Bacaan I: Yer 18:1-6 "Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku."
Mazmur Tanggapan: Mzm 146:2abc.2d-4.5.6 "Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong."
Bait Pengantar Injil: Kis 16:14b "Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Putra-Mu."
Bacaan Injil: Mat 13:47-53 "Ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang."
Mazmur Tanggapan: Mzm 146:2abc.2d-4.5.6 "Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong."
Bait Pengantar Injil: Kis 16:14b "Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Putra-Mu."
Bacaan Injil: Mat 13:47-53 "Ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang."
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Dalam
hidup, ada hal-hal yang kita pikir akan langsung kita pahami karena
sederhana dan jelas. Namun, hal yang sederhana dan jelas mungkin
memiliki makna yang lebih dalam daripada yang kita pikirkan
awalnya. Contohnya adalah bahasa. Kata-kata yang sama mungkin memiliki
arti yang berbeda ketika diucapkan atau dibaca dengan cara yang berbeda.
Perumpamaan Injil mungkin tampak cukup jelas dan sederhana. Kita akan memahaminya sebagai penghakiman antara yang baik dan yang jahat. Kemudian Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya apakah mereka memahami perumpamaan itu, dan mereka menjawab ya. Lalu Ia berkata bahwa setiap ahli Taurat yang menjadi murid Kerajaan Surga adalah seperti seorang pemilik rumah yang mengeluarkan dari gudangnya barang-barang baru dan lama. Kita mungkin bertanya-tanya apa artinya itu dalam kaitannya dengan perumpamaan tersebut. Mungkin artinya, sebagaimana ada penghakiman antara yang baik dan yang jahat, mungkin juga ada pemahaman lebih lanjut tentang penghakiman Allah.
Bacaan pertama memberi kita gambaran tentang tukang tembikar dan tanah liat. Setiap kali bejana yang dibuat oleh tukang tembikar hasilnya tidak sempurna, ia akan memulai dari awal dan mengolah tanah liat itu lagi. Tukang tembikar itu tidak membuang tanah liat tersebut, tetapi mengolahnya kembali. Perumpamaan Injil mengingatkan kita bahwa akan ada penghakiman terakhir. Namun sementara itu, Tuhan terus bekerja dalam diri kita untuk membentuk kita menjadi gambar-Nya yang indah. Jadi, penghakiman terakhir adalah sesuatu yang sudah kita ketahui dan bukan hal baru bagi kita. Tetapi kasih Tuhan terus membentuk kita, sehingga ketika kita mendekati hari penghakiman kita sendiri, semoga kita datang di hadapan Tuhan Allah kita sebagai gambar kasih-Nya yang indah dan baru.
Perumpamaan Injil mungkin tampak cukup jelas dan sederhana. Kita akan memahaminya sebagai penghakiman antara yang baik dan yang jahat. Kemudian Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya apakah mereka memahami perumpamaan itu, dan mereka menjawab ya. Lalu Ia berkata bahwa setiap ahli Taurat yang menjadi murid Kerajaan Surga adalah seperti seorang pemilik rumah yang mengeluarkan dari gudangnya barang-barang baru dan lama. Kita mungkin bertanya-tanya apa artinya itu dalam kaitannya dengan perumpamaan tersebut. Mungkin artinya, sebagaimana ada penghakiman antara yang baik dan yang jahat, mungkin juga ada pemahaman lebih lanjut tentang penghakiman Allah.
Bacaan pertama memberi kita gambaran tentang tukang tembikar dan tanah liat. Setiap kali bejana yang dibuat oleh tukang tembikar hasilnya tidak sempurna, ia akan memulai dari awal dan mengolah tanah liat itu lagi. Tukang tembikar itu tidak membuang tanah liat tersebut, tetapi mengolahnya kembali. Perumpamaan Injil mengingatkan kita bahwa akan ada penghakiman terakhir. Namun sementara itu, Tuhan terus bekerja dalam diri kita untuk membentuk kita menjadi gambar-Nya yang indah. Jadi, penghakiman terakhir adalah sesuatu yang sudah kita ketahui dan bukan hal baru bagi kita. Tetapi kasih Tuhan terus membentuk kita, sehingga ketika kita mendekati hari penghakiman kita sendiri, semoga kita datang di hadapan Tuhan Allah kita sebagai gambar kasih-Nya yang indah dan baru.
Doa Umat
Saudara-saudariku,
marilah kita menyerahkan diri kita ke tangan Bapa kita yang penuh kasih
saat kita menyampaikan kebutuhan kita kepada-Nya.
Bagi
Gereja: Semoga Roh Kudus menganugerahkan rahmat kepadanya untuk dengan
berani mewartakan Injil kepada dunia, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi mereka yang dipercaya memegang kekuasaan dan membentuk kebijakan publik: Semoga
Tuhan memberdayakan mereka untuk bekerja dengan penuh integritas dan
keadilan demi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. Jauhkanlah
mereka dari segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta
bebaskanlah hati mereka dari keinginan untuk sekadar mementingkan diri
sendiri atau kelompoknya. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
semua orang yang hidup dengan kecemasan atau ketakutan, semoga kasih
Kristus memenuhi hati mereka dengan damai sejahtera, marilah kita
berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
semua anggota komunitas iman ini: Semoga Bapa menambah karunia iman,
harapan, dan kasih di dalam diri kita, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
orang-orang terkasih kita yang telah meninggal: Semoga Allah Bapa kita
yang penuh kasih membawa mereka ke dalam persatuan abadi dengan-Nya di
Surga, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Ya
Bapa di Surga, pujian bagi-Mu atas segala berkat kami. Dengarkanlah
kami saat kami menyampaikan doa-doa ini kepada-Mu dengan pengantaraan
Kristus, Tuhan kami.
Amin.
Amin.




