| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

April 20, 2026

Selasa, 20 April 2026 Hari Biasa Pekan III Paskah

Bacaan I: Kis 7:51-8:1a "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."

Mazmur Tanggapan: Mzm 31:3-4.6.7.8 "Ke dalam tangan-Mu, Tuhan, kuserahkan nyawaku."

Bait Pengantar Injil: Yoh 6:35 "Akulah roti hidup yang turun dari surga, sabda Tuhan; Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Bacaan Injil: Yoh 6:30-35 "Bukan Musa yang memberi kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Kulah yang memberi kamu roti yang benar dari surga."
     
warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau silakan klik tautan ini  


Diocese of Sioux Falls


 Minggu ini Ekaristi mendominasi semua bacaan kita. Tentu saja, Anda tahu bahwa dari Jumat ke Jumat kita membaca dari Khotbah Roti Kehidupan, Injil Yohanes, Bab 6. Sabda yang sangat penting, roti, di seluruh Kitab Suci. 

Pada zaman Yesus, Anda tahu betapa pentingnya roti. Itu adalah makanan pokok utama kehidupan jauh sebelum makanan pokok modern kita, seperti pizza, mie dan makanan cepat saji dan beberapa hal lain yang memberi makan orang. Sebuah penopang utama sepanjang sejarah keselamatan. Itulah yang digunakan Tuhan untuk menopang umat-Nya. Sangat, sangat penting. Tentu saja, kita sebagai umat Kristen percaya bahwa ada roti lain yang membuat dunia berputar. Itu adalah Roti Kehidupan dari Perjamuan Terakhir. Dan Anda dan saya memilikinya dalam setiap Misa Kudus. 

Secara kontekstual, Tuhan Yesus baru saja memberi makan lebih dari lima ribu orang dan ribuan lainnya yang berkumpul hanya dengan lima roti dan dua ikan. Dia menyatakan diri-Nya sebagai Roti Kehidupan untuk mengantisipasi dan menunjukkan apa yang akan Dia lakukan untuk keselamatan semua orang. Melalui Inkarnasi Putra Allah dalam daging, Allah sendiri telah datang dan tinggal di antara kita semua, menjangkau kita, mencari kita semua untuk mengasihi kita semua dengan cara yang paling indah dan murah hati seperti yang selalu Dia kehendaki bagi kita.

Namun orang-orang masih ragu dan menolak untuk percaya bahwa Manusia ini dapat memberi mereka makan, terutama dengan Daging dan Tubuh-Nya sendiri seperti yang Dia sebutkan. Dan pada akhirnya, setelah peristiwa yang disebutkan dalam Injil hari ini, banyak dari mereka yang awalnya mengikuti Tuhan meninggalkan dan mengabaikan-Nya. Mereka tidak dapat menerima kebenaran dan kenyataan pahit yang telah Dia ungkapkan kepada mereka, dan memilih untuk menjauh dari kebenaran itu. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa Santo Stefanus menghadapi masalah dan kesulitan yang sama ketika ia menyampaikan kebenaran yang sama kepada orang-orang yang berkumpul menentang-Nya. Ini karena kesombongan dan ego mereka, yang menghalangi mereka untuk percaya. Mereka tidak dapat menerima kenyataan bahwa apa yang Tuhan bicarakan adalah kebenaran, atau mereka mengira mereka lebih tahu.

Inilah sebabnya mengapa sebagai orang Katolik, kita semua diingatkan bahwa seringkali iman kita akan membawa kita pada pertentangan dan perlawanan terhadap dunia, dan apa yang mungkin kita hadapi di sepanjang jalan, memang dapat mengecewakan dan sulit untuk kita terima. Namun, itulah realitas iman Katolik kita dan apa yang telah kita dipanggil untuk lakukan sebagai orang-orang yang telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan, Guru, dan Juruselamat kita. Kita semua dipanggil untuk menjadi murid-murid-Nya yang setia, dan untuk menjadi saksi-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari, agar kita, melalui perkataan, tindakan, dan perbuatan kita, benar-benar menyatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias, Juruselamat dunia. Kita adalah orang-orang yang akan terus membawa kebenaran dan kasih Kristus Tuhan kita ke dunia ini, mewujudkan semua ini melalui kehidupan dan tindakan kita sendiri.

Doa Umat

Saudara-saudari, dengan mengingat kebutuhan kita akan Tuhan dalam segala hal, kita menyampaikan permohonan kita kepada-Nya.

Bagi Sri Paus dan para uskup di seluruh dunia semoga Tuhan terus memberkati dan menguduskan mereka dalam pelayanan mereka kepada sesama. Marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 

Bagi para pemimpin politik, semoga tanggung jawab mereka untuk merawat seluruh ciptaan memberi Tuhan kesempatan untuk mencurahkan hikmat-Nya kepada semua orang. Marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 

Bagi mereka yang menderita kecemasan atau ketakutan, semoga Tuhan menganugerahkan kedamaian dan penghiburan kepada mereka. Marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 

Bagi komunitas iman ini dan pekerjaan pemuridan kami, semoga Tuhan terus memperdalam komitmen kami dalam menyebarkan Injil.
Marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 

Bagi semua yang telah meninggal, semoga terang kekal Allah menyinari mereka dan semoga mereka beristirahat dalam damai. Marilah kita berdoa. Tuhan, dengarkanlah doa kami. 

Allah Bapa Yang Mahakuasa, dengarkan dan kabulkanlah kebutuhan yang kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.