Bacaan I: 1Raj 21:1-16 "Nabot dilempari batu sampai mati."
Mazmur Tanggapan: Mzm 5:2-3.5-6.7; Ul: 2b "Indahkanlah keluh kesahku, ya Tuhan."
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:105 "Sabda-Mu adalah pelita bagi kakiku, dan cahaya bagi jalanku."
Bacaan Injil: Mat 5:38-42 "Jangan melawan orang yang berbuat jahat kepadamu."
Mazmur Tanggapan: Mzm 5:2-3.5-6.7; Ul: 2b "Indahkanlah keluh kesahku, ya Tuhan."
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:105 "Sabda-Mu adalah pelita bagi kakiku, dan cahaya bagi jalanku."
Bacaan Injil: Mat 5:38-42 "Jangan melawan orang yang berbuat jahat kepadamu."
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
![]() |
| Karya:Tinnakorn Jorruang/istock.com |
Dalam hidup, ada beberapa prinsip yang harus dipatuhi agar tercipta keteraturan. Salah satu prinsip tersebut dapat disebut prinsip batasan. Meskipun batasan tersebut mungkin tidak didefinisikan secara spesifik, kita tahu bahwa ada garis di suatu tempat yang menandai batasan tersebut. Ketika kita melewati garis itu dan melampaui batas, maka akan ada masalah.
Pepatah "mata ganti mata, gigi ganti gigi" adalah untuk menetapkan batasan ketika dendam harus diselesaikan. Ajaran Yesus tentang tidak melawan orang jahat dan bermurah hati kepada mereka yang meminta atau meminjam tentu menantang kita untuk meningkatkan batasan kasih dan toleransi kita tetapi Yesus tidak mengatakan bahwa tidak boleh ada batasan untuk kasih dan toleransi kita.
Dalam bacaan pertama, apa yang dilakukan Ahab dan istrinya, Izebel, tentu saja melanggar batas moralitas dan melampaui batas toleransi. Dan tidak diragukan lagi, mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas kematian Nabot yang tidak bersalah. Sebanyak apa pun kita berusaha untuk tidak melawan orang jahat dan bermurah hati kepada mereka yang meminta atau meminjam, marilah kita juga menyadari bahwa ada batasan atas apa yang dapat dilakukan orang jahat kepada kita dan batasan atas apa yang dapat kita berikan. Marilah kita ingat bahwa ketika orang jahat melampaui batas toleransi itu, Tuhan akan campur tangan. Dan Tuhan akan tahu kapan kita telah mencapai batas kemurahan hati kita dan Dia akan memberi kita berkat-berkat-Nya.
Doa Umat
Saudara-saudariku, kita berkumpul sebagai keluarga yang bersatu dalam iman, dan karena itu kita memanjatkan doa kepada Allah Bapa kita di surga.
Bagi semua anggota Gereja, semoga devosi kita kepada Ekaristi menghasilkan buah yang baik berupa kasih dan pelayanan kepada sesama, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi para pejabat pemerintahan, semoga Roh Kudus menjadi penuntun mereka saat mereka bertindak secara etis yang berakar pada hukum ilahi Allah, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi semua yang menderita secara emosional, semoga mereka menerima dukungan dan perawatan yang layak serta diperbarui dalam harapan bahwa doa dan belas kasih kita membantu mereka, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi kita yang berkumpul di sini: Semoga Kristus membantu kami dengan tanpa pamrih untuk dapat menyerahkan diri kami kepada kasih Allah, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Dan bagi orang-orang terkasih kita yang telah meninggal, semoga mereka dapat mengenal kedamaian abadi Kerajaan Surga, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Allah Bapa yang Maha Pengasih, dengarkanlah doa kami dan doa umat-Mu saat kami berdoa dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.




