bumi dari surga."
Bait Pengantar Injil: Mat 11:28 "Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu."
Bacaan Injil: Mat 11:28-30 "Aku ini lemah lembut dan rendah hati."
warna liturgi hijau
Kita
tahu bagaimana rasanya ketika ada sesuatu yang mengganggu kita. Bisa
jadi itu pekerjaan yang telah kita tunda. Atau bisa jadi sesuatu yang
tidak pantas yang telah kita lakukan dan terus kita tutupi. Apa pun itu,
hal itu mengganggu kita dan hati kita tidak benar-benar tenang.
Bacaan pertama mengatakan bahwa jalan orang yang jujur itu lurus dan mulus. Dan dikatakan bahwa Tuhan ingin memberi kita kedamaian ketika roh kita merindukan dan berusaha mempelajari arti integritas. Tetapi kita hanya dapat memiliki kedamaian itu ketika perbuatan kita mengungkapkan apa yang kita rindukan. Jadi ketika kita merasa ada sesuatu yang mengganggu kita, marilah kita mendengarkan apa yang Yesus katakan kepada kita. Yesus memanggil kita untuk datang kepada-Nya, kita yang lelah dan berbeban berat, dan Dia akan memberi kita istirahat.
Bacaan pertama mengatakan bahwa jalan orang yang jujur itu lurus dan mulus. Dan dikatakan bahwa Tuhan ingin memberi kita kedamaian ketika roh kita merindukan dan berusaha mempelajari arti integritas. Tetapi kita hanya dapat memiliki kedamaian itu ketika perbuatan kita mengungkapkan apa yang kita rindukan. Jadi ketika kita merasa ada sesuatu yang mengganggu kita, marilah kita mendengarkan apa yang Yesus katakan kepada kita. Yesus memanggil kita untuk datang kepada-Nya, kita yang lelah dan berbeban berat, dan Dia akan memberi kita istirahat.
Dalam
keheningan yang tenang di hadapan Tuhan, Dia akan mengajari kita
bagaimana menghadapi beban kita dengan hati yang lembut dan rendah
hati. Dengan hati yang lembut dan rendah hati, kita akan belajar
integritas, dan kita akan mampu menenangkan segala sesuatu yang
mengganggu kita.



