Bacaan I: Yer 31:1-7 "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi."
Kidung Tanggapan: Yer. 31:10,11-12ab,13 "Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya."
Bait Pengantar Injil: Luk 7:16 "Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya."
Bacaan Injil: Mat 15:21-28 "Hai ibu, sungguh besar imanmu!"
warna liturgi hijau
Di sisi lain, Injil hari ini menampilkan teriakan yang lahir dari keputusasaan. Seorang perempuan Kanaan berteriak-teriak memohon belas kasih Yesus—suaranya begitu keras dan memelas hingga membuat para murid merasa terganggu. Namun, teriakannya tidak berujung sia-sia. Keteguhan dan imannya membuat Yesus mengabulkan permohonannya. Bisa kita bayangkan, perempuan yang datang dengan teriakan kepedihan itu pasti melangkah pulang dengan sorak-sorai sukacita, tak henti-hentinya mewartakan keajaiban Tuhan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin jarang bersorak-sorai secara harfiah untuk merayakan belas kasihan Allah. Namun, ucapan syukur tidak selalu menuntut suara yang lantang. Biarlah cara hidup kita yang menjadi "teriakan" dan kesaksian yang mendalam tentang kasih Allah yang luar biasa. Melalui hidup kita yang penuh syukur, semoga orang lain dapat melihat dan merasakan sukacita sejati menjadi umat yang dikasihi-Nya.




