Bacaan I: Yer 3:14-17 "Segala bangsa akan berkumpul ke Yerusalem."
Kidung Tanggapan: Yer 31:10.11–12ab.13; R: 10d "Tuhan akan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya."
Bait Pengantar Injil: Luk 8:15 "Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan tulus ikhlas, dan menghasilkan buah dalam ketekunan."
Bacaan Injil: Mat 13:18-23 "Orang yang mendengarkan sabda dan mengerti, menghasilkan buah."
| Credit: Sidney de Almeida/istock.com |
Tuhan Yesus menegaskan betapa pentingnya mempersiapkan tanah atau lahan yang baik untuk pertumbuhan Sabda Tuhan agar bisa bertumbuh, berkembang dan berbuah. Bagi manusia, iman adalah syarat agar bisa berbuah. Ada banyak orang kaya, mempunyai harta dan uang berjibun. Tetapi hidup mereka tidak bahagia. Isterinya selalu merasa kurang, anak-anaknya tidak sukses belajarnya, hidupnya tidak beres. Kenapa begitu? Karena hidup mereka jauh dari Tuhan, hidup mereka tidak tinggal dalam kasih Tuhan; mereka hidup dan mendasarkan segala sesutunya atas hitungan dan ukuran duniawi: kekayaan, jabatan, kedudukan dan kekuasaan. Bila Tuhan tidak menghendaki-Nya, maka dalam sekejap semua itu akan habis, akan musnah. Namun banyak orang lupa, mereka mengira semua itu hasil dari kerja kerasnya sendiri. Bahwa itulah bukti keberhasilannya, dari sukses yang diraihnya susah payah.
Sabda Yesus menjadi menarik ketika diwartakan dengan cara sederhana. Sabda Yesus menjadi berkualitas apabila masing-masing orang meresapkannya dalam hati dan melaksanakannya dengan sepenuh hati. Yesus mengajarkan, agar harta kekayaan diabdikan untuk hal yang ilahi, yang surgawi. Digunakan untuk sarana berbagi kasih bagi sesama, dengan membagikan sebagian dari miliknya itu kepada sesamanya yang miskin, yang sakit, yang tersingkir dan terlupakan. Karena dewasa ini tidak menjadi rahasia lagi, ada banyak orang penting yang hanya memikirtkan dan memperhatikan dirinya sendiri, keluarganya sendiri, kelompoknya sendiri, golongannya sendiri dan partainya sendiri. Sehingga kepekaan rasa akan keadilan dan kebenaran sering tidak dimiliki, tidak diperhatikan dan tidak lagi diutamakan dan didahulukan. Kita mesti menyadari bahwa Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Dialah Tuhan kita Yesus Kristus. Setiap kali merayakan Ekaristi, kita menerima Tuhan Yesus Kristus, khususnya saat Komuni Suci. Saat Komuni Suci adalah saat Sang Firman ditaburkan atas diri kita. Tetapi, ya jangan kaget, kalau kehadiran Tuhan dalam diri kita tidak terasa berdaya karena status dan kondisi kita sama sekali tidak layak atau tidak subur. Bagaimana manu jadi tanah subur, karena selama Misa Kudus, tidak sedikit dari kita yang omong sendiri dengan samping kanan kiri, malah sibuk dengan ponsel atau gawai kita, atau membiarkan pikiran melantur sana sini. Lalu saat komuni, kita maju saja dan menerima Komuni, dan begitu sampai ke tempat duduk: kita tengok ponsel lagi. Setelah Misa selesai kita pulang dan merasa bahwa saat misa tadi tidak mendapat apa-apa. .... Bukan karena Tuhan, tetapi karena kita menutup diri lantas merasa tidak mendapat apa-apa. Lalu orang lain atau gerejanya atau pastornya, dll. yang disalahkan.
Doa Umat
Marilah kita bersatu dalam iman saat kita mempersembahkan doa-doa kita kepada Bapa.
Bagi
Bapa Suci Paus Leo XIV dan semua klerus: Semoga Bapa memberkati dan
bermurah hati kepada Paus Leo XIV dan semua klerus saat mereka terus
memimpin umat beriman dalam kebenaran dan kebijaksanaan. Marilah kita
berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Bagi para pejabat pemerintahan: Semoga Kristus membimbing hati dan pikiran mereka yang berada di posisi berwenang saat mereka mendukung kebijakan yang melindungi martabat dan kesucian kehidupan manusia. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Bagi
mereka sedang berduka: Semoga mereka yang berduka karena kehilangan
atau terbebani oleh penyakit atau kemiskinan dapat menemukan penghiburan
dalam naungan kasih Allah. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Bagi
komunitas iman kita: Semoga mereka yang berada dalam komunitas iman ini
dapat bertumbuh dalam pengetahuan mereka tentang Firman dan kekuatan
iman mereka melalui rahmat sakramen-sakramen. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Bagi mereka yang telah meninggal dunia: Semoga mereka yang telah meninggal dapat bersukacita dalam hidup kekal bersama Bapa. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Allah Bapa di surga, Engkau menunjukkan kepada kami jalan kebijaksanaan sejati melalui Putra-Mu, Yesus. Dengarkanlah doa-doa yang kami panjatkan hari ini dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.



