| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Agustus 04, 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XVIII

 

Bacaan I: Yer 31:1-7 "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi."

Kidung Tanggapan: Yer. 31:10,11-12ab,13 "Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya."

Bait Pengantar Injil:  Luk 7:16 "Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya."

Bacaan Injil: Mat 15:21-28 "Hai ibu, sungguh besar imanmu!"

warna liturgi hijau

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
           
Wikimedia Commons

Ketika orang berteriak, ada beberapa alasan mengapa mereka melakukannya. Salah satunya adalah untuk menarik perhatian seseorang. Alasan lain mungkin karena marah dalam sebuah pertengkaran. Dalam bacaan pertama, Tuhan berfirman kepada umat-Nya:
"Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah atas pemimpin para bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel."  Di sini, sorak-sorai adalah wujud luapan sukacita dan pewartaan atas belas kasih Allah. Umat bersorak karena Tuhan telah mengampuni dan merengkuh mereka kembali dengan kasih-Nya yang tak berkesudahan.

Di sisi lain, Injil hari ini menampilkan teriakan yang lahir dari keputusasaan. Seorang perempuan Kanaan berteriak-teriak memohon belas kasih Yesus—suaranya begitu keras dan memelas hingga membuat para murid merasa terganggu. Namun, teriakannya tidak berujung sia-sia. Keteguhan dan imannya membuat Yesus mengabulkan permohonannya. Bisa kita bayangkan, perempuan yang datang dengan teriakan kepedihan itu pasti melangkah pulang dengan sorak-sorai sukacita, tak henti-hentinya mewartakan keajaiban Tuhan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin jarang bersorak-sorai secara harfiah untuk merayakan belas kasihan Allah. Namun, ucapan syukur tidak selalu menuntut suara yang lantang. Biarlah cara hidup kita yang menjadi "teriakan" dan kesaksian yang mendalam tentang kasih Allah yang luar biasa. Melalui hidup kita yang penuh syukur, semoga orang lain dapat melihat dan merasakan sukacita sejati menjadi umat yang dikasihi-Nya.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.