Bacaan I: Yes 55:1-3 "Terimalah dan makanlah!
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9.15-16.17-18; Ul: lih 16 "Engkau membuka tangan-Mu, ya Tuhan, dan memuaskan kami."
Bacaan II: Rom 8:35.37-39 "Tidak ada suatu makhluk pun dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam diri Kristus."
Bait Pengantar Injil: Mat 4:4b "Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah."
Bacaan Injil: Mat 14:13-21 "Mereka semuanya makan sampai kenyang."
warna liturgi putih
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Dalam bacaan dari kitab nabi Yesaya ini, dikatakan, "Hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!." (Yes 55:1) Menggunakan semua gambaran alam ini, dan tentu saja kita membutuhkan makanan dalam kebutuhan dasar kehidupan, dan makanan membawa kesenangan saat kita makan misalnya, seperti halnya hal-hal lain yang memuaskan kita pada tingkat alami, bahkan memuaskan ego kita, seperti prestasi, kedudukan, memiliki kekayaan, tetapi semua hal itu akan berlalu, dan saya meminta kita semua hari ini untuk memikirkan apa yang kita habiskan waktu dan energi kita untuk menabung, mencari, dan mencoba mendapatkannya pada tingkat alami, karena saat kita membaca lebih lanjut dalam bacaan yang indah ini dari kitab nabi Yesaya, ia berkata, "Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat." (Yes 55:2b) Ini adalah gambaran awal tentang kehidupan kekal, di mana kita akan sepenuhnya puas dengan persekutuan dengan Tuhan. Persekutuan yang reflektif, seperti yang Anda lihat hubungannya dengan Injil kita, di mana orang-orang lapar, sama seperti kita lapar, dan Yesus menyediakan bagi mereka. Tetapi jika Anda melihat lebih dekat hubungan antara keduanya, kita melihat korelasi yang indah. Kita melihat dalam kitab nabi Yesaya, "Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!" (Yes 55:3a). Ia tidak hanya merujuk pada kehidupan duniawi, tetapi juga pada antisipasi kehidupan kekal. Dan tentu saja Yesus, saat Ia memberi makan jiwa-jiwa yang lapar ini, mereka telah mendengarkan-Nya di tempat yang sunyi ini. Apa yang Ia lakukan? Ia mengambil lima roti dan dua roti tawar, lalu memandang ke langit dan mengucapkan berkat, memecah-mecah roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya. Mereka semua makan dan kenyang. Ini adalah gambaran awal dari Ekaristi Kudus, di mana kita menerima Tubuh dan Darah Yesus sendiri yang nyata.






