| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Agustus 06, 2026

Jumat, 07 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XVIII

Bacaan I: Nah 1:15; 2:2; 3:1-3, 6-7 "Celakalah kota penumpah darah." 
 
Kidung Tanggapan:  Ul 32:35cd-36ab.39abcd.41 "Tuhanlah yang mematikan, Tuhan pulalah yang menghidupkan."
 
Bait Pengantar Injil:  Mat 5:10 "Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah."
 
Bacaan Injil: Mat 16:24-28 "Setiap orang akan dibalas setimpal dengan perbuatannya."

warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
             
  
Credit: Sidney de Almeida/istock.com    
 Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajukan beberapa pertanyaan menyelidik untuk menantang kita. Dalam setiap keputusan yang kita buat dalam hidup, kita membuat diri kita menjadi orang tertentu. Apakah kita mau menyangkal diri kita sendiri dan memikul salib kita dan mengikuti Yesus? Hidup biasanya memberi kita berbagai salib. Beberapa dari mereka lebih sulit daripada yang lain. Namun, tidak pernah mudah untuk menerima salib, apakah itu penyakit, kekhawatiran keuangan, kesulitan keluarga, depresi, pengangguran, dll. Yang mungkin membantu atau merugikan kita adalah bagaimana kita memandang salib kita. Apakah kita menganggapnya sebagai hukuman dari Tuhan atau apakah kita percaya bahwa salib hanyalah bagian dari hidup kita, seperti halnya sukacita dan cinta adalah bagian dari kondisi manusiawi kita?
 
Realitas menjadi manusia berarti kita akan menderita, sama seperti kita akan mengalami sukacita, cinta, kedamaian, dan kenyamanan. Karunianya adalah ketika kita memikul salib, Yesus bersama kita dan Dia akan membantu kita memikul salib kita. Yesus juga akan memberkati kita dengan penghiburan, kedamaian, dan kekuatan saat kita menghadapi salib kita. Selama masa-masa sulit, mungkin bermanfaat untuk mencoba melihat melampaui salib kita. Kita dapat memeriksa hidup kita dan bertanya pada diri sendiri: siapa dan apa yang memberi saya sukacita, cinta, dan perhatian? Apa hadiah dalam hidup saya? Bahkan ketika kita memikul salib yang sangat berat, Yesus bersama kita, memberi dan memberkati kita. Kita perlu terjaga dan waspada jika kita ingin memperhatikan karunia dan anugerah kita.
 
 Doa Umat
 
P: Allah Bapa yang mahabijaksana, melalui Sabda Putra-Mu pada hari ini, Engkau kembali mengingatkan kami akan jalan kemuridan yang sejati: berani menyangkal diri, memikul salib, dan setia mengikuti jejak-Nya. Dengan penuh kerendahan hati dan kesadaran bahwa kami sering kali masih terikat pada kenyamanan duniawi, marilah kita memanjatkan doa-doa permohonan kita ke hadirat-Nya:
 
P: Bagi seluruh anggota Gereja, semoga Bapa senantiasa memelihara dan dengan penuh rahmat menjaga mereka. Marilah kita berdoa 
U: Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
P: Bagi mereka yang dipercayakan dengan kepemimpinan, semoga Roh Kristus menginspirasi mereka dalam memerintah dengan integritas dan hati seorang hamba. Marilah kita berdoa: 
U: Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
P: Bagi kita semua, semoga Bapa memberkati kita dan menguduskan kita di hadapan-Nya. Marilah kita berdoa. 
U: Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
P: Bagi semua yang menderita di bawah beban atau kebutuhan yang tidak terpenuhi, semoga Allah memandang mereka dengan penuh rahmat dan memberi mereka kelegaan dan harapan. Marilah kita berdoa. 
U: Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
P: Bagi mereka yang telah meninggal, semoga mereka beristirahat abadi dalam pelukan kasih Allah. Marilah kita berdoa. 
U: Tuhan, dengarkanlah doa kami.  
 
P: Allah, Bapa kami, karuniakanlah kepada kami rahmat ketabahan dan kekuatan Roh Kudus, agar kami tidak takut kehilangan nyawa demi Putra-Mu, dan tidak tergoda untuk menukar keselamatan kekal kami dengan kenikmatan duniawi yang fana. Bimbinglah langkah kami agar senantiasa setia memikul salib kehidupan sehari-hari, hingga kelak kami didapati pantas dan layak saat Putra-Mu datang kembali dalam kemuliaan-Nya. Dengarkanlah doa kami, kami mohon, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. 
U: Amin.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.